REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Band metal Kristen asal Amerika, Demon Hunter, menggugat Netflix terkait dugaan pelanggaran merek dagang. Mereka menuduh bahwa kesuksesan film animasi KPop Demon Hunters milik Netflix telah menimbulkan persaingan tidak sehat.
Tuduhan tersebut terlontar setelah band metal tersebut menganggap bahwa Netflix dengan film animasinya mulai mengambil wilayah bisnis yang selama ini dimiliki oleh Demon Hunter.
Gugatan ini diajukan oleh Hyde Lane, perusahaan yang menaungi Demon Hunter, terhadap Netflix, Netflix Studios, dan juga promotor konser AEG Presents.
AEG Presents sendiri merupakan promotor yang akan bekerja sama dengan Netflix untuk konser dunia KPop Demon Hunters yang direncanakan dimulai pada tahun 2027.
Menurut gugatan tersebut, KPop Demon Hunters awalnya hanya sebuah film animasi, tetapi sekarang film tersebut berkembang menjadi sebuah franchise besar yang mencakup musik, merchandise, sampai pertunjukan live.
Perkembangan tersebut dinilai membuat bisnis band Demon Hunter tumpang tindih dengan bisnis Netflix dan berpotensi membuat konsumen kebingungan. Hal inilah yang melandasi gugatan yang diajukan tersebut.
Demon Hunter sendiri merupakan band yang sudah berdiri sejak awal tahun 2000-an dan selama 25 tahun sudah merilis berbagai bentuk karya dan produk dengan nama DEMON HUNTER kepada penggemarnya.
Band ini juga memberikan beberapa contoh kebingungan konsumen yang telah terjadi semenjak Netflix memperluas ranah bisnis KPop Demon Hunters.
Pada bulan Mei lalu, ada seorang orang tua yang membeli tiket konser band Demon Hunter di Albany, New York, dengan nilai hampir 500 dolar AS. Orang tua tersebut mengira bahwa tiket yang dibeli adalah untuk pertunjukan KPop Demon Hunters yang ingin ia saksikan bersama kedua anaknya. Setelah mengetahui kesalahannya, ia kemudian meminta pengembalian uang kepada pihak band Demon Hunter.
Terdapat juga kebingungan lain yang melibatkan seorang produser acara televisi. Produser tersebut menghubungi pihak Demon Hunter untuk meminta wawancara dengan seorang penulis lagu yang terlibat dalam KPop Demon Hunters. Menurut gugatan, hal tersebut menunjukkan adanya kebingungan mengenai hubungan antara band dan film buatan Netflix tersebut.
Dengan alasan yang dicontohkan tersebut, pihak Demon Hunter meminta pengadilan untuk melarang Netflix menggunakan nama KPop Demon Hunters untuk kegiatan musik, merchandise, dan pertunjukan live.
Mereka juga menuntut ganti rugi atas hal yang sudah terjadi dan meminta agar kasus tersebut diputuskan melalui persidangan juri.
Dilansir dari CNN, sebagai pihak tergugat, Netflix membantah tuduhan tersebut dan menyebut tuduhan dari Demon Hunter tidak berdasar serta mengatakan siap mempertahankan diri di pengadilan.
“Tuduhan ini tidak berdasar. Netflix telah menciptakan fenomena global pemenang Academy Award dengan KPop Demon Hunters yang telah menginspirasi penggemar di seluruh dunia dengan musik, penceritaan, dan karakternya yang luar biasa. Netflix berharap dapat membela diri dengan gigih dalam masalah ini,” kata pihak Netflix, dikutip Reallist Media pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Baca Juga: Lagunya Dipakai Pendukung Donald Trump di TikTok, Ariana Grande Murka
Baca Juga: Ardhito Pramono Gugat Sony Music Indonesia Terkait Royalti
Netflix sendiri juga menyatakan bahwa film animasi KPop Demon Hunters merupakan salah satu judul orisinal paling populer dalam sejarah platform tersebut. Soundtrack film ini juga telah menghasilkan lebih dari 15 miliar streaming di seluruh dunia.
Magang
Kahfi Reihan
Jurnalistik, UIN Syarif Hidayatullah
26 Agustus 2026




