REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Dinamika hubungan interpersonal kembali diangkat ke dalam ranah seni suara melalui karya kolaborasi terbaru antara penyanyi pop Stevan Pasaribu dan komposer maestro Andi Rianto.
Melalui single terbaru yang diberi judul siapa yang tahan, kedua musisi ini menghadirkan sebuah narasi mengenai batas toleransi psikologis dalam menghadapi hubungan asmara yang tidak lagi sehat (toxic relationship).
Terinspirasi Realitas Psikologis
Lagu ini berangkat dari realitas psikologis ketika seseorang memilih bertahan bukan lagi atas dasar kebahagiaan, melainkan karena ekspektasi semu bahwa kondisi hubungan dapat kembali membaik.
Namun, ketika upaya menjaga keharmonisan berjalan secara sepihak dan disertai tekanan emosional, individu tersebut dihadapkan pada titik jenuh yang menuntut sebuah keputusan definitif.
Eksplorasi Tema Hubungan Sepihak
Proses kreatif penulisan karya ini dikerjakan secara kolaboratif oleh Andi Rianto, Stevan Pasaribu, dan Kamga. Lirik yang dihadirkan menyoroti kompleksitas menghadapi pasangan yang memiliki ego tinggi serta ketegasan pendirian yang destruktif.
Nuansa kepedihan tersebut diekspresikan secara eksplisit melalui penggalan-penggalan lirik dalam lagu.
Lewat keterangan tertulisnya, Stevan Pasaribu menjelaskan bahwa lagu ini merepresentasikan pengalaman universal tentang keberanian seseorang untuk mengakui batasan diri setelah terlalu lama bertahan dalam relasi yang merugikan secara mental.
“Lewat lagu ini, aku ingin menyampaikan cerita tentang seseorang yang sudah terlalu lama bertahan dalam sebuah hubungan yang sebenarnya sudah banyak melukainya,” tutur Stevan Pasaribu, dikutip Reallist Media pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
“Kadang kita bertahan bukan karena semuanya masih baik-baik saja, tapi karena masih berharap keadaan bisa berubah. Sampai akhirnya kita sadar bahwa hubungan itu nggak bisa diperjuangkan sendirian. Buat aku, ‘siapa yang tahan’ bukan cuma tentang berakhirnya sebuah hubungan, tapi tentang keberanian untuk mengakui bahwa kita juga punya batas dan berhak memilih diri sendiri,” ujar dia.
Musikalitas Orkestra Berstandar Internasional
Dari aspek aransemen musik, kolaborasi ini memadukan karakter vokal khas Stevan Pasaribu dengan sentuhan gubahan megah dan sinematik yang menjadi ciri khas Andi Rianto. Guna memperkuat bobot emosional karya tersebut, penggarapan departemen orkestrasi dipercayakan kepada Budapest Scoring Orchestra.
Keterlibatan orkestra internasional ini memberikan dimensi sonik yang mendalam, menegaskan bahwa narasi lagu ini tidak sekadar bertumpu pada kisah perpisahan konvensional, melainkan sebuah refleksi atas kesadaran bahwa integritas diri harus diutamakan di atas kesetiaan yang tidak dihargai.
Visualisasi Naratif di Video Klip
Pesan moral dan emosional dari lagu ini turut diterjemahkan ke dalam bentuk audio-visual melalui penayangan video musik resmi. Alur cerita dalam video tersebut menggambarkan relasi sepasang kekasih yang diwarnai oleh sikap posesif, pengekangan, hingga pengkhianatan berupa perselingkuhan.
Konflik berlapis ini mempertegas alasan psikologis mengapa karakter utama dalam cerita tersebut akhirnya memilih untuk melepaskan diri dari ikatan yang membelenggu.
Baca juga: Unit Rock Mudgarden Perkenalkan Diri Lewat Single Debut, Berag
Baca juga: Jadi Bagian Gerakan No Music On a Dead Planet, Daniel Rumbekwan Rilis Single Rumput Liar
Saat ini, single siapa yang tahan milik Stevan Pasaribu dan Andi Rianto sudah bisa didengarkan di berbagai platform layanan streaming musik digital.
Sementara video musiknya dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Stevan Pasaribu Musica Official. []




