REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari kancah musik global. Grup idola K-Pop ternama, Stray Kids, dipastikan tidak akan mengirimkan karya apa pun untuk bersaing dalam ajang penghargaan musik bergengsi Grammy Awards 2027.
Keputusan tersebut akhirnya dikonfirmasi secara langsung oleh pihak agensi yang menaungi mereka, JYP Entertainment, menyusul berbagai spekulasi yang beredar di kalangan penggemar dan penikmat musik internasional.
“Stray Kids tidak mengirimkan karya apa pun ke Grammy,” ucap perwakilan JYP Entertainment, dikutip Reallist Media pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Tak Ungkap Alasan
Kendati demikian, pihak agensi memilih untuk bungkam dan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan spesifik di balik keputusan tersebut.
JYP Entertainment juga enggan berkomentar saat disinggung apakah langkah ini berkaitan dengan polemik pembentukan kategori baru di ajang tersebut, yakni kategori Musik Pop Asia.
Batas Waktu dan Aturan Ketat Grammy
Konfirmasi resmi dari agensi ini dirilis tidak lama setelah media asal Korea Selatan, Sports Kyunghang, melaporkan bahwa Stray Kids melewatkan batas waktu pengajuan karya yang jatuh pada 21 Agustus lalu.
Berdasarkan regulasi ketat yang berlaku di Recording Academy selaku penyelenggara Grammy Awards, karya musik yang tidak didaftarkan atau diajukan secara resmi otomatis tidak akan dipertimbangkan untuk masuk ke dalam daftar nominasi, maupun berpartisipasi dalam bursa pemungutan suara.
Keputusan untuk tidak mendaftarkan karya ini tentu mengundang tanda tanya besar dari publik. Pasalnya, seluruh anggota Stray Kids tahun ini sebenarnya telah menerima kehormatan berupa undangan resmi untuk bergabung dengan Recording Academy sebagai anggota dengan hak suara (voting members).
Status istimewa ini sejatinya memberi mereka hak penuh untuk ikut serta menentukan siapa saja musisi yang layak masuk nominasi dan memenangkan trofi Grammy.
Kontroversi Kategori Musik Pop Asia
Absennya Stray Kids dalam bursa Grammy Awards 2027 semakin memperkuat perbincangan hangat di industri musik global.
Sebelumnya, keputusan Recording Academy untuk menghadirkan kategori khusus “Musik Pop Asia” sempat memicu gelombang keberatan dari berbagai kalangan musisi maupun pengamat.
Banyak pihak mengkhawatirkan dampak dari pengkotak-kotakan atau pembatasan ruang gerak para musisi dan karya mereka ke dalam kategori regional tertentu, alih-alih dinilai secara setara di kategori umum global berdasarkan kualitas musikalitasnya.
BTS Boikot Grammy Awards
Langkah yang diambil oleh Stray Kids ini juga mengingatkan publik pada keputusan serupa yang sebelumnya telah diambil oleh grup global BTS.
Dalam pernyataan bersama di Instagram beberapa waktu lalu, RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook menyatakan bahwa untuk tahun 2027, mereka tidak akan mengirim karya kepada pihak Grammy.
Fans ARMY menyambut langkah tersebut dengan dukungan penuh, menyebutnya sebagai “langkah legendaris” yang menunjukkan keberanian BTS untuk menolak dipisahkan dari panggung musik global.
Respons Recording Academy
Menanggapi kejadian tersebut, CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr., menyampaikan rasa kecewa atas keputusan BTS namun tetap menghormati sikap mereka. Ia menjelaskan bahwa kategori Asian Pop dibuat untuk merayakan kedalaman, keragaman, dan pertumbuhan luar biasa dari seni pop Asia.
Mason menegaskan bahwa penambahan kategori tidak dimaksudkan untuk membatasi, melainkan memperluas pengakuan terhadap karya musisi Asia. Ia juga menekankan bahwa artis tetap bisa masuk dalam kategori utama seperti Album of the Year atau Song of the Year.
Baca juga: Comeback di Pestapora 2026, Syahrini Buka Suara Soal Alasan Vakum 7 Tahun
Baca juga: Joyland Sessions 2026 Hadirkan Slowdive hingga Efek Rumah Kaca
Meski tanpa kehadiran karya mereka di panggung Grammy tahun depan, popularitas dan pengaruh global Stray Kids di industri musik internasional tetap berada di puncak, dibuktikan dengan loyalitas basis penggemar mereka yang tersebar di seluruh penjuru dunia. []




