Jakarta – Dunia hiburan Indonesia kehilangan salah satu sosok komedian yang telah lama mewarnai layar kaca. Simson Rarameha Ngadang, atau lebih dikenal dengan nama panggung Temon Templar, meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.42 WIB di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh Jio Jimmy Maukar, manajer bisnis komedian Abdel Achrian sekaligus pengurus IMARINDO (Ikatan Manager Artis Indonesia).
“Turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Simson Rarameha Ngadang (Bang Temon) hari Minggu tgl 12 Juli 2026 pukul 08.42 WIB,” demikian pernyataan resmi IMARINDO, dikutip Reallist Media pada Minggu, 12 Juli 2026.
Pihak keluarga juga menyampaikan kabar duka dengan penuh kesedihan. Dalam pernyataan resmi keluarga disebutkan bahwa almarhum Temon adalah Warga Jemaat Sektor Pelayanan Daud.
“Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Ruang Serbaguna 1 GPIB Effatha, Jl. Melawai Raya No. 3 Kebayoran Baru,” kata mereka.
Temon meninggal dunia akibat serangan jantung, dengan riwayat hipertensi yang sebelumnya sudah dialami. Putrinya, Rambu, mengungkap bahwa sang ayah sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kepergian Temon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan sesama komedian.
Nama Temon mulai dikenal luas sejak membintangi sitkom legendaris Abdel & Temon: Bukan Superstar pada 2008 bersama Abdel Achrian. Chemistry keduanya membuat acara tersebut menjadi salah satu tayangan komedi populer di televisi Indonesia.
Sejak saat itu, Temon semakin aktif di dunia hiburan, tampil di berbagai program televisi, film layar lebar, hingga merilis karya musik. Ia pernah membintangi film Comic 8: Casino Kings Part 1 (2015), Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016), Operation Wedding (2013), dan KNK: Santa Claus dari Jakarta? (2021).
Selain itu, ia juga sempat merilis single berjudul “Raja Disko” pada 2014 sebagai bagian dari eksplorasi kariernya.

Latar belakang pendidikan Temon cukup unik untuk seorang komedian. Ia adalah lulusan Psikologi Universitas Indonesia (UI), yang kemudian memulai karier sebagai penyiar radio SK pada awal 1990-an.
Dari dunia radio, ia merambah ke televisi dan film, hingga akhirnya dikenal sebagai salah satu komedian dengan gaya khas yang humanis. Pengetahuan psikologi yang dimilikinya turut membentuk cara ia membawakan komedi yang relatable dan menyentuh sisi emosional penonton.
Ucapan duka mengalir dari berbagai kalangan. Abdel Achrian menuliskan pesan perpisahan di akun Instagram pribadinya. Komedian lain seperti Bopak Castello juga mengunggah foto kenangan bersama Temon dengan doa perpisahan.
Kehilangan ini dirasakan bukan hanya oleh rekan-rekan seprofesi, tetapi juga oleh masyarakat yang selama ini terhibur oleh kehadirannya di layar kaca.
Jenazah Temon disemayamkan di Ruang Serbaguna 1 GPIB Effatha, Jalan Melawai Raya No. 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026.
Kehadiran para sahabat, rekan artis, dan masyarakat di rumah duka menjadi bukti betapa besar pengaruh dan cinta yang diberikan kepada sosok Temon.
Dengan kepergian Temon, dunia komedi Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting yang telah memberikan warna dalam perjalanan hiburan tanah air.
Warisan karya dan kenangan yang ditinggalkan akan terus hidup di hati para penggemarnya. Tawa yang pernah ia hadirkan akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah komedi Indonesia.
Temon dikenal sebagai komedian dengan gaya humor sederhana, natural, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selama lebih dari tiga dekade, ia konsisten menghibur masyarakat melalui televisi, film, radio, hingga musik.
Baca juga: Eks Gitaris Superglad, Dadi Yudistira Meninggal Dunia
Baca juga: Pelantun A Whole New World Soundtrack Aladdin, Peabo Bryson Meninggal Dunia
Kepergiannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah komedi Indonesia. Ia bukan hanya seorang penghibur, tetapi juga sosok yang menghadirkan energi positif dan kehangatan dalam setiap penampilannya.[]
