Unit Rock Mudgarden Perkenalkan Diri Lewat Single Debut, Berag

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Dunia permusikan Tanah Air kembali disapa oleh angin segar. Di tengah gempuran tren musik digital yang belakangan ini kerap didominasi oleh formula pop instan dan melankolis, sebuah band pendatang baru bernama Mudgarden hadir menggebrak.

Membawa energi rock yang mentah, jujur, dan apa adanya, unit rock yang diisi oleh tiga remaja belia ini resmi memperkenalkan diri lewat single perdana mereka yang bertajuk Berag.

Hebatnya, Mudgarden bukanlah band yang diisi oleh musisi kawakan, melainkan trio anak muda yang rata-rata baru menginjak usia 17 tahun. Meski masih sangat muda, mereka memilih untuk mendobrak batasan, menolak terjebak dalam pakem industri yang kaku, dan berani tampil beda.

Filosofi Nyeleneh di Balik Judul Kontroversial

Sejak pertama kali dilepas ke publik, lagu Berag langsung memancing rasa penasaran sekaligus menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dan skena musik alternatif lokal.

Judulnya memang terdengar nyeleneh, bahkan mungkin sedikit kontroversial bagi sebagian orang. Namun, justru di situlah letak daya tarik utamanya.

Di balik pemilihan judul yang kerap mengundang gelak tawa dan keheranan ini, single Berag rupanya menyimpan filosofi psikologis yang mendalam dan sangat dekat dengan realitas kehidupan anak muda, khususnya soal dinamika percintaan.

“Perumpamaan dalam lagu ini sebenarnya menggambarkan situasi mental seseorang ketika sedang merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya, atau saat terjebak dalam perasaan yang terpendam,” kata pihak manajemen Mudgarden, dikutip Reallist Media pada Jumat, 2 September 2026.

“Filosofi sederhananya: semakin perasaan itu ditahan dan disembunyikan, maka ia akan semakin terasa menyesakkan dada. Kadang satu-satunya jalan keluar agar lega adalah dengan melepaskannya begitu saja, tanpa perlu overthinking,” kata mereka.

Sikap tanpa pretensi ini menjelma menjadi fondasi karakter Mudgarden. Mereka ingin membuktikan bahwa musisi muda memiliki kebebasan penuh untuk berekspresi secara mengalir dan jujur.

Campur Tangan Musisi Senior dan Dedikasi untuk Mendiang Lucky Widja

Di balik garangnya lagu Berag, terdapat proses kreatif panjang yang melibatkan figur-figur penting industri musik. Lagu ini ditulis dan dikomposeri secara apik oleh Adit Element, yang juga duduk di kursi Music Producer.

Lewat tangan dinginnya, Adit berhasil meramu elemen rock klasik bertenaga dengan sentuhan modern yang segar, membuat lagu ini sangat pas di telinga pendengar lintas generasi.

Fakta haru sekaligus membanggakan juga mengiringi lahirnya band ini. Proyek pendirian Mudgarden pada awalnya merupakan inisiatif dari mendiang Lucky Widja, yang bertindak sebagai produser sebelum beliau berpulang.

Semangat dan visi almarhum inilah yang kemudian menjadi bensin penggerak bagi tim produksi untuk menyelesaikan lagu ini dengan penuh dedikasi.

Untuk urusan audio, Mudgarden tidak main-main. Proses rekaman drum dan bass dieksekusi secara live di Bros Studio demi mengejar resonansi suara yang natural dan menghentak. Sementara itu, departemen gitar dan vokal direkam dengan detail di Defjones Studio.

Tahap krusial seperti mixing dan mastering dipercayakan kepada Jones Roma, memastikan setiap frekuensi terdengar matang berstandar profesional, tanpa harus menghilangkan nyawa ‘garang’ khas rock akar rumput.

Trio Remaja dengan Musikalitas Matang

Sebagai motor penggeraknya, Mudgarden digawangi oleh tiga personel berbakat yang saling melengkapi Mereka adalah Firza (drum) yan bertugas memberikan ketukan ritmis yang stabil dan bertenaga, menjadi jantung penggerak dinamika lagu.

Kemudian ada Nelson Zaky (vokal & gitar), sosok frontman yang tak hanya membawakan karakter vokal penuh emosi, tapi juga piawai mengisi ruang melodi gitar yang liar namun tetap terarah, serta Bagas (bass) yang memberikan fondasi low-end tebal, menyatu sempurna dengan ketukan drum hingga menciptakan groove rock yang adiktif.

Kombinasi ketiganya di studio maupun di atas panggung membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Ego masing-masing instrumen berhasil dilebur menjadi satu kesatuan yang mengingatkan kita pada era kejayaan band rock alternatif masa lalu, di mana keintiman bermain secara langsung lebih diutamakan ketimbang manipulasi digital berlebih.

Didukung Ekosistem Profesional dan Visual yang Rebel

Kesuksesan peluncuran single ini tak lepas dari kerja keras tim di balik layar. Ada Andra Daradjatun selaku Executive Producer yang memayungi visi besar band ini. Dari sisi visual dan branding, Gusti (Brand Development & Artwork) dan Aura Khansa (Social Media Treatment) memastikan identitas Mudgarden tersampaikan dengan bahasa yang relevan bagi Gen Z.

Tak cuma sajian audio, Mudgarden juga memanjakan mata lewat video musik resmi garapan sutradara Drewgon dari Nowdays Outdoor Production, yang sukses menangkap estetika rebel para personel. Ditambah lagi dengan bidikan kamera otentik dari Gil.tri selaku fotografer resmi. Langkah awal mereka juga makin kokoh berkat dukungan dari Studio Motor dan Zipcoffee Official.

Lewat perilisan single Berag, Mudgarden telah resmi menancapkan taring di peta industri musik rock Indonesia. Mereka bukan sekadar band proyekan sesaat yang mencari sensasi dari judul lagu, melainkan musikus belia yang siap mengeksplorasi batas kreativitas tanpa rasa takut.

Melihat energi, semangat, serta ekosistem profesional yang mengawal mereka hari ini, Firza, Nelson, dan Bagas sepertinya sudah berada di jalur yang tepat untuk menjadi ikon baru kebanggaan skena rock alternatif masa depan Indonesia.

Baca juga: Jadi Bagian Gerakan No Music On a Dead Planet, Daniel Rumbekwan Rilis Single Rumput Liar

Baca juga: The Brandals Angkat Tema Sosial Politik di Album Oposisi

Saat ini, single Berag milik Mudgarden telah didistribusikan secara luas di bawah naungan label AD Record dan sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital semisal Spotify, Apple Music, YouTube Music dan lainnya. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *