REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Penyanyi dan penulis lagu berbakat yang juga peraih penghargaan AMI Awards, Aziz Hedra, kembali membuktikan konsistensinya di kancah musik tanah air.
Setelah sempat mendulang sukses besar lewat single debutnya, Somebody’s Pleasure yang kala itu sukses memuncaki tangga lagu di 13 negara, serta perilisan EP Lesson Learned, kini Aziz hadir kembali dengan karya terbarunya yang bertajuk Backseat.
Lewat single anyar ini, Aziz menyajikan sebuah narasi personal yang sangat intim dan dekat dengan keseharian banyak orang, yakni tentang proses kedewasaan, dinamika adaptasi hidup, serta keberanian untuk kembali merawat mimpi-mimpi masa kecil yang kerap tertimbun kesibukan dunia dewasa.
Refleksi Perjalanan Hidup
Single Backseat lahir dari lembaran-lembaran catatan jurnal pribadi Aziz Hedra. Lagu ini sekaligus menandai fase pendewasaan spiritual dan emosional sang musisi selama menjalani kehidupannya sebagai perantau yang berjuang meniti karier di industri musik Indonesia.
Di balik gemerlap panggung hiburan, proses adaptasi yang harus ia jalani ternyata tidak selalu berjalan mulus. Pemilik vokal R&B/Soul yang hangat ini mengaku sempat merasakan fase di mana dirinya merasa kehilangan arah dari tujuan awal kariernya.
“Dalam proses beradaptasi, aku sempat ngerasa jauh dari prinsip dan tujuan awalku,” ucap Aziz Hendra, dikutip Reallist Media pada Sabtu, 26 September 2026.
“Lewat lagu ini, aku pengen ingetin diri sendiri dan kita semua bahwa di tengah perjalanan, kita harus tetap terbuka untuk belajar tanpa kehilangan kepercayaan pada keyakinan dasar kita (our beliefs). The art of bertumbuh itu adalah tentang menemukan kembali keberanian untuk percaya pada mimpi sendiri,” tuturnya.
Sentuhan Introspektif dan Kejutan Inner Child
Dari sisi musikalitas, single Backseat menawarkan pendekatan aransemen yang jauh lebih introspektif dan matang. Sebuah kejutan manis disematkan langsung pada bagian intro lagu, di mana Aziz menyisipkan elemen ambience suara anak-anak.
Sentuhan artistik ini bukan sekadar pemanis, melainkan dirancang secara khusus untuk menciptakan ruang yang hangat, sekaligus merangkul sisi inner child pendengar sejak detik pertama lagu diputar.
Dalam proses penggarapannya, Aziz tidak sendirian. Ia menggandeng kolaborator terdekatnya, produser Dilla Sarah, serta menerima masukan krusial dari Keke Kananta selaku A&R Sony Music Entertainment Indonesia.
Kolaborasi apik ini berhasil memperkaya bobot produksi serta tekstur aransemen hingga mencapai bentuk final yang begitu syahdu.
Bagi Aziz sendiri, bait pertama atau verse awal lagu ini memegang makna yang paling mendalam dan membekas di hatinya.
“Mimpi itu enggak ada batasnya, mimpi itu gratis. Ambil yang paling mahal dan paling besar. Lagu ini adalah pengingat bahwa saat kecil, kita pernah memimpikan hal-hal besar tanpa rasa ragu,” kata Aziz Hendra.
Pelukan Hangat Lewat Musik
Melalui perilisan single Backseat, Aziz Hedra berharap karyanya tidak hanya sekadar dinikmati sebagai hiburan telinga, melainkan dapat berfungsi sebagai ruang aman (safe space) serta pelukan hangat bagi siapa saja yang saat ini tengah berjuang menavigasi fase pelik dalam hidup mereka.
“Harapan aku, pendengar bisa masuk ke masa-masa inner child mereka lagi, mengingat detail mimpi-mimpi mereka, dan percaya kembali bahwa EVERYTHING IS POSSIBLE. Semoga lagu ini bisa menemani dalam kondisi apa pun, mau di kala senang, ragu, gundah gulana, maupun sedih,” tuturnya.
Baca juga: Winky Wiryawan Bawa Neo Funk Therapy Rilis Single Kita Ke Sana – Official Remix
Baca juga: Rilis Single Jitu, Fufu Clan Hadirkan Nuansa Pop-punk
Saat ini, single Backseat milik Aziz Hedra sudah dapat didengarkan di seluruh platform pemutar musik digital. []




