Jakarta – Setelah memperkenalkan single Langkah sebagai pembuka perjalanan baru, trio indie rock asal Jakarta, Ministry Of, resmi merilis EP terbaru bertajuk Fase secara digital pada 9 Juli 2026.
EP ini berisi empat lagu, yaitu Langkah, Laju, Terbang, dan Hilang (feat. Finna Amalia). Menariknya, seluruh lagu dalam EP ini dinyanyikan dalam bahasa Indonesia, sebuah langkah baru yang menandai eksplorasi musikal berbeda dari Ernest Theodore (vokal, gitar), Yudit Halim (gitar), dan Gonzaga Sidharta (bas).
Eksperimen Bahasa dan Lirik yang Lebih Dekat
Sebelumnya, karya-karya Ministry Of banyak menggunakan bahasa Inggris. Namun kali ini, mereka memilih bahasa Indonesia sebagai medium utama.
Lewat keterangan tertulisnya, Ernest, sang penulis lirik, mengungkapkan bahwa proses menulis dalam bahasa Indonesia ternyata menyenangkan sekaligus membuka ruang ekspresi baru.
“Setelah ‘Langkah’ muncul, akhirnya saya coba menulis lirik untuk lagu-lagu lain dalam bahasa Indonesia dan puji Tuhan, semuanya rampung,” tutur Ernest, dikutip Reallist Media pada Jumat, 10 Juli 2026.
“Ternyata menulis lagu berbahasa Indonesia semenyenangkan itu, dan kami ingin pendengar lebih cepat relate dengan lirik dan musiknya,” ujarnya.
Sementara Yudit menambahkan bahwa sebagai band Indonesia, rasanya kurang lengkap jika tidak memiliki karya berbahasa Indonesia.
“Hal tersebut yang kami upayakan di dalam EP Fase dan ternyata works, terutama Ernest sebagai penulis lirik dan nada vokal yang akhirnya ia nyanyikan sendiri. Membawakan lagu-lagu ini jadi terasa lebih nyaman,” katanya.
Tema dan Cerita di Balik EP Fase
Secara keseluruhan, EP Fase merekam perjalanan personal dan kolektif para personel selama satu tahun terakhir. Lagu-lagu di dalamnya berbicara tentang dinamika kehidupan pekerjaan, kehilangan, hingga pengalaman menghadapi gejala depresi.
“Kami bersama-sama mengeksplorasi perasaan yang sifatnya kompleks. Spektrum emosi itu multidimensional, tidak betul-betul sedih, tidak betul-betul senang, tidak betul-betul marah,” ucap Gonzaga.
“Misalnya, di dalam kesedihan ada kelegaan; di rasa lelah ada syukur; di rasa marah ada harapan. Hidup terus bergerak dan mengalami fase-fase tertentu, mau tidak mau,” katanya.
Dengan pendekatan ini, EP Fase bukan hanya sekadar kumpulan lagu, melainkan refleksi perjalanan emosional yang dekat dengan keseharian banyak orang.
Kolaborasi Produksi dan Dukungan Kreatif
Dalam proses penggarapan, Ministry Of bekerja sama dengan sejumlah nama penting di balik layar. Finna Amalia turut mengisi vokal, bahkan menjadi vokalis utama di lagu Hilang.
Departemen drum digarap oleh Dimas Radityo, sementara Aryadhira Susilo berperan sebagai co-producer. Johanes Abiyoso bertugas sebagai operator rekaman sekaligus mastering engineer, dan Jared Lim dari Subsonic Eye menangani mixing.
Untuk urusan visual, Ministry Of mempercayakan desain kepada Fandy Susanto dari studio Table Six. Ini menjadi hal baru karena sebelumnya mereka selalu mengerjakan visual secara kolektif.
“Walaupun band ini banyak orang visualnya, kalau kami yang bikin hasilnya begitu-begitu lagi. Akhirnya Ernest bilang, ‘kenapa enggak coba mas Fandy?’ dan ternyata dia mau. Visual yang dihasilkan Fandy memberi identitas segar bagi EP ‘Fase’,” ucap Yudit.
Kerja Sama dengan HFMF Records
EP Fase dirilis bersama label rekaman HFMF Records, hasil pertemuan tidak disengaja antara Ernest dan Henry Foundation. Pertemuan tersebut berujung pada kesepakatan untuk bekerja sama.
“EP Fase adalah dokumentasi dari sebuah transisi dan proses kreasi. Penggunaan bahasa Indonesia membuka ruang ekspresi baru dan bisa jadi penanda babak baru untuk Ministry Of, sekaligus berpotensi menjangkau audiens lebih luas,” ujar Henry Foundation.
Agenda Rilis dan Showcase
Selain perilisan digital, Ministry Of juga menyiapkan sejumlah agenda untuk merayakan EP Fase. Pada 10 Juli 2026, mereka akan menggelar Release Party di McLovin, Jakarta. Bersama HFMF Records, mereka juga merilis merchandise dan CD fisik.
Tidak berhenti di situ, Ministry Of dijadwalkan tampil di showcase internasional Asia’s Big Energy 2026 di Singapura pada 18 Juli 2026, bersama band-band seperti Texpack (ID), Subsonic Eye (SG), Gnaw (SG), dan Intermission (SG).
EP Sebagai Fase Baru
Yudit menutup dengan refleksi bahwa EP ini menjadi self reminder bahwa semua ini adalah sebuah fase.
“Lucunya, setelah capek menggarap album pertama, EP ini justru menjadi fase istirahat bagi kami. Prosesnya nyaman, tanpa tekanan, dan lagunya bikin kami senang,” kata Yudit.
Dengan empat lagu yang penuh makna, EP Fase menjadi karya yang menandai transisi penting bagi Ministry Of. Penggunaan bahasa Indonesia, kolaborasi lintas kreator, serta tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari membuat EP ini layak didengar oleh audiens yang lebih luas.
Baca juga: Unit Rock Asal Bekasi, Manipol Lepas EP Maximize The Minimum
Baca juga: Grup Duo, BESOK! Siapkan Mini Album Kepikiran
Saat ini, empat materi dalam EP Fase milik Ministry Of sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital.[]
