REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Lanskap musik Indonesia kembali diperkaya oleh karya terbaru dari musisi berbakat Gangga Kusuma, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung GANGGA. Tepat pada 26 Oktober 2026, penyanyi dan penulis lagu asal Jakarta ini resmi meluncurkan Extended Play (EP) terbarunya yang bertajuk 5 hours apart, 2017.
Menghadirkan total tiga trek lagu di dalamnya, rilisan ini sekaligus menandai pembukaan babak baru dalam rangkaian persiapan album studio kedua GANGGA. EP ini menjadi karya teranyar sang musisi setelah terakhir kali menyapa para penggemarnya lewat single bertajuk SHE yang meluncur pada akhir tahun 2025 lalu.
Lewat EP 5 hours apart, 2017, GANGGA mengajak para pendengar untuk menelusuri labirin emosi manusia yang kompleks.
EP ini memotret perjalanan seseorang dalam berdamai dengan hubungan yang telah hilang dari jangkauan, bergerak secara dinamis mulai dari fase pengkhianatan dan rasa sakit akibat ditinggalkan, berlanjut ke duka mendalam serta penyesalan setelah orang tercinta tiada, hingga bermuara pada kerinduan akut di mana batas antara realitas kenangan dan imajinasi mulai kabur.
Alih-alih menyuguhkan akhir cerita yang klise dan mudah ditebak, jajaran lagu dalam EP ini justru menegaskan bahwa cinta sejati sering kali tetap tinggal dan bernyawa, kendati raga serta hubungan yang diidamkan telah musnah ditelan waktu.
“Di suatu tempat di masa lampau, lagu itu masih terus berputar, suaranya telah lama tiada,” ujar GANGGA, dikutip Reallist Media pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Dalam proses penggarapan musikalitasnya, GANGGA tidak bekerja sendirian. Proyek ini melibatkan produser musik asal Los Angeles, Spathies, yang memegang kendali atas dua lagu dalam EP ini. Sementara itu, satu lagu lainnya dikerjakan oleh produser kenamaan tanah air, Will Mara.
Karya terbaru ini juga dirancang memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan album-album GANGGA sebelumnya. Secara tematik dan naratif, 5 hours apart, 2017 tetap merajut benang merah dari karya legendaris terdahulunya, seperti Blue Jeans dan Whiskey Bottle.
Album mini ini memuat tiga lagu yang masing-masing membawa lini cerita dan luka tersendiri. Tembang Dear April merekam fase ketika seseorang telah memberikan seluruh hatinya dalam sebuah hubungan, namun pada akhirnya tetap harus menerima kenyataan ditinggalkan begitu saja.
Sudut pandang sang narator yang telanjur menaruh harapan besar terasa begitu ironis, sebab bisa jadi ia adalah satu-satunya pihak yang berjuang. Di sini, kata “April” diabadikan sebagai simbol universal tentang cinta. Ada secercah asa agar di masa depan ia bisa kembali menumbuhkan kepercayaan diri untuk mencintai.
Lagu I Will bernuansa lebih kelam dan personal, lagu ini diciptakan khusus untuk mengenang seseorang yang telah berpulang. Tembang ini menyuarakan kepedihan serta kerinduan untuk sekadar bertukar kata sekali lagi, diiringi kesadaran pahit bahwa kini mereka telah berada di dimensi yang berbeda.
Terselip pula rasa penyesalan mendalam atas kesempatan yang terbuang, andai waktu bisa diputar kembali, ada keinginan kuat untuk menyelamatkan atau memperlakukannya dengan jauh lebih baik.
Terakhir ada lagu Moonlight yang didapuk sebagai lagu utama (focus track). Tembang ini menerjemahkan rasa rindu yang teramat sangat menjadi sebuah perjumpaan surealis yang menyerupai mimpi.
Lagu ini merajut potongan-potongan kenangan masa lalu dengan harapan rapuh sang narator agar dapat kembali bertatap muka di bawah temaram sinar bulan.
Perilisan EP 5 hours apart, 2017 turut disertai dengan arahan konsep visual bergaya dokumenter yang sangat intim.
Penggunaan medium potret, sudut-sudut ruangan yang sunyi, hingga visualisasi benda-benda yang mulai usang dan rusak dihadirkan sebagai representasi nyata dari jejak-jejak emosi yang pernah dirawat.
Seluruh elemen visual ini memperkuat kesan kerentanan serta ikatan batin yang hingga kini masih belum sepenuhnya tuntas.
Baca juga: Igan Baswara Bahas Komitmen Serius Anak Muda di Single Ikut Aku Pulang
Baca juga: Grup Vokal Anak, DAYDRM Bawa Nuansa Pop Dance di Single SHINE!
Saat ini, tiga lagu di EP 5 hours apart, 2017 milik GANGGA sudah dapat dinikmati di berbagai platform pemutar musik digital. []




