Profil Laufey, dari Reykjavík ke Grammy dan Rencana Konser di Jakarta

Profil Laufey, dari Reykjavík ke Grammy dan Rencana Konser di Jakarta

Jakarta – Laufey Lín Bing Jónsdóttir, atau lebih dikenal dengan nama panggung Laufey, adalah penyanyi dan penulis lagu asal Islandia berdarah Tiongkok yang berhasil mencuri perhatian dunia dengan gaya musik jazz-pop yang lembut, intim, dan penuh nuansa klasik.

Lahir pada 23 April 1999 di Reykjavík, Laufey tumbuh dalam keluarga yang sangat dekat dengan musik. Ibunya seorang pianis klasik, sementara ayahnya berasal dari Islandia.

Sejak kecil ia sudah akrab dengan piano, cello, dan biola, bahkan sempat tampil sebagai solois cello bersama Iceland Symphony Orchestra pada usia 15 tahun.

Perjalanan musikalnya kemudian membawanya ke Amerika Serikat, di mana ia menempuh pendidikan di Berklee College of Music, Boston, dan mulai menemukan jati diri sebagai musisi yang menjembatani jazz tradisional dengan pop kontemporer.

Karier Laufey mulai menanjak ketika ia merilis EP debut Typical of Me pada 2021. Single Street by Street memperkenalkan suara khasnya yang lembut dan aransemen yang sederhana namun penuh perasaan.

Dari sana, ia terus berkembang dengan merilis album penuh Bewitched pada 2023. Album ini bukan hanya memperluas basis penggemarnya secara global, tetapi juga mengantarkan Laufey meraih Grammy Award pertamanya untuk kategori Best Traditional Pop Vocal Album.

Kesuksesan tersebut menjadikannya salah satu artis muda yang berhasil menghidupkan kembali minat generasi baru terhadap musik jazz dan pop tradisional.

Tidak berhenti di situ, Laufey kembali mencatat sejarah dengan album keduanya, A Matter of Time, yang dirilis pada 2025. Album ini memperlihatkan kematangan musikal sekaligus konsistensinya dalam menghadirkan karya yang relevan bagi pendengar muda.

Pada Grammy Awards 2026, A Matter of Time kembali memenangkan kategori Best Traditional Pop Vocal Album, menjadikan Laufey sebagai pemenang Grammy dua kali di usia yang masih sangat muda.

Ia berhasil mengalahkan nama-nama besar seperti Lady Gaga, Elton John, dan Barbra Streisand, sebuah pencapaian yang menegaskan posisinya sebagai ikon baru dalam musik jazz-pop.

Penyanyi solo peraih Grammy Awards, Laufey. (Foto: Istimewa)
Penyanyi solo peraih Grammy Awards, Laufey. (Foto: Istimewa)

Gaya musik Laufey sering digambarkan sebagai jembatan antara masa lalu dan masa kini. Ia terinspirasi oleh musisi legendaris seperti Chet Baker dan Carole King, sekaligus membawa pengaruh musik klasik yang ia pelajari sejak kecil.

Suaranya yang lembut, aransemen yang intim, dan lirik yang relatable membuatnya digemari oleh generasi muda yang sebelumnya mungkin tidak terlalu akrab dengan jazz. Ia menciptakan dunia musikal yang disebut “Laufey Land”, sebuah ruang imajinatif di mana musik klasik, jazz, dan pop bertemu dalam harmoni yang segar.

Kini, Laufey semakin memperkuat eksistensinya dengan tur dunia bertajuk A Matter of Time Tour. Salah satu momen yang paling ditunggu adalah konsernya di Indonesia, tepatnya di Jakarta pada 23 Mei 2026, yang akan digelar di Nice, PIK2.

Konser ini menjadi kesempatan pertama bagi penggemar di Indonesia untuk menyaksikan langsung penampilan Laufey setelah kesuksesan globalnya.

Antusiasme penggemar K-pop dan jazz-pop di Indonesia terhadap konser ini sangat tinggi, mengingat Laufey telah menjadi fenomena global dengan jutaan pendengar di platform streaming dan basis penggemar yang aktif di media sosial.

Perjalanan Laufey dari Reykjavík ke panggung Grammy dan kini menuju konser di Jakarta adalah kisah tentang determinasi, konsistensi, dan keberanian untuk tetap setia pada identitas musikalnya.

Ia bukan hanya sekadar penyanyi jazz-pop, tetapi juga simbol generasi baru yang mampu menghidupkan kembali musik tradisional pop dengan cara yang relevan dan segar.

Dengan dua Grammy Awards, jutaan penggemar global, dan tur dunia yang semakin meluas, Laufey menegaskan bahwa perjalanannya baru saja dimulai.

Baca juga: Penyanyi Peraih Grammy Awards, Laufey Bakal Gelar Konser di Jakarta

Baca juga: Profil Ndhank Surahman Hartono, Penulis Lagu yang Melambungkan Nama Stinky

Konser di Jakarta akan menjadi salah satu bukti nyata bahwa musiknya mampu melintasi batas geografis dan budaya, menyatukan pendengar dari berbagai latar belakang dalam harmoni yang sama. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *