Jakarta – Aktris Halle Bailey kembali mengenang pengalaman penuh tantangan ketika memerankan Ariel dalam film live-action Disney The Little Mermaid. Tiga tahun setelah perilisan film tersebut, Bailey menceritakan bagaimana dirinya menghadapi reaksi rasisme dari sebagian netizen, sekaligus bagaimana pengalaman itu membentuk dirinya sebagai pribadi dan artis.
Mengutp laman Variety, Bailey mengaku sempat menjadi sasaran pelecehan online setelah Disney mengumumkan dirinya sebagai pemeran Ariel. Kritik muncul dari sebagian penggemar yang menolak kehadiran aktris kulit hitam sebagai karakter ikonik Disney.
Tagar #NotMyAriel bahkan sempat menjadi tren di platform X, memperlihatkan besarnya perdebatan publik.
Meski demikian, Bailey menegaskan bahwa ia tidak menyimpan pandangan buruk terhadap proses perilisan film tersebut. Dalam wawancara dengan The Independent, ia menyebut pengalaman itu sebagai sesuatu yang indah dan penuh pelajaran.
“The Little Mermaid adalah pengalaman yang indah bagi saya, dan saya merasa seperti itu mengajari saya untuk mendengarkan diri saya sendiri dan suara-suara baik di dalamnya. Saya belajar bagaimana mengabaikan kebisingan,” ujar Halle Bailey, dikutip Reallist Media pada Rabu, 8 April 2026.
Bailey mengaku sempat bingung berada di tengah perbincangan publik dengan banyak pendapat yang saling bertentangan. Namun, ia merasa terbebaskan karena bisa melihat dirinya sendiri dari perspektif baru.
“Tumbuh di industri ini benar-benar bisa mengembangkan rasa diri, dan bagi saya, itu membuat saya tetap membumi dengan cara tertentu,” katanya.
Untuk menjaga ketenangan di tengah sorotan Hollywood, Bailey sering mencari keteduhan di alam. Ia menekankan pentingnya perspektif agar tidak terjebak dalam hiruk-pikuk industri hiburan.
“Saya ada di sini sebuah berkah, dan saya bersyukur bisa bermusik dan berakting, tetapi pada saat yang sama, ini bukanlah hal terpenting dalam hidup. Yang penting tetap membumi, dan menjaga orang-orang yang kita cintai,” tutur Halle Bailey.
Beberapa bulan sebelum film The Little Mermaid tayang di bioskop pada Mei 2023, Bailey sudah memperkirakan akan menghadapi reaksi rasis. Ia menyebut bahwa sebagai orang kulit hitam, hal itu tidak lagi mengejutkan.
Ia juga mengingat pesan Beyoncé saat dirinya dan Chlöe Bailey bergabung dengan Parkwood, untuk tidak pernah membaca komentar dan Jangan pernah membaca komentar.
Dukungan keluarga juga menjadi faktor penting bagi Bailey dalam menghadapi reaksi negatif. Kakek dan neneknya berbagi pengalaman mereka tentang rasisme dan diskriminasi sepanjang hidup. Kata-kata penyemangat dari keluarga membuat Bailey semakin kuat.
“Kamu tidak mengerti apa dampak ini bagi kami, bagi komunitas kami, bagi semua gadis kecil kulit hitam dan cokelat yang akan melihat diri mereka dalam dirimu,” ujar Halle Bailey.
Pengalaman Halle Bailey dalam memerankan Ariel bukan hanya soal peran di layar, tetapi juga simbol representasi.
Baca juga: Gigi Hadid Tanggapi Rumor Punya Hubungan dengan Jeffrey Epstein
Baca juga: Kenapa Avenged Sevenfold Disebut Band Zionis
Kehadirannya membuka ruang bagi diskusi lebih luas tentang keberagaman di industri hiburan, sekaligus memberi inspirasi bagi generasi muda kulit hitam dan cokelat untuk melihat diri mereka dalam karakter ikonik Disney. []

