Jakarta – Pentagon akhirnya merilis dokumen rahasia yang selama puluhan tahun memicu spekulasi publik terkait penampakan objek terbang tak dikenal atau UFO.
Mengutip informasi dari laman AFP, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan bahwa berkas-berkas tersebut kini dapat diakses masyarakat melalui situs resmi Departemen Pertahanan.
“Berkas-berkas ini, yang selama ini tersembunyi di balik status klasifikasi rahasia, telah lama memicu spekulasi yang beralasan dan sudah saatnya rakyat Amerika melihatnya sendiri,” ucap Pete Hegseth, dikutip Reallist Media pada Minggu, 10 Mei 2026.
Lebih dari 160 dokumen dirilis, sebagian berasal dari era 1940-an. Salah satu berkas dari Desember 1947 berisi laporan tentang “piring terbang”, sementara laporan intelijen Angkatan Udara pada November 1948 mencatat penampakan “pesawat tak dikenal”.
Dokumen lain mendokumentasikan insiden tahun 2023, ketika tiga tim agen federal secara independen melaporkan melihat “bola oranye di langit yang memancarkan atau meluncurkan bola merah lebih kecil”. Pentagon kini secara resmi menyebut UFO sebagai Unidentified Anomalous Phenomena (UAP).
Langkah ini mengikuti perintah Presiden AS Donald Trump pada Februari 2026, yang meminta badan-badan federal mengidentifikasi dan merilis dokumen terkait UFO dan alien. Trump menyebut keputusan tersebut diambil karena tingginya minat publik.
Pada saat yang sama, ia menyinggung komentar mantan Presiden Barack Obama dalam sebuah podcast yang viral, di mana Obama mengatakan bahwa “mereka nyata, tapi saya belum pernah melihat mereka dan mereka tidak disimpan di Area 51.” Trump menilai pernyataan itu sebagai pengungkapan informasi rahasia.
Meski dokumen-dokumen ini menambah daftar panjang laporan penampakan, hingga kini belum ada bukti yang mengonfirmasi keberadaan kehidupan cerdas di luar Bumi. Minat terhadap UFO memang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di tengah kekhawatiran bahwa fenomena tersebut bisa jadi merupakan uji coba teknologi canggih dari pihak lawan.
Pentagon sendiri pada Maret 2024 pernah menegaskan bahwa mereka tidak memiliki bukti UAP adalah teknologi alien, dengan banyak penampakan ternyata hanya balon cuaca, pesawat mata-mata, satelit, atau aktivitas normal lainnya.
Baca juga: Fenomena Pink Moon dan Hujan Meteor Lyrids Muncul di Langit Indonesia pada April 2026
Baca juga: Komet Paskah Berpotensi Terlihat di Indonesia pada Awal April 2026
Rilis dokumen ini menandai babak baru transparansi pemerintah AS dalam isu UFO. Publik kini memiliki kesempatan untuk menelaah sendiri catatan resmi yang selama ini menjadi bahan spekulasi, sekaligus membuka ruang diskusi lebih luas mengenai fenomena yang masih menyisakan misteri. []
