REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Unit punk asal Kota Hujan, Bogor, The Kuda kembali melanjutkan perjalanan menuju album penuh terbaru mereka dengan meluncurkan sebuah maxi-single berisi empat lagu.
Berselang lima bulan setelah merilis single ALGOJO, band yang diperkuat Adipati (vokal), Andi ‘Idam’ Fauzi (gitar), Gilang ‘Ebel’ Gunawan (bass), dan Iskandar ‘Otot’ Iklas (drum) ini memilih langkah berani dengan melepas empat lagu sekaligus.
Empat lagu tersebut adalah Kesurupan, GANYANG, Perak, dan SARAP. Keempat lagu ini nantinya akan menjadi bagian dari album penuh terbaru The Kuda yang dijadwalkan rilis pada awal tahun 2027 dengan tambahan sepuluh lagu lainnya.
Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Ebel mengatakan bahwa keputusan untuk merilis maxi-single terlebih dahulu bukan tanpa alasan. Menurutnya, karya ini adalah bentuk perkenalan sebelum album penuh hadir.
“Kami ingin teman-teman yang nanti akan mendengarkan album mendatang gak ‘kaget’, jadi kami ingin ada perkenalan dulu lewat maxi-single ini,” tutur Abel, dikutip Reallist Media pada Senin, 7 September 2026.
“Anggap saja maxi-single ini adalah awalan untuk menikmati seluruh materi yang ada di album,” katanya.
Lebih lanjut, Ebel mengatakan bahwa ada alasan sederhana di balik langkah ini, yaitu kebutuhan untuk lebih produktif sebagai unit musik.
“Napas untuk menyuguhkan berbagai jenis karya akan semakin rutin, kami kayak dibikin produktif dengan pilihan kami tentang membagi album menjadi dua bagian,” tuturnya.
Empat lagu dalam maxi-single terbaru ini memiliki benang merah yang kuat, berputar di tema-tema seputar kondisi sosial politik, dinamika pekerjaan, hubungan pertemanan di usia dewasa, hingga babak kehidupan yang penuh masa-masa sulit.
Dengan karakter punk yang keras dan lugas, The Kuda merangkum kemarahan sekaligus keresahan terhadap realitas yang mereka hadapi. Maxi-single ini dirilis bersama Disaster Records, label rekaman asal Bandung yang dikenal konsisten mendukung musik independen.
Selain hadir dalam format digital, maxi-single ini juga akan tersedia dalam format fisik berupa kaset pita dan sejumlah merchandise spesial, memperkuat nuansa DIY yang menjadi ciri khas skena punk.
Mengenai album penuh terbaru yang akan datang, Adipati, sang vokalis, menyampaikan bahwa karya tersebut akan menjadi album yang sangat personal bagi setiap personel, termasuk dirinya sebagai penulis lirik.
“Gue percaya bahwasanya musik lahir dari kegelisahan manusia, bahkan amarah yang tertahan. Ketika kehidupan berlanjut memasuki fase berikutnya dengan segala dinamikanya di negara ini, ternyata yang makin bertambah adalah kemarahan dan kesulitan, bukan kemudahan,” ujar dia.
Ia menambahkan bahwa penderitaan yang mereka alami akhirnya tercurahkan dalam bentuk lirik. “Penderitaan itu pun akhirnya tercurahkan lahir menjadi kumpulan kata-kata berserakan di kepala yang terbentuk kalimat, menjadi lirik lagu-lagu di album baru,” tutur Adipati.
Baca juga: Grup Band The Latifa Lepas Single Anyar, Kini Harus Selesai
Baca juga: Grup Musik DUA Lepas Single Let Go
Saat ini, empat lagu dalam maxi-single milik The Kuda sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital. []



