Cinta Laura Bintang Serial Mahal, Sleeping with the Enemy dari WeTV

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Platform streaming global WeTV kembali mencetak gebrakan besar di penghujung tahun 2026. Berkolaborasi dengan rumah produksi ternama Hitmaker Studios, WeTV menggelar malam gala premiere yang meriah untuk serial original terbarunya yang bertajuk Sleeping with the Enemy.

Acara peluncuran eksklusif ini dihelat di Cinépolis Cinemas Senayan Park, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026 kemarin.

Mengusung genre drama thriller dengan balutan unsur misteri, intrik keluarga yang pelik, serta sentuhan dark romance, serial ini digadang-gadang sebagai salah satu tayangan paling diantisipasi tahun ini.

Terlebih di kursi sutradara duduk nama besar Rizal Mantovani, yang dikenal piawai meracik visual megah dan ketegangan psikologis yang intens.

Antusiasme publik kian memuncak karena deretan bintang papan atas Indonesia didapuk sebagai pemeran utama. Sebut saja Cinta Laura Kiehl, Anthony Xie, Randy Martin, hingga Ersya Aurelia yang siap membius penonton lewat akting emosional dan penuh intrik.

Alur cerita dalam serial Sleeping with the Enemy berpusat pada karakter Aruna Wirawan, yang diperankan secara memukau oleh Cinta Laura Kiehl. Aruna harus menelan kenyataan pahit ketika orang tuanya kehilangan nyawa akibat kejahatan yang dilakukan oleh keluarga Sastranegara.

Didorong oleh rasa sakit dan tekad membaja untuk membersihkan nama sang ayah serta menuntut keadilan, Aruna menyusun rencana matang. Ia menanggalkan identitas lamanya dan menyamar sebagai perempuan bernama Clara Aveline von Morgenstern.

Dengan topeng barunya, Clara berhasil memikat hingga menikahi Revan Sastranegara (diperankan oleh Anthony Xie). Tujuannya satu, yakni menghancurkan keluarga Sastranegara dari dalam.

Namun, rencana yang telah disusun rapat-rapat mulai goyah tatkala ia semakin dekat dengan Adrian (Randy Martin), yang tak lain adalah suami dari Sheryl Sastranegara (Ersya Aurelia). Situasi ini membuat benang kusut intrik keluarga tersebut semakin rumit dan berbahaya.

Febriamy Hutapea selaku Country Head WeTV Indonesia sekaligus Executive Producer mengungkapkan bahwa serial ini menawarkan lebih dari sekadar kisah balas dendam biasa.

“WeTV Original Sleeping with the Enemy memang mengangkat tema balas dendam, tapi sebenarnya ceritanya jauh lebih dalam dari itu,” ucap Febriamy Hutapea, dikutip Reallist Media pada Jumat, 6 November 2026.

“Ini tentang seorang perempuan yang pernah kehilangan segalanya, tapi memilih untuk tidak terus menjadi korban. Dia bangkit, menyusun strategi, dan berusaha mengambil kembali kendali atas hidupnya,” ujar dia.

Ia menambahkan bahwa daya tarik utama serial ini terletak pada pergulatan psikologis karakternya. Penonton tidak hanya diajak menebak-nebak cara sang tokoh utama membalas dendam, melainkan juga menguji ketahanannya dalam sebuah permainan berbahaya yang diciptakannya sendiri.

Sementara itu, CEO Hitmaker Studios sekaligus Produser, Rocky Soraya, membeberkan ambisi besar di balik pembuatan serial ini.

Menurutnya, serial Sleeping with the Enemy diproduksi dengan standar kualitas internasional agar bisa dinikmati tidak hanya oleh penonton tanah air, tetapi juga penonton global di berbagai negara tempat WeTV mengudara.

“Dengan Sleeping with the Enemy ini, menjadi series termahal untuk memaksimalkan series-nya yang memiliki international look, semoga bisa dinikmati masyarakat di Indonesia dan juga di seluruh dunia,” kata Rocky.

Sutradara Rizal Mantovani juga memberikan pandangannya mengenai kompleksitas moral yang akan disajikan kepada penonton. Ia ingin penonton tidak sekadar menjadi pengamat pasif, melainkan ikut hanyut dan mempertanyakan integritas para karakter di sepanjang cerita.

“Kita mungkin merasa dekat dengan satu karakter, memahami lukanya, dan mendukung pilihannya. Namun, setelah melihat tindakannya, kita bisa mulai ragu dan mempertanyakan apakah kita masih bisa membelanya. Saya ingin rasa penasaran itu terus berkembang,” tutur Rizal.

Bagi Cinta Laura Kiehl, proyek ini memberikan ruang eksplorasi akting yang sangat luas dan menyenangkan. Memerankan dua kepribadian dalam satu tubuh tentu bukan perkara mudah.

“Dari semua project yang aku lakukan, ini yang paling menyenangkan. Semua lawan main aku sangat membantu saat aku harus memerankan dua karakter yang berbeda, yaitu Aruna dan Clara. Aku tidak pernah merasa tidak aman, karena kami banyak diskusi saat harus melakukan sebuah adegan agar bisa memberikan yang terbaik,” kata Cinta.

Ia juga memuji kontribusi lawan mainnya, Anthony Xie dan Randy Martin, yang membantunya menyeimbangkan sisi logis dan strategis ala Clara dengan sisi rapuh serta lembut dari sosok aslinya sebagai Aruna.

Kemegahan cerita ini turut diperkuat oleh barisan aktor dan aktris pendukung berkualitas. Putri Patricia dipercaya memerankan Rosa, sosok ibu sekaligus partner strategi bagi Clara.

Sementara itu, Aruma Khadijah hadir sebagai Ellie, sahabat setia Clara. Keduanya bahkan menjalani latihan khusus bersama Cinta untuk membangun kedekatan emosional yang natural di layar.

Dinamika keluarga Sastranegara juga semakin hidup berkat kehadiran Shinta Bachir sebagai Livia dan Karan Sukarno Walia sebagai Dharma. Tidak ketinggalan, Max Metino yang membagikan keahlian bela diri dalam sesi workshop laga bersama Mike Ethan, siap menyuguhkan aksi laga yang memukau dalam serial ini.

Bersamaan dengan malam puncak pemutaran perdana tersebut, pada 3 November 2026 WeTV secara resmi merilis trailer perdana yang memperlihatkan sekilas ketegangan, air mata, dan intrik psikologis yang akan menemani perjalanan Aruna.

Baca juga: Marvel Umumkan Serial Zodiac, Siap Tayang di Disney+ pada 2028

Baca juga: Sinopsis Film Seribu Bayang Purnama, Dibintangi Marthino Lio dan Tayang di Vidio

Serial WeTV Original Sleeping with the Enemy dijadwalkan hadir sepanjang 10 episode. Para penonton setia WeTV dapat menikmati episode-episode baru yang tayang secara rutin setiap hari Jumat hingga Minggu, mulai 13 November 2026 eksklusif di aplikasi WeTV. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *