EP Tak Pernah Mati Jadi Persembahan Stepforward untuk Gitaris Ricky Siahaan

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Unit hardcore legendaris Indonesia, Stepforward merilis sebuah EP terbaru bertajuk Tak Pernah Mati, pada 30 Agustus 2026, tepat di usia perjalanan tiga dekade.

Karya ini dilepas sebagai bukti keteguhan, perlawanan, dan alasan untuk terus berdiri, sekaligus melanjutkan kisah yang sebelumnya dibuka lewat single dengan judul sama pada awal Juli 2026.

Formasi Baru dan Konsistensi

Formasi terkini Stepforward terdiri dari Jill van Diest (vokal), Fajar Arifan (drum), Junas Mirardiarsyah (bass), dan Roma Sophiaan (gitar).

Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Bassis Junas mengatakan bahwa perilisan EP ini menegaskan sebuah keyakinan bahwa apa yang pernah dibangun, diperjuangkan, dan dipercaya, tidak begitu saja hilang oleh waktu.

“Musik hardcore mungkin berubah. Orang-orang datang dan pergi. Generasi berganti. Tetapi energi, semangat, dan suara yang menjadi alasan Stepforward berdiri sejak awal tetap menemukan jalannya untuk hidup kembali,” ucap Jonas, dikutip Reallist Media pada Kamis, 3 September 2026.

EP Tak Pernah Mati: Sebuah Pernyataan

EP ini bukan nostalgia, melainkan cara membawa semangat hardcore ke hari ini. Tiga angka dan satu kalimat. 30 tahun, 30 Agustus, dan Tak Pernah Mati bertemu dalam satu momentum. Bagi Stepforward, usia 30 tahun bukan alasan untuk berhenti, melainkan pengingat bahwa perjalanan mereka masih berlanjut.

Rilisan ini berisi lima lagu. Tiga di antaranya adalah karya baru yang belum pernah direkam bersama mendiang gitaris Ricky Siahaan, yakni Angkara, Tak Pernah Mati, dan Camkan Memarku.

Sementara dua lagu lainnya, yaitu Forever Stand Undivided dan Perempuan, merupakan rekam ulang dengan aransemen baru dari album debut Stories of Undying Hope (2003).

Hal ini menegaskan konsistensi musikalitas mereka sejak awal terbentuk, sekaligus memperkuat makna Stepforward di scene hardcore Indonesia.

Produksi dan Dedikasi

Seluruh materi di EP ini direkam di Studio Dexter, Jakarta, bersama sound engineer Heston Prasetyo, Johanes Abiyoso, dan I Wayan Eka Wiguna. Mixing dan mastering digarap oleh Praditya Putra via Invasion Studio, yang sebelumnya menangani album milik Seringai, Negatifa, Modern Guns, Godplant, hingga Final Attack.

Vokalis Jill van Diest, satu-satunya anggota asli sejak 1995, mendedikasikan EP ini untuk Ricky Siahaan.

“Seharusnya ini menjadi EP kita, Ky. Sebenarnya, sejak dulu pun materi ini bisa saja berkembang menjadi album penuh. Tapi tidak ada penyesalan, karena proses pembuatannya menjadi pengalaman belajar yang luar biasa bagi kami semua,” katanya.

“Elo adalah juara sekaligus sosok jenius, Ky. Selama ini, elo adalah mastermind di balik Stepforward. Untuk semua itu, terima kasih, brother. Semoga di mana pun elo berada, elo masih bisa bangga dengan hardcore unit-mu yang satu ini,” tutur Jill.

Momentum 30 Tahun

Stepforward menegaskan bahwa usia 30 tahun bukan sekadar perayaan masa lalu. Peluncuran EP Tak Pernah Mati seolah jadi pernyataan bahwa semangat hardcore mereka tetap hidup, relevan, dan terus berkembang.

Dengan rilisan ini, mereka mengajak Soulmate hardcore untuk kembali merasakan energi yang sama seperti saat pertama kali berdiri di scene Jakarta.

Baca juga: WUSS Rilis Album SUZAN dalam Bungkus Kalender Emosional 12 Lagu

Baca juga: Unit Shoegaze Asal Bogor, Pineline Rilis Mini Album Pressure

Saat ini, seluruh materi dalam EP Tak Pernah Mati milik Stepforward sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital seperti Bandcamp, Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *