Vierratale Kolaborasi Bareng Kaka dan Bimbim Slank di Synchronize Fest 2026

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Panggung Dynamic Stage dalam perhelatan festival musik lintas genre Synchronize Fest 2026 kembali menyajikan momen kolaborasi yang paling ditunggu-tunggu oleh publik penikmat musik tanah air.

Pada Minggu malam, 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, grup band pop-rock ikonis Vierratale sukses menghipnotis ribuan penonton melalui penampilannya yang sarat akan kejutan lintas generasi dengan menggandeng figur-figur besar dari kancah musik nasional.

Band yang dikenal lewat deretan hits era 2000-an ini langsung membuka set pertunjukan mereka dengan penuh energi. Alunan intro lagu legendaris Seandainya menghentak pengeras suara, langsung memancing koor massal dari lautan penonton yang telah memadati area panggung sejak sore hari.

Usai membawakan nomor pembuka tersebut, sang vokalis, Widi, menyapa para penonton dengan gaya kasual dan penuh keakraban yang menjadi ciri khasnya di atas panggung. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas sambutan luar biasa dari para penggemar setia.

“Terima kasih buat teman-teman semua yang ada di sini. Seperti biasa, kita sapa dulu, halo sebelah kanan, sebelah kiri, yang di tengah,” kata Widi, dikutip Reallist Media pada Rabu, 21 Oktober 2026.

“Pokoknya ini harinya kalian semua, tentunya harinya Vierratale juga. Kita senang banget ke sini ketemu sama kalian semua yang kece-kece dan luar biasa. Synchronize selalu terbaik,” kata dia.

Tidak hanya sekadar menyapa dan membakar semangat penonton, di sela-sela penampilannya Widi juga menyelipkan pesan humanis agar khalayak senantiasa menjaga rasa syukur di tengah situasi apa pun yang sedang dihadapi.

“Jangan lupa doain saudara-saudari kalian yang tidak seberuntung kalian. Kalian di sini masih bisa kentut sambil nonton konser, masih bisa ketemu mantan mungkin. Jadi jangan sombong, tetap bersyukur ya,” tutur Widi.

Senada dengan sang vokalis, keyboardist Vierratale, Kevin Aprilio, turut memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan apresiasi serta harapan positif bagi kondisi bangsa Indonesia. Di hadapan para penonton, ia mengajak seluruh elemen yang hadir untuk mendoakan kebaikan bersama di tengah berbagai dinamika persoalan yang tengah melanda negeri.

“Senang banget hari ini bisa main di Synchronize, dan hari ini banyak kolaborasi di panggung. Kita berdoa sama-sama ya, semoga Indonesia bisa cepat selesai dari masalah ini ya. Soalnya kita-kita ini cuma bisa bersuara dikit. Semoga semua tetap sehat selalu dan berkah selalu,” ucap Kevin.

Pertunjukan kemudian berlanjut dengan suguhan lagu penuh nostalgia berjudul Dengarkan Curhatku, yang kembali membuat penonton bernyanyi bersama tanpa henti.

Puncak kemeriahan malam itu tercapai ketika Vierratale mulai menghadirkan satu per satu kolaborator istimewa ke atas panggung Dynamic Stage. Kejutan pertama dimulai tatkala Widi memanggil Mezzaluna, penyanyi muda berbakat yang juga merupakan putri sulung dari musisi legendaris Bimbim Slank.

Bersama Mezzaluna, Vierratale membawakan lagu hit Bersamamu dalam balutan aransemen vokal yang padu dan menyegarkan.

Tidak berhenti sampai di situ, tensi panggung kembali melonjak naik ketika figur pilar utama band rock legendaris Slank, Kaka, dipanggil untuk bergabung. Kehadiran Kaka disambut histeria luar biasa oleh para penonton yang memadati area konser. Bersama Kaka, Vierratale membawakan lagu Kesepian.

“Masih manis, manis banget. Untuk lagu berikut ini kita ditemani ya sama super legend, the one and only, Kaka,” ujar Widi.

Sesi kolaborasi kian lengkap dan meriah dengan hadirnya sang penggebuk drum Slank, Bimbim, yang turut naik ke atas panggung untuk menyempurnakan formasi mega-kolaborasi malam itu.

Widi, Kaka, dan Mezzaluna kemudian berkolaborasi membawakan karya ikonis milik Slank berjudul I Miss U But I Hate U, menciptakan harmoni lintas generasi yang jarang sekali ditemukan dalam panggung festival musik biasa.

“Lagu berikut ini kita akan ditemani legend, super legend juga, the one and only, Bimbim,” tutur Widi.

Memasuki bagian akhir penampilannya, Vierratale tetap menjaga energi penonton dengan membawakan nomor-nomor andalan lainnya yang melekat erat di hati para penggemar, seperti Rasa Ini dan Terlalu Lama.

Sebagai konklusi dari seluruh rangkaian pertunjukan yang padat emosi, nostalgia, dan kejutan musikal tersebut, Vierratale memilih lagu Jadi Yang Kuinginkan sebagai penutup resmi penampilan mereka.

Baca juga: Igan Baswara Bahas Komitmen Serius Anak Muda di Single Ikut Aku Pulang

Baca juga: Avhath Lepas Album Penuh Perdana dalam Format Fisik dan Digital

Aksi panggung malam itu tidak hanya menegaskan eksistensi Vierratale sebagai salah satu band pop-rock papan atas Indonesia, tetapi juga meninggalkan kenangan manis yang mendalam bagi penutupan Synchronize Fest 2026. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *