Hotel Tentrem Jakarta Hadirkan Sensory Art of Dining

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Tentrem Jakarta memperkenalkan konsep Sensory Art of Dining, sebuah perjalanan kuliner yang menekankan kemewahan bukan hanya dari apa yang terlihat, tetapi dari apa yang dirasakan melalui aroma, tekstur, hingga lapisan rasa yang bertahan lama setelah suapan pertama.

Di bawah arahan Executive Chef Ivan Leonard Mangundap, setiap destinasi kuliner di Tentrem Jakarta menghadirkan identitas unik yang mencerminkan komitmen terhadap kerajinan dan keramahtamahan kelas dunia.

Lewat keterangan tertulisnya, Chef Ivan menegaskan bahwa filosofi kuliner Tentrem Jakarta adalah menghadirkan pengalaman yang melibatkan seluruh indera.

“Kami ingin tamu tidak hanya makan, tetapi merasakan setiap lapisan rasa dan aroma,” kata Chef Ivan, dikutip Reallist Media pada Jumat, 18 September 2026.

“Inilah esensi kemewahan di Tentrem Jakarta, bukan sekadar apa yang disajikan, tetapi bagaimana pengalaman itu membekas,” ujarnya.

Konsep ini diwujudkan melalui empat destinasi kuliner utama: POPULICO, LIN Chinese Restaurant, Kayu Manis, dan Canella. Masing-masing restoran menghadirkan hidangan khas yang dirancang untuk merepresentasikan karakter unik sekaligus filosofi kuliner Tentrem Jakarta.

Di POPULICO, suasana bistro urban yang santai berpadu dengan energi kontemporer. Chef de Cuisine Rully Mandala menghadirkan CrunCheese Burger, sebuah interpretasi berani dari burger klasik.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang familiar namun berbeda. Burger ini bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tekstur yang kontras antara daging, keju, saus rahasia, dan tortilla chips yang renyah,” ucap Rully.

Sementara itu, LIN Chinese Restaurant di level dua menawarkan pengalaman kuliner Kanton yang elegan. Executive Chinese Chef Wong Chee Ken menampilkan Chicken Macadamia, perpaduan ayam lembut dengan kekayaan rasa kacang macadamia.

“Hidangan ini mencerminkan keseimbangan dan presisi khas Kanton, tradisi yang kami jaga namun tetap kami hadirkan dengan sentuhan modern,” kata Wong.

Kayu Manis di level enam menjadi panggung bagi warisan kuliner Indonesia. Sous Chef Yanto Sofyan mempersembahkan Bebek Cibeber, interpretasi kontemporer dari makanan tradisional. Hidangan ini menampilkan dada bebek asap dengan purée jagung, kentang tumbuk, dan saus Cibeber.

“Kami ingin menghadirkan kekayaan rasa Nusantara dengan cara yang elegan, tanpa kehilangan karakter aslinya,” ujar Yanto.

Di level dua puluh, Canella menghadirkan semangat Italia melalui hidangan yang sederhana namun penuh karakter. Chef de Partie Calfien Febrytto memperkenalkan Mortadella Pistachio Pizza.

“Pizza ini sederhana pada dasarnya, tetapi kami angkat dengan bahan premium dan kerajinan tangan. Perpaduan mortadella dan pistachio menciptakan keseimbangan rasa yang elegan,” ucap Calfien.

Keempat destinasi kuliner ini memperlihatkan filosofi Tentrem Jakarta bahwa kemewahan tidak hanya hadir di atas piring, tetapi juga dalam pengalaman yang melibatkan seluruh indera.

Dari karakter berani POPULICO, warisan Indonesia di Kayu Manis, kehalusan tradisi Kanton di LIN, hingga semangat Italia di Canella, semuanya dirancang untuk meninggalkan kesan mendalam.

Hotel Tentrem Jakarta menegaskan bahwa setiap hidangan adalah cerita tentang kerajinan, warisan, dan kemewahan.

Baca juga: Profil dan Perjalanan Karier Eugene Panji, Sutradara Video Klip, Film dan Pebisnis Kuliner

Baca juga: Festival Pesta Timuran Jaksel 2026 Bakal Hadirkan Musik hingga Kuliner Khas

“Luxury is beyond the plate. It is about what you feel, remember, and experience,” tutur Chef Ivan Leonard Mangundap. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *