REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Industri musik Indonesia kembali diramaikan oleh sebuah karya kolaborasi lintas spektrum yang memadukan tiga figur penting dari ranah kreatif berbeda. Produser dan pencipta lagu Lafa Pratomo resmi merilis single terbaru berjudul Dogs Are Always True yang melibatkan musisi Jason Ranti dan penyanyi Isyana Sarasvati.
Lagu yang dilepas ke berbagai platform penyiaran digital mulai 3 November 2026 ini merupakan bagian kelima dari rangkaian album mini (EP) solois Lafa Pratomo yang diberi tajuk Garis Tegak.
Single ini berakar dari keresahan sosial terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) serta dinamika arus informasi di ruang siber. Lafa mengungkapkan bahwa gagasan awal penggarapan lagu ini bermula dari obrolan sehari-hari bersama Jason Ranti.
“Ini tuh curhatannya Jason (Ranti). Dia cerita kalau tetangganya habis kena layoff karena kerjaannya diganti AI,” ujar Lafa Pratomo, dikutip Reallist Media pada Senin, 9 November 2026.
Keresahan itu kemudian berkembang menjadi diskusi musikal mengenai ekosistem internet yang dinilai semakin masif dan penuh kebisingan di tengah situasi sosial yang serba tidak menentu. Pandangan tersebut turut diperkuat oleh Isyana Sarasvati, yang menyoroti kecepatan informasi di ruang digital dewasa ini.
“Menarik dan cepat sekali jalannya. Sampai kadang overwhelming juga buat penggunanya,” ucap Isyana.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesadaran serta kebijaksanaan dalam merespons berbagai informasi yang beredar di dunia maya.
“Linimasa tuh menarik sekaligus tricky. Menarik, karena kita bebas menyuarakan pendapat dan bercerita setelanjang-telanjangnya. Tricky, karena banyak informasi yang tidak jelas kebenarannya. Jadi harus beneran jeli dan hati-hati,” kata Isyana.
Sementara itu, Jason Ranti menanggapi fenomena sosial tersebut dengan sudut pandang yang khas. Saat disinggung mengenai esensi interaksi di media sosial, ia melontarkan pandangan reflektif.
“Linimasa? Emang perlu ditanyain?,” katanya. “Karena banyak manusia penipu… eh, tapi gak semuanya. Hehe,” ucap Jejeboy.
Dari segi teknis penggarapan, proses kreatif lagu Dogs Are Always True berjalan secara mengalir tanpa perencanaan konvensional yang kaku. Lafa menyebutkan bahwa pengerjaan lagu ini mengandalkan metode spontanitas seperti jamming dan call-and-response.
“Jadi kami bertiga datang gak bawa apa-apa. Nyaris dari nol,” tutur Lafa.
Pendekatan tersebut melahirkan bentuk aransemen yang eklektik. Di dalam lagu ini, para pendengar disajikan eksplorasi vokal di mana Jason Ranti dan Isyana Sarasvati menyajikan bagian rap berlatar musik electro-pop yang ringan, ditutup dengan bait chorus yang sarat perenungan.
Sebagai bagian dari EP Garis Tegak, single ini meneruskan rekam jejak Lafa Pratomo dalam mempertemukan para musisi dari latar belakang dan genre yang beragam.
Sebelumnya, Lafa telah sukses merilis sejumlah kolaborasi lintas batas, di antaranya Feby Putri & Matter Mos (Seperti Angka 8), Nadhif Basalamah & Hursa (Bukan Kendalimu), The Jansen & Bilal Indrajaya (Terabas), serta Ari Lesmana & White Chorus (Juara Dua).
“Titik mula imajinasiku bukanlah friksi atas perbedaan-perbedaan mereka. Tapi harmoni, ketemunya di mana,” ujar Lafa.
Keputusan Lafa untuk berkarya di bawah namanya sendiri setelah satu dekade lebih berkarier di balik layar produksi musisi lain seperti Iwan Fals, Danilla, dan Nadin Amizah, didasari oleh keinginan untuk menyalurkan gagasan kreatif pribadi. Proyek mandiri ini turut didukung oleh keterlibatan KithLabo dan Syaip Studio.
Dengan perpaduan karakter vokal dan gagasan yang diusung oleh ketiga kolaborator ini, lagu Dogs Are Always True menawarkan alternatif dengar yang segar bagi penikmat musik Indonesia di tengah arus modernisasi digital.
Baca juga: Kolaborasi Wali dan Siti Badriah Lahirkan Single Berbahasa Jawa Kangen Awakmu
Baca juga: Akbar Chalay Kolaborasi Bareng Matta Band di Single Kera Sakti
Saat ini, single Dogs Are Always True milik Lafa Pratomo, Jason Ranti dan Isyana Sarasvati sudah bisa didengarkan di berbagai peron pemutar musik daring. []




