REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Musisi sekaligus penulis lagu asal Amerika Serikat, Alex Warren, resmi merilis album keduanya yang bertajuk WILDCHILD melalui Atlantic Records. Album ini menjadi kelanjutan dari debutnya sekaligus ruang bagi Warren untuk menceritakan perjalanan hidup, kehilangan, dan hubungannya dengan kedua orang tuanya.
Nama WILDCHILD sendiri memiliki arti personal bagi Warren. Julukan tersebut diberikan oleh mendiang ayahnya ketika ia masih kecil karena Warren dikenal sebagai anak yang gemar memanjat, melakukan aksi akrobatik, hingga melompat dari berbagai tempat.
“Sejak kecil, saya selalu memanjat, melakukan backflip, dan melompat dari berbagai tempat, jadi ayah saya memanggil saya ‘Wildchild’,” ungkap Warren dikutip Reallist Media pada Sabtu, Agustus 2026
Julukan tersebut kembali muncul ketika Warren mulai mengerjakan album keduanya. Dalam proses penulisan, ia banyak mengingat kedua orang tuanya, terutama sang ayah yang sempat merekam sejumlah video untuknya sebelum meninggal dunia.
Menurut Warren, album debutnya lebih banyak memperkenalkan siapa dirinya kepada pendengar. Sementara itu, WILDCHILD menjadi kesempatan baginya untuk menceritakan siapa orang tuanya dan bagaimana sosok dirinya setelah melalui berbagai kehilangan.
Secara musikal, materi dalam album WILDCHILD menghadirkan perpaduan pop dengan hook yang kuat, aransemen sinematik, serta energi dari pengalaman Warren sebagai seorang penulis lagu. Album ini dikerjakan sepanjang 2025 dan 2026 bersama sejumlah kolaborator yang sudah bekerja dengannya sejak awal karier, seperti Adam Yaron, Cal Shapiro, dan Mags Duval.
Salah satu lagu utama dalam album ini adalah Emerald Eyes. Lagu tersebut menghadirkan permainan piano, bass, tepukan ritmis, serta sentuhan gitar dari Nile Rodgers. Warren menggambarkan lagu tersebut sebagai lagu cinta yang membuat pendengarnya ingin berdansa, dengan perpaduan nuansa disco dan sentuhan modern.
Kolaborasi besar lainnya hadir dalam lagu penutup sekaligus lagu utama album, WILDCHILD. Lagu ini dibuka dengan petikan gitar akustik dan harmoni choir sebelum ditutup dengan permainan gitar dari John Mayer.
Sebelum solo gitar tersebut terdengar, terdapat rekaman suara mendiang ayah Warren yang bertanya, “Apa kamu sedang bersenang-senang, Alex?”
Bagi Warren, WILDCHILD menjadi lagu yang sangat emosional karena dirinya tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada sang ayah yang meninggal ketika ia berusia sembilan tahun.
Ia kemudian menggunakan rekaman video ayahnya sebagai inspirasi dalam menulis lagu tersebut. Warren mengatakan lagu itu ditulis seolah-olah dari sudut pandang sang ayah sebagai caranya mendapatkan penutupan atas kehilangan tersebut.
Menariknya, ayah Warren merupakan penggemar John Mayer. Karena itu, Warren merasa permainan gitar Mayer menjadi cara yang tepat untuk mengakhiri album tersebut.
“Saya pikir akan keren jika album ini berakhir dengan instrumental dan solo dari dia. Hal terakhir yang kalian dengar adalah John bermain gitar dengan luar biasa,” jelas Warren.
Album WILDCHILD hadir setelah kesuksesan besar Warren melalui Ordinary, lagu yang berhasil menduduki puncak Billboard Hot 100 dan berbagai tangga lagu internasional. Kesuksesan tersebut turut mengantarkan album debutnya, You’ll Be Alright, masuk lima besar Billboard 200.
Baca Juga: Lalahuta Rilis Ulang Single Cobalah Untuk Setia Karya Rieka Roeslan
Baca Juga: Unit Shoegaze Asal Bogor, Pineline Rilis Mini Album Pressure
Kini, melalui WILDCHILD, Warren mencoba menunjukkan sisi yang lebih personal. Album ini menjadi cerita mengenai cinta, kehilangan, keluarga, serta bagaimana seseorang tetap memilih untuk berharap dan melanjutkan hidup setelah mengalami kehilangan besar.
Saat ini, seluruh materi dalam album WILDCHILD milik Alex Warren sudah tersedia di seluruh platform musik digital. []
Magang
Kahfi Reihan
Jurnalistik, UIN Syarif Hidayatullah
31 Agustus 2026




