Jakarta – Film drama keluarga terbaru berjudul Kupeluk Kamu Selamanya produksi Kuy Studios dan Aktina Film menghadirkan kisah yang menyentuh hati tentang perjuangan orangtua, cinta tanpa syarat, dan dilema hak asuh anak.
Disutradarai oleh Pritagita Arianegara, film ini dibintangi oleh Hana Malasan, Ibnu Jamil, Fanny Ghassani, serta aktor cilik Jared Ali.
Film ini diagendakan tayang di jaringan bioskop Indonesia pada 30 April 2026 mendatang.
Sinopsis Film Kupeluk Kamu Selamanya
Kisah dimulai dengan Naya (Hana Malasan), seorang ibu tunggal yang membesarkan putranya, Aksa (Jared Ali), dengan penuh pengorbanan. Naya digambarkan sebagai sosok yang kuat, tegar, dan penuh kasih, meski harus menghadapi berbagai keterbatasan.
Ia bekerja keras demi memastikan Aksa mendapatkan kehidupan yang layak, pendidikan yang baik, serta perawatan medis yang memadai karena Aksa memiliki kondisi kesehatan yang serius.
Di balik senyum dan keteguhan Naya, tersimpan rasa rapuh yang jarang ia tunjukkan. Film ini menyoroti bagaimana seorang ibu sering kali dituntut untuk selalu sempurna, padahal ia juga manusia yang membutuhkan dukungan.
Poster resmi film yang menampilkan pelukan hangat menjadi simbol bahwa seorang ibu pun berhak menunjukkan kelemahannya.
Perebutan Hak Asuh
Konflik utama muncul ketika Bagaskara (Ibnu Jamil), ayah kandung Aksa, kembali hadir dalam kehidupan mereka. Bagaskara ingin memperjuangkan hak asuh anaknya.
Pertarungan hak asuh ini bukan sekadar soal hukum, melainkan juga soal ego, luka masa lalu, dan perbedaan pandangan tentang cara membesarkan anak.
Meski keduanya berselisih, baik Naya maupun Bagaskara tetap berusaha hadir untuk Aksa. Film ini menampilkan dilema emosional, yakni bagaimana orangtua yang terpisah harus menyingkirkan ego demi kebahagiaan anak.
Perjuangan Aksa
Di tengah konflik orangtuanya, Aksa harus berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Kondisi kesehatan Aksa menjadi titik balik bagi Naya dan Bagaskara.
Mereka menyadari bahwa cinta kepada anak seharusnya lebih besar daripada pertengkaran mereka. Aksa menjadi simbol harapan, pengingat bahwa anak adalah korban dari ego orang dewasa.
Aktor cilik Jared Ali mendapat pujian dari sutradara Pritagita Arianegara karena mampu menghadirkan emosi yang kuat. Jared berhasil membuat lawan mainnya, para aktor dewasa, lebih mendalami peran mereka. Kehadiran Aksa menjadi pusat cerita yang mengikat seluruh konflik dan emosi film.
Karakter dan Peran
- Naya (Hana Malasan): Ibu tunggal yang penuh perjuangan, menghadapi dilema antara mempertahankan hak asuh dan memberikan kebahagiaan bagi anaknya.
- Bagaskara (Ibnu Jamil): Ayah yang ingin kembali hadir dalam hidup anaknya, berusaha membuktikan bahwa ia juga mampu menjadi orangtua yang baik.
- Aksa (Jared Ali): Anak yang menjadi pusat konflik, sekaligus simbol cinta tanpa syarat.
Fanny Ghassani, Nissy Meinard, Iyas Lawrence, Vonny Anggraini, Mario Irwinsyah, Yurike Prastika, Leroy Osmani turut masuk dalam daftar karakter pendukung yang memperkaya dinamika cerita, menghadirkan perspektif keluarga dan lingkungan sekitar.
Cinta Tanpa Syarat
Film ini mengangkat tema Cinta Tanpa Syarat, menyoroti bagaimana cinta orangtua kepada anak seharusnya tidak bergantung pada kondisi, status, atau ego pribadi. Pesan moral yang ingin disampaikan adalah pentingnya empati, komunikasi, dan pengorbanan dalam keluarga.
Menurut produser Dinda Hauw, film ini relevan dengan realita banyak ibu tunggal di Indonesia. Ia menekankan bahwa anak sering kali menjadi korban dari konflik orang dewasa. Film ini diharapkan menjadi refleksi bagi penonton tentang pentingnya peran orangtua dalam memberikan cinta yang besar.
Produksi dan Kolaborasi
Film ini menjadi debut layar lebar Kuy Studios, diproduseri oleh Dara Dwitanti dan Dinda Hauw, serta disutradarai oleh Pritagita Arianegara. Kolaborasi perdana Sean Gelael dan Angga Dwimas Sasongko sebagai produser eksekutif menambah kekuatan produksi.
Dengan jajaran aktor dan kru yang solid, film ini diharapkan mampu menghadirkan drama keluarga yang menyentuh hati sekaligus relevan dengan kehidupan nyata banyak orang.
Film Kupeluk Kamu Selamanya adalah film yang mengajak penonton untuk merenungkan arti cinta tanpa syarat dalam keluarga. Dengan konflik perebutan hak asuh, perjuangan anak melawan penyakit, serta refleksi tentang ego orangtua, film ini menghadirkan kisah yang emosional dan penuh makna.
Film ini bukan hanya hiburan, tetapi juga refleksi sosial tentang pentingnya empati, komunikasi, dan pengorbanan dalam keluarga.
Baca juga: Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Bakal Tayang di 86 Negara
Baca juga: Sinopsis Film Kupilih Jalur Langit Kisah Pernikahan Diangkat dari TikTok Elizasifaa
Dengan kampanye Cinta Tanpa Syarat, film ini diharapkan mampu menyentuh hati penonton dan memberikan inspirasi bagi banyak keluarga di Indonesia. []

