Film Memburu Pemangsa Tayang di Bioskop, Dedikasi Umay Shahab untuk Jurnalis Pembela Anak

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Film terbaru produksi Sinemaku Pictures berjudul Memburu Pemangsa resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia.

Film yang ditulis, disutradarai, sekaligus diproduseri oleh Umay Shahab tersebut langsung mendapat distribusi luas dengan total 1.350 show di 356 layar yang tersebar di jaringan bioskop XXI, CGV, Cinepolis, Sam’s Studio, Kota Cinema Mall (KCM), New Star Cineplex, Platinum Cineplex, hingga berbagai bioskop independen di Indonesia.

Kehadiran film Memburu Pemangsa menjadi salah satu rilisan yang paling dinantikan tahun ini karena menghadirkan kombinasi genre thriller, misteri, horor, crime, hingga action dalam satu cerita yang intens.

Namun di balik ketegangannya, film ini juga membawa pesan sosial yang kuat mengenai pentingnya peran jurnalis dalam mengungkap kebenaran serta meningkatnya ancaman kekerasan terhadap anak.

Film ini mengikuti kisah empat jurnalis perempuan yang melakukan investigasi terhadap jaringan predator anak. Dalam proses pengungkapan kasus tersebut, mereka harus menghadapi ancaman yang tidak hanya membahayakan karier, tetapi juga nyawa mereka sendiri.

Keempat jurnalis itu diperankan oleh Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem.

Melalui karakter-karakter tersebut, Umay Shahab ingin memperlihatkan bagaimana profesi jurnalis sering kali menuntut keberanian luar biasa untuk membongkar fakta yang selama ini tersembunyi.

Mereka digambarkan sebagai sosok yang gigih, berani mengambil risiko, dan terus berjuang demi menghadirkan informasi penting kepada publik meski berada dalam situasi berbahaya.

“Film ini kami buat untuk para jurnalis di Indonesia, yang selalu berjuang untuk memberikan informasi bagi masyarakat,” ujar produser sekaligus sutradara Umay Shahab, dikutip Reallist Media pada Jumat, 25 September 2026.

“Di film ini, kita bisa melihat kerja keras para jurnalis, dan saat mereka bertugas ancamannya bisa saja nyawa. Kami berharap lewat film ini penonton juga semakin mengapresiasi para jurnalis yang sudah berani untuk mengungkap informasi yang penting untuk kita ketahui,” tuturnya.

Suasana konferensi pers film Memburu Pemangsa. (Foto: Istimewa)
Suasana konferensi pers film Memburu Pemangsa. (Foto: Istimewa)

Dedikasi tersebut menjadi salah satu nilai utama yang ditawarkan film ini. Di tengah derasnya arus informasi dan berkembangnya teknologi digital, jurnalis tetap menjadi garda depan dalam menyampaikan fakta kepada masyarakat.

Lewat film Memburu Pemangsa, penonton diajak melihat sisi lain dari profesi tersebut, termasuk tekanan dan risiko yang harus dihadapi saat menginvestigasi kasus besar.

Tidak berhenti pada isu jurnalisme, film ini juga secara tegas menyoroti persoalan kekerasan terhadap anak yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Umay Shahab menyebut bahwa isu tersebut dipilih karena jumlah kasus yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Angkanya selalu bertambah setiap tahunnya, kami ingin menggambarkan bahwa pemangsa anak lebih iblis dari iblis itu sendiri,” tutur Umay.

Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana film Memburu Pemangsa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi medium untuk mengangkat kepedulian sosial. Film ini mencoba menghadirkan refleksi bahwa predator anak bisa hadir di sekitar kita dan sering kali bersembunyi di balik wajah yang tampak biasa.

Prilly Latuconsina yang memerankan karakter Cia mengungkapkan bahwa isu kekerasan terhadap anak adalah tema yang sangat relevan dan penting untuk terus dibicarakan. Menurutnya, media dan para jurnalis selama ini memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai persoalan tersebut.

“Media dan jurnalis selalu memberitakan tentang kekerasan anak, itu menjadi langkah penting agar kita masyarakat juga bisa selalu aware dengan isu yang penting ini. Isunya memang tabu, dan masih ada budaya diam di beberapa lingkungan kita, katanya.

“Harapannya lewat film ‘Memburu Pemangsa’ juga bisa menjadi amplifikasi isunya menjadi terus dibicarakan dan kita memilih untuk tidak diam tapi juga menjadikannya diskusi yang penting di rumah,” ujar Prilly Latuconsina.

Rumah produksi Sinemaku Pictures turut menghadirkan berbagai program promosi untuk mendorong lebih banyak masyarakat menyaksikan film ini di layar lebar.

Tersedia program Beli 1 Gratis 1 tiket pada periode 24–25 September 2026 yang berlaku melalui aplikasi dan situs resmi M-Tix XXI, CGV, Cinepolis, dan TIX ID, serta pembelian offline di KCM, Sam’s Studio, dan New Star Cineplex.

Baca juga: Bintangi Film The Assassin(s), Lee Min Ho Hadiri Sesi Diskusi di TIFF 2026

Baca juga: Afgan Isi Soundtrack Film Agensi Rumah Tangga di Lagu Langit Merah Muda

Selain itu, penonton juga dapat menikmati promo cashback 30 persen untuk pembelian tiket menggunakan QRIS BCA yang berlaku mulai 24 September hingga 7 Oktober 2026. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *