Morbid Monke Angkat Tema Kesehatan Mental di Lagu Schizophrenic

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Kuintet asal Bali Morbid Monke yang beranggotakan Gerby (drum), Deoka (bass), Dewok (trompet), Krisna Dwipayana (gitar), dan Karisma Kele (vokal) baru saja kembali dari tur keliling Prancis, termasuk tampil dua kali di Festival Les Escales pada 22–25 Juli 2026.

Tanpa jeda, mereka langsung merilis gebrakan baru lewat single Schizophrenic, sebuah karya yang mengeksplorasi spektrum art punk dengan energi chaotic dan intensitas penuh.

Single ini menghadirkan tubrukan sonik antara repetisi bass padat, drum tribal, dan pecahan not abstrak yang berpendar liar. Trompet impulsif Dewok menambah nuansa sawan, sementara gitar dan vokal Karisma Kele membawa atmosfer post-punk kelam.

Hasilnya adalah komposisi yang digambarkan sebagai “simfoni kegilaan” dengan ribuan bisikan, seolah menggambarkan isi kepala seorang penderita skizofrenia.

Single Schizophrenic hadir sebagai medium untuk mengangkat isu kesehatan mental. Morbid Monke menyoroti stigma di masyarakat Bali yang kerap mengaitkan skizofrenia dengan serangan mistis.

Lewat lagu ini, mereka menegaskan bahwa skizofrenia adalah gangguan psikologis serius yang secara medis terbukti memengaruhi pikiran, emosi, dan komunikasi penderitanya.

Indonesia sendiri menduduki posisi pertama global untuk kasus skizofrenia berdasarkan survei Disability Adjusted Life Years, dengan jumlah penderita mencapai 2,6 juta jiwa. Kondisi ini sering membuat penderitanya merasa terasing, ditinggalkan, bahkan nekat mengakhiri hidup karena tekanan yang tak tertahankan.

Morbid Monke mencoba menyampaikan pesan motivasi bahwa di tengah kabut kekacauan, masih ada kemungkinan menemukan keindahan dan kekuatan untuk bertahan.

Single ini juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dan orang-orang terdekat dalam proses pemulihan.

Bagi Morbid Monke, lagu Schizophrenic bukan hanya tentang kondisi mental, tetapi juga tentang self-acceptance—penerimaan diri yang tidak berarti menyerah, melainkan belajar hidup berdampingan dengan kondisi tersebut tanpa membiarkannya mendefinisikan siapa kita.

Dengan pendekatan eksperimental yang liar, Morbid Monke menghadirkan trance-dance penuh energi, mengolah fraksi ketakutan menjadi wadah ekspresi yang unik. Mereka menegaskan identitas sebagai unit art punk idiosinkratis yang berani menembus batas genre.

Baca juga: Awwe Podcast Seminggu Bantu BAALE Garap Lagu Kita Melawan Dunia

Baca juga: Iqbal Aria Lepas Single Takkan Ada Lewat Label Milik Afgan

Saat ini, single Schizophrenic milik Morbid Monke sudah dirilis di seluruh platform pemutar musik digital. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *