CURE Bali Hadir di Regent Bali Canggu, Paduan Teknik Eropa dan Rasa Asia

CURE Bali Hadir di Regent Bali Canggu, Paduan Teknik Eropa dan Rasa Asia

Jakarta – Sebuah destinasi kuliner baru resmi hadir di pesisir Canggu dengan dibukanya CURE Bali, restoran yang berada di dalam kompleks Regent Bali Canggu.

Diciptakan oleh chef peraih bintang MICHELIN, Andrew Walsh, CURE Bali menawarkan pengalaman bersantap yang memadukan teknik kuliner modern Eropa dengan kedalaman dan vibrasi rasa Asia, sekaligus merefleksikan semangat keramahan khas Bali.

Ekspansi Konsep CURE ke Indonesia

Kehadiran CURE Bali menandai babak baru bagi konsep CURE yang sebelumnya dikenal di Singapura. Restoran asal Singapura tersebut meraih bintang MICHELIN pertamanya pada 2021 dan masuk dalam daftar The World’s 50 Best Discovery.

Dengan pendekatan berbasis bahan dan perspektif kuliner yang refined, CURE telah menjadi sinonim dari masakan penuh pemikiran yang berakar pada fondasi klasik Eropa, namun tetap terinspirasi oleh tradisi kuliner Asia yang beragam.

“CURE selalu tentang keseimbangan antara warisan dan penemuan. Membuka di Bali terasa seperti evolusi alami,” ujar Andrew Walsh, dikutip Reallist Media pada Minggu, 19 April 2026.

“Pulau ini memiliki energi luar biasa, budaya keramahan yang mendalam, serta hasil bumi yang istimewa. CURE Bali mencerminkan semangat itu — teknik Eropa modern yang diekspresikan melalui rasa Asia, sambil merangkul kehangatan dan kemurahan hati yang mendefinisikan Bali,” tuturnya.

Dialog Kuliner Eropa dan Asia

Pusat pengalaman kuliner ini adalah CURE Dining Room, restoran tepi laut yang intim dengan menu berlandaskan teknik kuliner Eropa dan dilapisi pengaruh Asia. Fokus masakan terletak pada seafood premium, daging berkualitas, serta hasil bumi musiman.

Banyak hidangan mengeksplorasi teknik curing untuk memperdalam rasa sekaligus menjaga kesegaran, disajikan dalam format sharing-style yang mendorong interaksi dan penemuan di meja makan.

Beberapa hidangan unggulan antara lain:

  1. Giant River Prawn: Udang bakar arang berpadu dengan relish tom yum, dumpling udang lembut, dan bisque kaya rasa dengan butter serta rempah aromatik. Hidangan ini menjembatani tradisi kuliner Prancis dengan vibrasi Asia Tenggara.
  2. Hokkaido Scallop: Terinspirasi dari mangut, sup tradisional Yogyakarta dengan kuah santan berasap. Versi CURE menghadirkan komposisi ringan berupa irisan tipis scallop, semangka terkompresi, dan kuah santan berbumbu yang disempurnakan dengan minyak bawang hangus.

Bar Nua: Ritual Koktail di Tepi Laut

Melengkapi ruang makan adalah Bar Nua, bar tepi laut yang intim dengan program koktail yang mencerminkan filosofi kuliner CURE. Nama “Nua” berasal dari bahasa Irlandia yang berarti “baru”.

Bar ini menafsirkan ulang struktur koktail klasik melalui teknik kuliner modern, pengaruh Asia, serta bahan lokal. Dari aperitif saat matahari terbenam hingga percakapan larut malam, Bar Nua menawarkan pengalaman santai dengan latar belakang laut Canggu.

CURE Bali hadir di Regent Bali. (Foto: Istimewa)
CURE Bali hadir di Regent Bali. (Foto: Istimewa)

Arsitektur dan Atmosfer

Perjalanan arsitektur CURE Bali dirancang sebagai rangkaian tenang. Tamu memasuki lorong gelap nan intim sebelum tiba di pemandangan terbuka pesisir Canggu, menciptakan kontras dramatis yang memperkuat momen kedatangan.

Interiornya tetap sederhana dan refined, dengan garis bersih, pencahayaan terkurasi, serta referensi halus pada vegetasi pesisir Nordik. Meja makan dirancang minimalis dengan pencahayaan fokus, sehingga makanan, minuman, dan percakapan menjadi pusat pengalaman.

Tim Kuliner dan Identitas Lokal

Dapur sehari-hari dipimpin oleh Chef de Cuisine Arvin Tjandra, yang bekerja erat dengan Andrew Walsh untuk membentuk identitas kuliner CURE Bali.

Berbekal fondasi rasa rumahan yang nyaman dan diperkaya dengan pelatihan profesional dalam masakan modern, Arvin menghadirkan pendekatan grounded namun presisi.

Setelah pengalaman berharga di Apéritif Ubud, fokusnya kini adalah membangun hubungan dengan produsen lokal dan menerjemahkan teknik menjadi rasa yang jujur serta ekspresif.

Multi-Layered Dining Destination

CURE Bali menghadirkan destinasi kuliner berlapis dalam satu tempat: CURE Dining Room, Bar Nua, dan segera hadir Curing Room — sebuah pengalaman dapur terbuka dengan 12 kursi yang menawarkan perjalanan rasa kurasi di persimpangan gastronomi Eropa dan Asia.

Restoran ini buka setiap Selasa hingga Sabtu malam, mengundang tamu untuk melambat, menikmati, dan terhubung dengan makanan dalam cara yang mencerminkan keterampilan sekaligus kehangatan.

Dengan hadirnya CURE Bali, Regent Bali Canggu kini memiliki dimensi kuliner baru yang memperkaya lanskap gastronomi pulau.

Baca juga: Marriott Bonvoy Hadirkan Loka Rasa 2026, Rayakan Warisan Kuliner Indonesia

Baca juga: BBQ Cook Out Hadir Kembali di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Lebih dari sekadar restoran, CURE Bali adalah perayaan energi Bali, perpaduan budaya, dan semangat kuliner yang terus berevolusi. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *