REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Selama 11 tahun, J&T Express sebagai perusahaan pengiriman berskala global terus bergerak menghubungkan masyarakat melalui layanan pengiriman dari pintu ke pintu. Semakin lama berdampingan dengan masyarakat, perusahaan kian menyadari pentingnya dampak yang ditinggalkan seiring roda bisnis yang terus melaju. Lewat aktivitas operasional yang luas, J&T Express mewujudkan komitmen keberlanjutan melalui J&T Express Sustainability Impact Program (J&T SIP), sebuah inisiatif nyata untuk menjaga lingkungan sekaligus menciptakan manfaat sosial.
Inisiatif utama dalam program ini adalah mengolah kembali seragam operasional kurir yang sudah tidak digunakan menjadi produk baru yang memiliki nilai guna tinggi. Seragam yang sebelumnya dipakai para kurir dalam menjalankan aktivitas sehari-hari ini telah melalui serangkaian proses pembersihan ketat sebelum disulap menjadi beragam produk, mulai dari pouch, reusable bag, bag charm, hingga notebook cover. Dalam keseluruhan proses pengolahannya, J&T Express menggandeng Liberty Society, sebuah social enterprise bersertifikasi B Corp.
Bagi J&T Express, seragam bukan sekadar pakaian kerja semata. Selama bertahun-tahun, atribut tersebut telah menjadi bagian dari keseharian para kurir yang berinteraksi langsung dengan pelanggan di berbagai pelosok daerah. Oleh karena itu, ketika masa pakainya berakhir, perusahaan melihat adanya peluang emas untuk memberikan fungsi baru pada material tersebut alih-alih membiarkannya menjadi limbah.
“Sebagai perusahaan logistik, aktivitas kami sehari-hari tidak terlepas dari penggunaan seragam sebagai bagian dari operasional. Ketika masa pakai seragam sudah berakhir, kami melihat adanya kesempatan untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang tetap memiliki fungsi dan nilai, daripada berakhir sebagai limbah.” ujar Brand Manager J&T Express, Herline Septia.
Melalui inisiatif ramah lingkungan ini, sebanyak 146 kg limbah tekstil berhasil diselamatkan dan diolah menjadi merchandise kit eksklusif. Proses upcycling tersebut juga diperkirakan sukses menghindari 1,25 ton emisi CO₂e, angka yang setara dengan emisi dari perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh kurang lebih 5.000 kilometer.
Tidak hanya berdampak positif pada aspek ekologis, program ini turut membawa angin segar di sisi sosial. Kolaborasi bersama Liberty Society secara nyata melibatkan para perempuan perajin dari komunitas marginal dalam proses produksinya. Kemitraan ini berhasil mencatatkan sekitar 1.488 jam kerja produktif, sekaligus membuka lebar kesempatan ekonomi serta mendukung peningkatan keterampilan bagi para perempuan perajin tersebut.
“Bagi kami, keberlanjutan tidak berhenti pada bagaimana mengurangi limbah, tetapi juga bagaimana menciptakan manfaat yang lebih luas. Karena itu, yang ingin kami ciptakan bukan hanya sekadar produk baru, tetapi juga nilai dan manfaat yang terus berlanjut, termasuk bagi masyarakat yang terlibat dalam prosesnya,” lanjut Herline.
Melalui J&T SIP, J&T Express berkomitmen untuk terus mengeksplorasi berbagai inovasi guna menerapkan prinsip keberlanjutan di setiap lini bisnisnya. Langkah sederhana dari sehelai seragam yang telah purna tugas ini kini menjelma menjadi produk-produk fungsional baru, membuktikan keseriusan J&T Express dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara bersamaan.




