Unit Shoegaze Asal Bogor, Pineline Rilis Mini Album Pressure

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Unit shoegaze asal Bogor, Pineline, meluncurkan mini album debut mereka yang bertajuk Pressure pada 14 Agustus 2026. Mini album berisi empat lagu ini dirilis secara digital melalui label Tromagnon Records.

Pineline sendiri beranggotakan Egi Ramdhani pada gitar dan vokal, Raffi Raya Malik pada gitar dan vokal, Zulfarel Fajrian pada bass, serta Muhammad Abiem Fadillah pada drum.

Mini album Pressure menjadi cara bagi Pineline untuk merangkum berbagai perasaan yang kerap dirasakan oleh generasi mereka, mulai dari sedih, cemas, gelisah, hingga bimbang.

Dari sisi lirik, Pineline memilih pendekatan yang lebih personal agar pesan dalam lagu bisa lebih mudah tersampaikan kepada pendengar. Hal tersebut juga terlihat dari cara mereka menulis lirik secara lugas tanpa terlalu banyak menggunakan metafora yang sulit dimengerti.

Pressure ini berisi tentang sebuah perasaan negatif, ya, kayak gelisah, sedih, bingung, dan cemas. Liriknya semua dari kisah personal, semoga relate dan musik dream pop/indie rock/shoegaze mungkin yang pas untuk EP ini,” ujar Egi, dikutip Reallist Media pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Salah satu trek yang menjadi daya tarik dalam Pressure adalah Unease. Lagu tersebut merupakan karya paling baru yang dibuat Pineline dan sebelumnya belum pernah mereka bawakan secara langsung.

Selain Unease, trek Moonshine juga cukup menarik perhatian karena arah liriknya yang sekilas terasa lebih memberikan harapan. Namun, lagu tersebut sebenarnya merupakan analogi dari sebuah perasaan yang dirasakan oleh penulisnya.

“Jadi Moonshine itu analogi dari teman yang menemani gua pas malam hari, udah gitu aja sih. Kenapa memilih Moonshine untuk dijadikan analogi, karena menurut gua cahaya bulan itu jarang diingat. Orang sering melupakan cahaya bulan mungkin karena ketika malam mereka beraktivitas di dalam ruangan, di depan layar komputer atau handphone, atau karena di luar cahaya bulan yang lembut kalah terang dengan lampu buatan manusia di sekitar kita,” tutur Zulfarel.

Sebelumnya, Pineline telah merilis single perdana berjudul Time pada Januari 2026. Namun, berbeda dari perilisan musik pada umumnya, Pineline memilih untuk tidak memasukkan Spotify sebagai salah satu Digital Streaming Platform (DSP) untuk perilisan single maupun mini album mereka.

“Untuk Spotify, dari sebelum mini album kita sempat rilis single demo juga nggak naik di Spotify. Kita cuma nggak mau musik kami bersangkutan dengan investasi teknologi militer yang dilakukan oleh pendiri Spotify. Sebagai sikap kami terhadap genosida di seluruh dunia,” ucap Abiem.

Baca Juga: Feel Koplo Resmi Rilis Maxi Single .dom dalam Format Audio Visual

Baca Juga: Jennie BLACKPINK Lepas Album Fallen Angel dalam Dua Versi

Seluruh proses produksi Pressure dilakukan di Ben’s Co Records Studio, Bogor, dengan dioperasikan oleh Deni Noviandi atau yang akrab disapa Wak Denol. Ia juga turut mengerjakan proses mixing dan mastering untuk mini album tersebut.

Magang
Kahfi Reihan
Jurnalistik, UIN Syarif Hidayatullah
30 Agustus 2026

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *