Jakarta – PT Indosat Tbk (Indosat atau IOH; IDX: ISAT) resmi mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, menandai fase pertumbuhan baru perusahaan seiring percepatan strategi AI North Star.
Di tengah tantangan makroekonomi sepanjang 2025, Indosat tetap menunjukkan ketangguhan melalui eksekusi bisnis yang disiplin dan arah strategi yang terarah, sekaligus membangun fondasi kuat untuk penciptaan nilai jangka panjang.
Fokus pada Strategi AI North Star
Berbicara dalam keterangan tertulisnya, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan komitmen perusahaan.
“Fokus kami jelas: mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin,” ucap Vikram Sinha, dikutip Reallist Media pada Kamis, 7 Mei 2026.
“Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja berkelanjutan sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen. Seluruh langkah ini mencerminkan semangat #LebihBaikIndosat dalam memberdayakan Indonesia,” tuturnya.
Strategi AI North Star diarahkan untuk menjadikan Indosat sebagai penggerak ekosistem AI di Indonesia.
Transformasi ini dimulai dari evolusi menjadi AI-native telco, dengan integrasi AI ke seluruh operasi inti untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih personal melalui AI hyper-personalization, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan efisiensi belanja modal.
Lebih jauh, Indosat memperluas layanan dari sekadar konektivitas menjadi AI TechCo, membuka peluang pertumbuhan baru di bidang sovereign AI, cloud, dan keamanan siber.
Kolaborasi Strategis dengan NVIDIA
Salah satu pendorong utama strategi ini adalah kolaborasi dengan NVIDIA, yang diumumkan pada NVIDIA GTC 2026 bersamaan dengan peluncuran Sahabat-AI.
Melalui kemitraan ini, Indosat memanfaatkan platform Accelerated Computing dan model AI terbuka NVIDIA Nemotron untuk menghadirkan kapabilitas AI berkelas dunia ke Indonesia.
Sahabat-AI hadir sebagai platform kolaboratif yang membuka akses lebih luas terhadap kecerdasan buatan, memberdayakan individu, developer, enterprise, hingga institusi untuk mengembangkan solusi AI sesuai bahasa, konteks budaya, dan kebutuhan pasar Indonesia.
Indosat juga mengembangkan AI Grid terdistribusi, memanfaatkan cakupan jaringan nasional dan infrastruktur pusat data untuk mendistribusikan daya komputasi AI ke seluruh Indonesia.
Pendekatan ini mempercepat akses terhadap AI, mendorong inovasi di luar kota besar, serta memungkinkan partisipasi aktif komunitas dalam ekonomi berbasis AI.
Perubahan Susunan Direksi dan Komisaris
RUPST 2026 juga menyetujui pengangkatan beberapa nama baru:
- Reski Damayanti sebagai anggota Direksi, dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang hukum, regulasi, dan tata kelola perusahaan.
- Apoorva Mehrotra, membawa pengalaman internasional lebih dari 25 tahun di sektor telekomunikasi dan digital, termasuk di Airtel dan Vodafone.
- Honesti Basyir, dengan pengalaman panjang di industri telekomunikasi dan sektor strategis.
- Seppalga Ahmad sebagai Komisaris Perseroan.
Sementara itu, rapat juga memutuskan pemberhentian dengan hormat Ahmad Zulfikar sebagai Direktur dan Achmad Syah Reza sebagai Komisaris, dengan apresiasi atas kontribusi mereka selama masa jabatan.
Dividen untuk Pemegang Saham
Sebagai bentuk komitmen terhadap pemegang saham, RUPST menyetujui pembagian dividen total sebesar Rp3,579 triliun atau setara dengan Rp111 per saham. Dividen akan dibagikan selambat-lambatnya 30 hari setelah pengumuman risalah resmi rapat.
Baca juga: Indosat Ooredoo Hutchison Hadirkan IM3 SimpelRoam Haji untuk Jamaah Indonesia
Baca juga: Irfan Setiaputra, Cak Lontong hingga Sutiyoso Jadi Komisaris Ancol
Melalui strategi terintegrasi ini, Indosat menegaskan transformasinya menjadi AI Nation Shaper, memperkuat kapabilitas digital Indonesia sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan. []
