Ditangkap Usai Mengemudi Saat Mabuk, Britney Spears Masuk Rehabilitasi

Ditangkap Usai Mengemudi Saat Mabuk, Britney Spears Masuk Rehabilitasi

Jakarta – Bintang pop dunia Britney Spears dikabarkan secara sukarela masuk ke fasilitas rehabilitasi setelah ditangkap karena diduga mengemudi dalam keadaan mabuk. Keputusan ini disebut terjadi berkat dorongan besar dari kedua putranya, Sean Preston (20) dan Jayden James (19), hasil pernikahannya dengan Kevin Federline.

Mengutip laporan laman media People, anak-anak Britney berperan penting dalam meyakinkan sang ibu untuk menjalani perawatan. Hal tersebut diungkapkan sebuah sumber yang tak mau disebutkan namanya.

“Putra-putranya berperan besar dalam membantunya masuk rehabilitasi. Mereka menjelaskan kepadanya, mereka hanya ingin dia sehat,” kata sumber tersebut, dikutip Reallist Media pada Rabu, 15 April 2026.

Dalam keterangannya, sumber tersebut turut menjelaskan bahwa mulanya Britney Spears sempat terguncang setelah penangkapannya.

“Dia sangat takut masuk penjara. Butuh waktu berminggu-minggu baginya untuk menyadari bahwa pergi ke rehabilitasi adalah pilihan terbaik,” katanya.

Tim Britney Spears dan orang-orang terdekatnya juga sejak awal mendorong sang penyanyi untuk mengambil langkah perawatan.

Sementara perwakilan pihak Britney Spears mengonfirmasi bahwa pelantun Sometimes itu telah secara sukarela masuk ke fasilitas rehabilitasi setelah ditangkap di Ventura, California, pada 4 Maret 2026 karena dugaan mengemudi di bawah pengaruh obat-obatan dan alkohol.

Britney dibebaskan sehari setelahnya, pada 5 Maret 2026. Pihak perwakilan menyebut insiden tersebut sebagai sesuatu yang “sangat disayangkan” dan “tidak dapat dibenarkan sepenuhnya”.

Mereka juga berharap Britney bisa mendapatkan bantuan dan dukungan yang dia butuhkan selama masa sulit ini.

“Britney akan mengambil langkah yang tepat dan mematuhi hukum, dan semoga ini bisa menjadi langkah pertama dalam perubahan yang sudah lama tertunda yang perlu terjadi dalam hidup Britney,” katanya.

Perilaku Britney Spears di media sosial yang dinilai tidak stabil telah memicu kekhawatiran penggemar sejak masa perwaliannya berakhir pada November 2021.

“Ada sistem yang diterapkan selama masa perwalian. Hidupnya terstruktur dan lebih stabil. Ada orang-orang yang membimbing keputusan dan memastikan semuanya tetap berjalan sesuai rencana,” kata sebuah sumber.

“Dengan kemandiriannya, Anda mulai melihat lebih banyak ketidakstabilan dalam kehidupan sehari-harinya,” tuturnya.

Kasus terbaru ini menambah sorotan publik terhadap perjalanan hidup Britney Spears pasca-perwalian.

Baca juga: David Beckham dan Victoria Beckham Dituduh Pasang LED Blackpool Illuminations

Baca juga: Isu Tur Konser Reuni Spice Girls Menyeruak, Mel B Buka Suara

Namun, dengan dukungan keluarga, khususnya anak-anaknya, langkah masuk rehabilitasi diharapkan menjadi titik balik bagi sang bintang pop untuk kembali menata hidup dan kariernya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *