REALLISTMEDIA.COM – LOMBOK. POCARI SWEAT Run Lombok 2026 kembali menghadirkan pengalaman berlari yang berbeda. Selama dua hari penyelenggaraan pada 11–12 Juli 2026, lebih dari 9.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara menikmati perpaduan antara semangat olahraga, panorama alam Lombok, serta kekayaan budaya lokal dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Mengambil lokasi di Pertamina Mandalika International Circuit, ajang lari ini tidak hanya menawarkan lintasan yang ikonik, tetapi juga menghadirkan konsep Ultimate Dual Experience, yang memberikan pengalaman berbeda di setiap harinya.
Hari pertama diawali dengan Sunset Run, mengajak peserta menikmati keindahan matahari terbenam sambil berlari mengelilingi sirkuit. Suasana semakin semarak dengan penampilan spesial Ariel NOAH yang hadir menggunakan mobil balap berbalut livery POCARI SWEAT, sebelum malam ditutup dengan penampilan grup musik WALI.

Sementara itu, pada hari kedua, peserta mengikuti Sunrise Run, menikmati udara pagi dan panorama matahari terbit yang menjadi ciri khas Mandalika. Setelah mencapai garis finis, para pelari disambut dengan nuansa budaya lokal melalui sajian kuliner khas dan berbagai sentuhan tradisi yang memperkaya pengalaman mereka selama berada di Lombok.
Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, mengatakan bahwa POCARI SWEAT Run Lombok tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah penyelenggara.
Tahun ini, sebanyak 9.200 pelari dari 325 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia ikut ambil bagian, dengan sekitar 72 persen peserta berasal dari luar Pulau Lombok. Bertepatan dengan musim liburan sekolah, penyelenggaraan acara ini diperkirakan mampu memberikan perputaran ekonomi lokal hingga sekitar Rp95 miliar melalui meningkatnya kunjungan wisatawan, okupansi hotel, serta aktivitas pelaku usaha di kawasan sekitar.
Dukungan terhadap penyelenggaraan POCARI SWEAT Run Lombok juga datang dari berbagai pihak. Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, menilai ajang ini menjadi salah satu contoh pengembangan sport tourism yang mampu mendorong masyarakat menjalani gaya hidup sehat sekaligus memperluas akses kegiatan olahraga hingga wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
Hal senada disampaikan Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa. Menurutnya, sport tourism memiliki potensi besar dalam menghadirkan pariwisata yang berkualitas. Selain menarik wisatawan, kegiatan seperti ini juga mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan, meningkatkan tingkat hunian hotel, menggerakkan UMKM, hingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.
Ia juga menilai Lombok menghadirkan pengalaman berlari yang unik. Meski bukan destinasi lari yang umum dikenal, penyelenggaraan POCARI SWEAT Run berhasil menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari 21 negara, sekaligus memperkenalkan Lombok sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat turut mengapresiasi dampak positif yang dirasakan masyarakat. Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa penyelenggaraan POCARI SWEAT Run selama dua tahun berturut-turut telah memberikan kontribusi terhadap meningkatnya okupansi hotel, aktivitas UMKM, hingga sektor transportasi lokal. Menurutnya, hal tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur pariwisata NTB dalam menjadi tuan rumah berbagai event berskala internasional.
Pemilihan kawasan The Mandalika sebagai lokasi penyelenggaraan juga menjadi bagian penting dari pengalaman yang ditawarkan. Rute yang melintasi Pertamina Mandalika International Circuit hingga kawasan pesisir menghadirkan kombinasi lintasan sirkuit berstandar internasional dengan panorama pantai, perbukitan, dan lanskap alam Lombok yang memanjakan mata.
Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka, mengatakan bahwa ajang ini memperlihatkan bagaimana kawasan The Mandalika dapat dimanfaatkan secara kreatif, tidak hanya untuk motorsport, tetapi juga berbagai kegiatan olahraga dan gaya hidup.
Menurutnya, kesiapan infrastruktur yang terus dikembangkan memungkinkan peserta menikmati pengalaman berlari yang aman dan nyaman, sekaligus memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sportstainment berkelas dunia.
Rangkaian kegiatan POCARI SWEAT Run Lombok 2026 sendiri telah dimulai sejak 10 Juli melalui pengambilan race pack. Pada hari pertama, peserta mengikuti Sunset Run sejauh 4,3 kilometer, sementara puncak acara pada 12 Juli menghadirkan kategori Marathon (42 km), Half Marathon (21 km), dan 10K.
Pengalaman berlari di Lombok juga meninggalkan kesan tersendiri bagi para peserta. Atlet pemegang rekor marathon Asia Tenggara, Robi Syianturi, mengaku terkesan dengan keindahan alam yang disuguhkan sepanjang lintasan. Meski memiliki elevasi yang cukup menantang, menurutnya ketersediaan hydration point yang memadai membuat pengalaman berlari tetap nyaman.
Chef Arnold Poernomo yang mengikuti kategori Half Marathon juga merasakan hal serupa. Baginya, POCARI SWEAT Run Lombok benar-benar menggambarkan konsep sport tourism yang memadukan olahraga dan pengalaman berwisata. Ia bahkan berharap dapat kembali mengikuti ajang ini bersama keluarga pada kesempatan berikutnya.
Sebagai penutup rangkaian perayaan olahraga tahun ini, POCARI SWEAT akan kembali menghadirkan POCARI SWEAT Run Indonesia 2026 pada September mendatang. Mengusung format hybrid, ajang tersebut akan mengajak pelari dari berbagai penjuru Indonesia untuk bergerak bersama secara serentak, baik melalui kehadiran langsung di lokasi utama maupun secara virtual. (sh)
