Jakarta – Komedian senior Indonesia, Simson Rarameha Ngadang atau lebih dikenal sebagai Temon Templar, meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.42 WIB di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Ia wafat di usia 59 tahun akibat serangan jantung, meninggalkan jejak panjang sebagai komedian, aktor, penyiar radio, dan kreator konten yang telah menghibur masyarakat selama lebih dari tiga dekade.
Temon Templar lahir di Jakarta pada 28 Desember 1966. Nama lengkapnya adalah Simson Rarameha Ngadang. Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Jakarta sebelum diterima di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1985 melalui jalur prestasi Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).
Meski membutuhkan waktu sembilan tahun untuk menyelesaikan kuliahnya karena kendala penulisan skripsi, Temon akhirnya meraih gelar Sarjana Psikologi (S.Psi.) pada 1995.
Dengan latar belakang akademis tersebut, ia sempat bekerja sebagai HRD dan bahkan membuka praktik di sebuah rumah sakit jiwa sebelum akhirnya memilih jalur hiburan.
Karier hiburan Temon dimulai pada tahun 1992 sebagai penyiar di Radio SK (Suara Kejayaan). Dunia radio menjadi bekal penting baginya untuk mengasah kemampuan berbicara, berimprovisasi, dan melawak.

Dari radio, ia merambah ke televisi dan film, hingga akhirnya dikenal luas sebagai komedian.
Popularitasnya melejit ketika berduet dengan Abdel Achrian dalam sitkom Abdel & Temon: Bukan Superstar (2008).
Chemistry keduanya membuat acara tersebut sukses besar dan melahirkan sejumlah program lanjutan seperti Abdel & Temon Masih Bukan Superstar, Bukan Abdel & Temon Biasa, dan Abdel & Temon Reunian.
Selain di televisi, Temon juga aktif di dunia film. Ia membintangi sejumlah judul populer, di antaranya Setannya Kok Masih Ada (2011), Operation Wedding (2013), Epen Cupen The Movie (2015), Comic 8: Casino Kings Part 1 (2015), Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016), dan KNK: Santa Claus dari Jakarta? (2021).
Ia juga tampil di serial televisi seperti Bajaj Bajuri (2002–2005), Jawara (2016), Jali Preman Sholeh (2021), Menolak Talak (2022), dan Para Pencari Tuhan Jilid 16 (2023).
Tak hanya berakting, Temon sempat merambah dunia musik dengan merilis single Raja Disko pada 2014.
Ia juga berkolaborasi dalam lagu Jangan Menangis bersama Adjie Dygta, Felicya, Mike, Ruri, dan Zian pada 2015. Eksplorasi ini menunjukkan sisi kreatif Temon yang tidak terbatas pada komedi semata.
Kehidupan pribadi Temon cukup berwarna. Ia diketahui menikah sebanyak enam kali dan dikaruniai sembilan anak. Istri pertamanya meninggal dunia, pernikahan keduanya berakhir dengan perceraian, sementara pernikahan ketiga berstatus pisah ranjang.
Pernikahan keempat hingga keenam dilakukan secara siri. Per tahun 2024, ia hanya memiliki satu istri. Menariknya, Temon yang awalnya non-muslim kemudian memeluk agama Islam karena pernikahan pertamanya.
Kepergian Temon diumumkan secara resmi oleh keluarga melalui akun media sosial dan pesan duka dari IMARINDO.
“Telah dimuliakan Allah Bapa di Surga: Bapak Simson Rarameha Ngadang (Temon) dalam usia 59 tahun pada hari Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.42 WIB di RSUD Mampang Prapatan. Almarhum adalah Warga Jemaat Sektor Pelayanan Daud. Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Ruang Serbaguna 1 GPIB Effatha, Jl. Melawai Raya No. 3 Kebayoran Baru,” kata pihak keluarga.
Ucapan duka mengalir dari berbagai kalangan. Abdel Achrian menuliskan pesan perpisahan. Komedian Bopak Castello juga mengunggah foto kenangan di media sosial.
Temon dikenal sebagai komedian dengan gaya humor sederhana, spontan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Latar belakang psikologi yang dimilikinya membuat komedinya terasa humanis dan relatable.
Baca juga: Profil The Weeknd dan Rencana Konser 2 Hari di Jakarta
Baca juga: Profil James F. Sundah, Komposer yang Pernah Kerja Bareng Personel Scorpion
Selama lebih dari tiga dekade, ia konsisten menghibur masyarakat melalui televisi, film, radio, hingga musik. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah komedi Indonesia. []
