Rully Irawan Rilis Single Markisa, Bahas Bahasa Cinta Ayah dan Anak

Rully Irawan Rilis Single Markisa, Bahas Bahasa Cinta Ayah dan Anak

Jakarta – Visual artist, graphic designer, sekaligus musisi Rully Irawan bakal meluncurkan karya musik terbarunya berjudul Markisa pada 17 Mei 2026. Lagu ini merupakan karya personal yang lahir dari pengalamannya sebagai seorang ayah, perantau, dan individu yang tengah mencari makna “rumah” di negeri orang.

Karya tersebut berangkat dari perjalanan hidup Rully yang sempat tertahan di Belanda akibat pembatasan perjalanan selama pandemi COVID-19, sebelum akhirnya menetap di Copenhagen, Denmark.

Dalam fase baru kehidupannya sebagai suami dan ayah, Rully menjalani transisi besar dari sosok bebas berekspresi menjadi seorang “stay-at-home dad” dengan tanggung jawab penuh, tanpa dukungan keluarga di sekitar.

Rutinitas harian membuatnya menjauh dari musik selama hampir lima tahun, hingga akhirnya kembali menemukan dorongan untuk berkarya.

Momen sederhana menjadi titik balik. Saat Rully kembali memetik gitar di rumah, putrinya Flora awalnya merasa terganggu. Namun seiring waktu, suara gitar tersebut justru menjadi sarana komunikasi baru antara ayah dan anak.

Dari pengalaman tersebut, lahirlah gagasan untuk menciptakan karya yang berfungsi sebagai bahasa cinta, medium untuk menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan secara verbal.

Dalam karya ini, Rully memperkenalkan konsep RAUN. Kata tersebut ia temukan di Copenhagen sebagai nama seseorang, namun di kampung halamannya di Riau, RAUN berarti “berjalan-jalan” atau “berkeliling”.

Bagi Rully, RAUN menjadi simbol perjalanan fisik maupun emosional dalam mencari makna rumah, identitas, dan kedamaian. Filosofi ini tercermin dalam pendekatan musiknya yang sederhana, jujur, dan tanpa pretensi.

“Inspirasi lain dalam karya ini datang dari hal-hal kecil yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti buah kesukaan anak saya, markisa,” kata Rully, dikutip Reallist Media pada Kamis, 16 April 2026.

Berbeda dengan karya sebelumnya yang lahir di tengah keterbatasan saat lockdown tahun 2020, Markisa hadir dari fase penerimaan. Rully tidak lagi menulis dari rasa getir, melainkan dari kedamaian yang ia temukan setelah melalui berbagai perubahan hidup.

Lagu ini sekaligus menjadi penanda fase baru dalam perjalanan kreatifnya, yang lebih terbuka terhadap kolaborasi, koneksi, dan peluang baru.

Lagu Markisa secara khusus didedikasikan untuk putrinya, Flora. Rully memilih bahasa Indonesia dalam lirik sebagai upaya menjaga koneksi budaya dan emosional, agar suatu hari anaknya dapat memahami “bahasa bapaknya” secara utuh.

Dengan demikian, karya ini tidak hanya menjadi ekspresi musikal, tetapi juga warisan personal yang menghubungkan generasi.

Baca juga: Tohpati dan Meiska Kolaborasi di Single Daur Ulang Ingin Kumiliki

Baca juga: Angie Carvalho Tampilkan Vokal Powerful di Single Remuk

Lewat perilisan single Markisa, Rully Irawan bersama RAUN mengajak pendengar untuk ikut menjelajahi makna rumah, keluarga, dan diri sendiri. Sebuah karya musik yang sederhana namun sarat makna, lahir dari pengalaman nyata seorang ayah di perantauan. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *