Jakarta – Musisi asal Kuba, Alfred Matos, resmi merilis single terbaru berjudul Kau Selalu di Hatiku. Karya ini menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya karena untuk pertama kalinya ia menghadirkan lagu dalam bahasa Indonesia, sekaligus memperkuat arah musikalnya sebagai artis dengan pendekatan lintas budaya.
Single ini menghadirkan kolaborasi dengan penyanyi asal Singapura, Syakirah Noble. Perpaduan bahasa Spanyol dan bahasa Indonesia dalam satu lagu tidak hanya menyatukan dua bahasa, tetapi juga dua karakter vokal dan latar budaya berbeda. Hasilnya adalah harmoni yang segar sekaligus emosional.
Perjalanan Alfred Matos
Alfred, yang memiliki nama lengkap Alfredo Matos Medel, berasal dari Granma-Bayamo, Kuba. Ia pindah ke Havana pada 2011 untuk menekuni dunia musik secara profesional. Sejak itu, kariernya berkembang melalui berbagai penampilan di venue musik, festival, hingga program televisi di Kuba.
Identitas musikalnya terbentuk dari akar Latin—salsa, bachata, reggaeton—yang dipadukan dengan sentuhan pop modern.
Ia pernah bekerja sama dengan komposer legendaris Kuba, Edesio Alejandro, serta banyak terinspirasi oleh musisi seperti Luis Fonsi, Leoni Torres, dan Alexandre Pires.
Tema dan Pesan Lagu
Single Kau Selalu di Hatiku mengangkat tema cinta jarak jauh, tentang bagaimana perasaan tetap bertahan meski dipisahkan oleh jarak dan waktu. Menurut Alfred dan Syakirah, lagu ini lahir dari keinginan menghadirkan cerita cinta sederhana namun dekat dengan banyak orang.
“(Lagu) ‘Kau Selalu di Hatiku’ adalah tentang cinta yang tidak dibatasi jarak dan bahasa,” ucap Alfred Matos dan Syakirah Noble, diutip Reallist Media pada Sabtu, 16 Mei 2026.
“Kami ingin lagu ini menjadi pengingat bahwa perasaan yang tulus akan selalu menemukan jalannya,” ujar mereka.
Syakirah, dengan latar belakang multikultural—Indonesia, Inggris, dan Cina—membawakan bagian berbahasa Indonesia dengan nuansa emosional yang lembut. Sementara Alfred menghadirkan warna Latin melalui lirik berbahasa Spanyol.
Keduanya bertemu dalam chorus yang menjadi titik emosional utama lagu ini, simbol pertemuan dua dunia yang berbeda namun saling melengkapi.
Produksi dan Eksplorasi Baru
Proses produksi lagu ini melibatkan musisi dari Bali dan Jakarta. Mixing dan mastering dilakukan oleh Sumantri Limin dengan teknologi Dolby Atmos, menghasilkan kualitas audio yang imersif.
Bagi Alfred, merilis lagu dalam bahasa Indonesia adalah pengalaman baru penuh tantangan. Ia harus mempelajari pengucapan serta nuansa bahasa agar tetap natural. Namun, proses tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan budaya.
Fokus Asia Tenggara
Saat ini, Alfred mulai memperluas kariernya ke Asia Tenggara. Indonesia menjadi fokus utama karena memiliki basis pendengar besar dan emosional, sementara Singapura dipandang sebagai hub strategis untuk menjangkau pasar regional.
Ke depan, Alfred berencana menghadirkan lebih banyak karya berbahasa Indonesia yang dipadukan dengan ritme Latin khas Kuba serta sentuhan instrumen tradisional Indonesia.
“Untuk siapa pun yang mendengarkan lagu ini—jika kamu pernah merindukan seseorang yang jauh, lagu ini untukmu,” kata mereka berdua.
“Semoga lagu ini bisa menjadi pelukan kecil yang mengingatkan bahwa kamu tidak sendiri,” tutur Alfred dan Syakirah.
Simbol Pertemuan Dua Budaya
Sebagai sebuah karya, lagu Kau Selalu di Hatiku tidak hanya menjadi lagu tentang cinta, tetapi juga simbol pertemuan dua budaya—Latin dari Kuba dan nuansa Asia Tenggara—yang dipersatukan melalui emosi, bahasa, dan harmoni dalam satu karya musik.
Baca juga: SOUNDMATE Perkenalkan Diri Lewat Single Debut, Manusia FAVORITKU
Baca juga: Rahasia Intelijen Rilis Single Suci Tanah Pembantaian, Angkat Isu Konflik Global
Saat ini, single Kau Selalu di Hatiku milik Alfred Matos dan Syakirah Noble sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital. []
