Kehadiran Tom Cruise di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi

Kehadiran Tom Cruise di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Final Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion New York–New Jersey, East Rutherford, Amerika Serikat, Minggu, 19 Juli 2026 waktu setempat, dibuka dengan pidato aktor Hollywood Tom Cruise.

Bintang Mission Impossible itu menyerukan persatuan sebelum laga Argentina melawan Spanyol dimulai. Namun justru menuai kritik pedas dari banyak pihal

Dalam pidatonya, Tom Cruise bilang bahwa lebih dari 30 hari yang lalu, 48 negara memulai sebuah perjalanan. Menyeberangi lautan, menyeberangi perbatasan, dan bahkan menyeberangi budaya.

“Dan bersama-sama mereka menunjukkan kepada kita mengapa permainan ini milik seluruh dunia,” kata Tom Cruise, dikutip Reallist Media pada Senin, 20 Juli 2026.

“Mari kita rayakan turnamen yang telah mempersatukan dunia. Mari kita rayakan satu sama lain. Inilah sepak bola. Inilah persatuan. Inilah kehebatan,” tuturnya.

Pidato tersebut langsung memicu reaksi beragam. Kritikus olahraga Spanyol, Miguel Herrera, menilai kehadiran Cruise terasa tidak pada tempatnya.

“Mengapa harus aktor Hollywood yang bicara soal persatuan? Sepak bola punya tokoh-tokoh besar yang lebih relevan. Ini terdengar seperti panggung promosi, bukan momen olahraga,” ujarnya.

Dari Argentina, pengamat budaya pop Lucia Fernandez menyebut pidato itu terlalu teatrikal.

“Sepak bola tidak butuh narasi ala Hollywood. Penonton datang untuk menyaksikan pertandingan, bukan mendengar pidato yang terdengar seperti trailer film,” katanya.

Komentar keras juga datang dari jurnalis olahraga Brasil, Rafael Gomes, yang menilai pidato Cruise sebagai bentuk komersialisasi berlebihan.

“Piala Dunia sudah penuh sponsor dan iklan. Menambahkan aktor Hollywood hanya membuatnya terasa seperti pesta promosi, bukan olahraga,” tulisnya.

Sementara di media sosial, banyak netizen menyindir bahwa pidato Cruise lebih cocok untuk ajang Oscar ketimbang final Piala Dunia.

Meski kritik pedas bermunculan, ada juga pihak yang membela. Jurnalis Amerika, Sarah Johnson, menilai pidato Cruise berhasil membangkitkan semangat penonton.

“Tom Cruise tahu bagaimana memanfaatkan panggung besar. Ia berbicara dengan energi yang membuat stadion bergemuruh. Tidak semua orang suka, tapi ia berhasil menciptakan momen yang akan diingat,” tulisnya.

Final Piala Dunia 2026 semakin meriah dengan pertunjukan paruh waktu berdurasi 11 menit yang menghadirkan deretan bintang pop global: Madonna, BTS, Justin Bieber, Shakira, Burna Boy, Chris Martin dari Coldplay, hingga karakter Muppets.

Pertunjukan itu disebut sebagai salah satu halftime show paling spektakuler dalam sejarah Piala Dunia.

Pidato Tom Cruise mungkin dimaksudkan sebagai simbol persatuan, namun komentar pedas dari Miguel Herrera, Lucia Fernandez, dan Rafael Gomes menunjukkan bahwa tidak semua orang sepakat dengan cara FIFA menghadirkan bintang Hollywood di panggung sepak bola.

Baca juga: YouTuber IShowSpeed Bakal Hadir di Final Piala Dunia FIFA 2026

Baca juga: TVRI Pastikan Hak Siar Piala Dunia 2026 Sesuai Mekanisme dan Aturan FIFA

Bagi sebagian penggemar, sepak bola seharusnya tetap menjadi milik para pemain dan suporter, bukan ajang panggung selebritas. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *