Unit Rock, Black Horses Rilis Album Jahanam

Unit Rock, Black Horses Rilis Album Jahanam

Jakarta – Unit rock asal Jakarta, Black Horses, resmi merilis album ketiga bertajuk Jahanam di bawah naungan Firefly Records, anak perusahaan Musica Records.

Album ini berisi sembilan track dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan musik Black Horses karena untuk pertama kalinya seluruh lirik ditulis dalam bahasa Indonesia.

Album Jahanam diproduseri oleh John Paul Patton alias Coki (Kelompok Penerbang Roket, Ali, Portura), yang membawa band ini merambah area baru dalam konseptual musikalitas.

Setiap lagu sarat dengan pesan satir yang tegas namun tetap realistis, dibalut dalam nuansa classic rock yang segar, “kotor”, dan penuh energi eksplosif khas Black Horses.

Dua single terdahulu, Tirani Tua dan Distorsi Menggema, kini ditemani enam materi baru, dengan lagu Jejak Waktu yang dipilih sebagai track unggulan setelah perilisan album.

Lagu ini sekaligus menjadi oase bagi Black Horses dan para penggemarnya, yang disebut Kusir-Kusir, sebagai tanda kedewasaan musikal tanpa harus menegaskan identitas mereka sebagai band rock.

Bersamaan dengan itu, video klip lagu Jejak Waktu juga dirilis, menegaskan pesan bahwa untuk menjadi “kejam dengan jahanam” tidak selalu membutuhkan kata-kata kasar.

Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Oscario sang vokalis mengatakan bahwa album ini adalah bentuk respon bagi para Kusir dan pendengar Black Horses untuk bisa lebih relate dengan apa yang anggota band rasakan belakangan ini.

“Terutama situasi yang terjadi di sekitar kita, apapun konteksnya,” ucap Oscario, dikutip Reallist Media pada Senin, 18 Mei 2026.

“Ini lebih dari sekadar album atau kumpulan lagu, ini adalah penanda zaman dari Black Horses untuk kita semua yang tinggal di Indonesia,” ucap Lucky Azhary menambahkan.

Produser Coki turut menyoroti proses kreatif album ini. Dia bilang, proses produksi materi-materi dalam album ini punya tantangannya sendiri.

“Syukurnya, gue udah kenal dengan semua personil Black Horses dengan baik. Sehingga, tantangannya lebih ke output yang sama-sama kita inginkan secara idealis, tapi harus juga relate dengan audiens,” katanya.

Secara musikal, materi dalam album Jahanam dirancang untuk mengedepankan semangat live band dan kebebasan dalam memaknai perasaan yang dialami pendengar saat menyaksikan Black Horses tampil di panggung.

Dari sisi lirik, band ini tidak berusaha menggurui, melainkan berbagi rasa dan pengalaman. Pesan yang ingin disampaikan sederhana namun kuat, bahwa kebebasan itu nyata, dan selama masih hidup, setiap orang berhak mengambil sikap yang akan memengaruhi generasi berikutnya.

Baca juga: Aldy Amis Rilis Album Mimbar Jalanan, Sebiji Permen Cokelat dan Realitas Sosial

Baca juga: Normatif Rilis Single NPD, Nomor Pembuka Album Ketiga

Saat ini, seluruh materi dalam album Jahanam milik Black Horses sudah tersedia di berbagai platform pemutar musik digital. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *