Jakarta – Pabrikan otomotif asal Amerika Serikat, Ford Motor Company, mengumumkan rencana memperluas kerja sama dengan sejumlah produsen otomotif asal China guna memperkuat posisinya di pasar mancanegara.
Langkah ini dilakukan sembari tetap mewaspadai potensi masuknya merek-merek China ke pasar domestik Amerika Serikat.
Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal yang dikutip laman Carscoops, Sabtu, 18 April 2026, CEO Ford Motor Jim Farley menilai bahwa produsen mobil China kini memimpin industri otomotif dunia dalam berbagai aspek penting.
“Mereka memimpin dunia dalam banyak hal jika melihat teknologi, biaya, dan kecepatan yang mereka lakukan,” ujar Farley, dikutip Reallist Media pada Minggu, 19 April 2026.
Pernyataan tersebut menegaskan pandangan Farley dalam beberapa tahun terakhir yang menilai kebangkitan industri otomotif China sebagai perkembangan mengesankan sekaligus ancaman serius bagi produsen Barat.
Menurutnya, pabrikan China seperti BYD, Geely, Xiaomi, dan SAIC tidak hanya mampu menjual mobil dengan harga lebih murah, tetapi juga mengembangkan produk lebih cepat.
Keunggulan mereka terlihat dalam perangkat lunak kendaraan, teknologi baterai, serta efisiensi produksi yang sulit disaingi oleh banyak produsen otomotif global.
Sementara pada wawancara di Fox News, Farley juga memperingatkan bahwa industri otomotif Amerika Serikat akan menghadapi dampak besar apabila mobil buatan China masuk secara luas ke pasar domestik.
“Cara ini tidak akan menjadi pertarungan yang seimbang,” ujar dia.
Oleh karena itu, Ford berupaya memanfaatkan keunggulan teknologi dan efisiensi produsen China melalui kemitraan di pasar luar negeri, sembari mempersiapkan strategi menghadapi persaingan di dalam negeri.
Ford saat ini telah memiliki jaringan operasional besar di China dan menjalin sejumlah kemitraan dengan perusahaan lokal. Kerja sama tersebut dinilai dapat membantu perusahaan mempertahankan daya saing di wilayah seperti Eropa, Amerika Selatan, Asia Tenggara, hingga Meksiko.
Farley menekankan bahwa langkah paling penting saat ini adalah menyiapkan rencana matang sebelum mengambil keputusan besar terkait produksi lokal maupun impor dari China.
Baca juga: Audi A5 Sportback Jadi Hadiah Utama Perayaan 36 Tahun Plaza Indonesia
Baca juga: Mobil Listrik Pertama Xiaomi, SU7 2026 Terjual 15 Ribu Unit dalam 34 Menit
Dengan strategi ini, Ford berharap dapat menjaga keseimbangan antara memperkuat pasar global dan melindungi industri otomotif domestik Amerika Serikat. []

