REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Band alternative rock asal Bandung, for Revenge, resmi merilis single terbaru berjudul Museum Duka. Karya ini merupakan hasil kolaborasi dengan YB (Reza Arap) dan Tepe, yang lahir dari hubungan kreatif setelah ketiganya tampil bersama membawakan Serana dan Penyangkalan dalam sebuah festival musik.
Ide kolaborasi ini diinisiasi oleh YB melalui Boniex, vokalis for Revenge. Bagi band, proyek ini menjadi sebuah kehormatan sekaligus tantangan karena mempertemukan tiga karakter musik yang berbeda dalam satu karya.
“Buat kami itu suatu kehormatan. Terlebih menyatukan for Revenge, YB, dan TePe dalam sebuah lagu menjadi tantangan tersendiri,” ucap Boniex, dikutip Reallist Media pada Selasa, 8 September 2026.
Keterlibatan Tepe memiliki latar cerita tersendiri. Sebelumnya, ia beberapa kali tampil bersama for Revenge sebagai drummer, sehingga intensitas pertemuan membangun hubungan personal yang kuat. Menurut Boniex, tanpa Tepe, pertemuan dengan YB mungkin tidak akan terjadi.
Dalam proses produksi, Boniex dan YB berkolaborasi dalam penulisan lirik, sementara Tepe mengisi posisi drum. Aransemen musik turut dibantu oleh Faisal Riant, yang sebelumnya terlibat dalam proyek single I Miss You Every Brand New Day.
Proses kreatif single Museum Duka berlangsung dinamis. Boniex menerjemahkan gagasan yang dibawa YB, lalu keduanya mengembangkan lirik tentang kehilangan dan cara manusia memproses duka.
“Setiap orang punya ‘Museum Duka’-nya masing-masing. Setiap orang punya ruangan untuk menyimpan cerita, wajah, dan versi diri yang pernah kita kenal begitu dalam,” ujar Boniex.
Bagi YB, lagu Museum Duka adalah gambaran ruang personal yang dimiliki setiap orang untuk menyimpan sosok atau kenangan yang telah pergi.
“Lagu ini bukan cuma tentang gue, bukan cuma tentang for Revenge. Kami berusaha mewakili mereka yang juga merasa kehilangan,” tutur YB.
Lagu ini juga menandai pengalaman pertama YB bernyanyi menggunakan bahasa Indonesia sekaligus berkolaborasi dengan sebuah band. Karakter vokalnya memberikan warna baru bagi musik for Revenge, sementara permainan drum Tepe memperkuat perpaduan ketiga karakter tersebut.
Melalui karya ini, for Revenge, YB, dan Tepe tidak mengajak pendengar untuk melupakan kehilangan, melainkan menerimanya sebagai bagian dari perjalanan hidup.
“Duka bukan tentang melupakan, melainkan tentang belajar melepaskan tanpa harus berhenti mengenang,” kata Boniex.
Saat ini, single Museum Duka milik for Revenge, YB, dan Tepe telah tersedia di berbagai platform pemutar musik digital.
Baca juga: Band Punk Asal Bogor, The Kuda Rilis Maxi-single Kesurupan GANYANG Perak SARAP
Baca juga: Band Asal Bekasi, Jendral Kantjil Rilis Single Jenny
Video klip lagu ini juga sudah diluncurkan, menghadirkan pengalaman visual yang teatrikal dan emosional untuk memperkuat tema kehilangan yang diusung lagu ini. []




