Uma Bukit Jadi Destinasi Regeneratif Baru di Alila Villas Uluwatu Bali

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Pulau Bali kini memiliki destinasi regeneratif baru melalui Uma Bukit, sebuah farm yang dikembangkan oleh Alila Villas Uluwatu. Lebih dari sekadar kebun, Uma Bukit dirancang sebagai ekosistem hidup di mana alam, edukasi, dan hospitality berpadu.

Tamu diajak untuk merasakan langsung bagaimana praktik regeneratif dijalankan, mulai dari mengolah tanah, memelihara hewan, hingga menikmati hidangan dari hasil panen segar.

Dengan filosofi “Rooted in Nature. From Soil to Soul”, Uma Bukit mengajak pengunjung memahami perjalanan lengkap di balik makanan yang mereka nikmati.

Dari tanah yang sehat, praktik pertanian regeneratif, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, hingga pengalaman kuliner yang penuh makna, setiap elemen dirancang untuk menunjukkan bagaimana alam berkembang ketika setiap organisme memiliki tujuan.

Circular Ecosystem: Tidak Ada yang Terbuang

Di jantung Uma Bukit terdapat sistem sirkular yang memastikan tidak ada limbah organik yang terbuang. Sisa makanan dari resort diolah menjadi kompos kaya nutrisi melalui fasilitas khusus dan larva Black Soldier Fly.

Limbah pertanian dimanfaatkan untuk budidaya jamur, sementara hasil olahan tersebut kembali menyuburkan tanah dan memberi pakan berkelanjutan bagi hewan ternak.

Setiap organisme di Uma Bukit memiliki peran penting. Ayam, bebek, angsa, kalkun, kambing, kelinci, merpati, hingga reptil seperti iguana dan kura-kura Sulcata, semuanya berkontribusi pada regenerasi tanah, siklus nutrisi alami, dan peningkatan biodiversitas.

“Di Uma Bukit, keberlanjutan hadir melalui harmoni alam, di mana setiap makhluk hidup memiliki fungsi dan setiap fungsi berkontribusi pada masa depan yang lebih regeneratif,” kata tim Sustainability Alila, dikutip Reallist Media pada Senin, 28 September 2026.

Kebun Edible Garden: Dari Tanah ke Meja Makan

Uma Bukit juga dilengkapi dengan kebun edible garden yang kaya akan tanaman lokal dan herbal. Chili, kunyit, jahe, lengkuas, aloe vera, lavender, bayam Brazil, talas, dill, jamur tiram, hingga cabai panjang Jawa tumbuh subur di sini.

Banyak dari hasil panen tersebut langsung masuk ke dapur Alila Villas Uluwatu untuk mendukung menu musiman yang menekankan kesegaran, lokalitas, dan sumber yang berkelanjutan.

Lewat keterangan resminya, General Manager Alila Villas Uluwatu, Vincent Durier mengatakan bahwa Uma Bukit merepresentasikan keyakinan pihak Alila bahwa keberlanjutan harus dialami, bukan sekadar diceritakan.

“Setiap panen, setiap hewan, setiap bahan, dan setiap kompos menceritakan kisah tentang hubungan kita dengan alam,” katanya.

“Kami berharap tamu pulang dengan bukan hanya kenangan indah, tetapi juga apresiasi lebih dalam tentang bagaimana tindakan kecil dapat berkontribusi pada masa depan yang lebih sehat,” ucap Vincent.

Pengalaman Edukatif untuk Semua Usia

Uma Bukit dikembangkan sebagai ruang penemuan interaktif bagi tamu dari segala usia. Keluarga dapat menikmati pengalaman memanen bersama, anak-anak belajar tentang biodiversitas melalui aktivitas edukatif, sementara orang dewasa diajak mengikuti sustainability walk, workshop herbal, demonstrasi kompos, hingga pengalaman kuliner farm-to-table.

Dengan pendekatan ini, Uma Bukit tidak hanya mendukung komitmen lingkungan resort, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang menghubungkan tamu dengan alam secara langsung.

Pengelolaan Limbah Organik

Sebagai destinasi wisata internasional, Bali menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah organik. Uma Bukit hadir sebagai solusi inspiratif dengan menerapkan prinsip ekonomi sirkular, mengurangi food waste, menumbuhkan hasil panen segar di lokasi, serta memperkuat biodiversitas.

Melalui inisiatif ini, Alila Villas Uluwatu menegaskan komitmennya terhadap stewardship lingkungan sekaligus menciptakan hubungan bermakna antara tamu, komunitas, dan alam.

Baca juga: HUT ke-39 Swiss-Belhotel International, Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan Diskon Spesial

Baca juga: Hotel Tentrem Jakarta Hadirkan Sensory Art of Dining

Uma Bukit bukan hanya sebuah farm dalam resort, melainkan undangan untuk kembali terhubung dengan tanah, memahami kisah di balik setiap panen, dan menyadari bahwa masa depan luxury hospitality adalah yang memberi kembali kepada alam.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *