Vokalis BMTH, Oliver Sykes Angkat Bicara Soal Macklemore, Ed Sheeran dan Solidaritas Palestina

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Vokalis Bring Me The Horizon, Oliver Sykes ikut mengomentari polemik pencoretan rapper Macklemore dari rangkaian tur dunia Ed Sheeran, Loop Tour yang terjadi usai isu solidaritas Palestina di atas panggung musik.

Macklemore dicoret dari tur setelah menyerukan “Free Palestine” dan membawakan lagu protes Hind’s Hall saat tampil dalam dua konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey.

Aksi tersebut menuai kritik dari sejumlah kelompok Yahudi yang merupakan penggemar Ed Sheeran, dan disebut mendorong tekanan dari pengelola venue kepada promotor agar penampilan Macklemore dihentikan.

Keputusan itu kemudian diikuti oleh mundurnya sejumlah musisi pembuka lain, termasuk Aaron Rowe, Beoga, Finneas (adik Billie Eilish), serta musisi asal Denmark, Lukas Graham.

Oliver Sykes: Dugaan Pembungkaman Musisi

Menanggapi isu tersebut, Oliver Sykes menyampaikan pandangannya melalui unggahan Instagram Story pada Jumat, 18 September 2026. Ia menyinggung dugaan adanya upaya pembungkaman terhadap musisi yang memilih menyuarakan isu sosial dan politik.

“Kalian tahu bahwa saya sangat jarang angkat bicara soal apa pun,” tulis Oliver Sykes, dikutip Reallist Media pada Minggu, 20 September 2026.

“Tapi setidaknya saya harus bilang kalau apa yang kejadian sama Macklemore itu benar-benar terjadi,” tuturnya.

Menurutnya, perusahaan hiburan besar memiliki kekuatan untuk menekan musisi yang bersuara mengenai persoalan sosial maupun politik. Ia mengaitkan situasi tersebut dengan pesan yang dibawa BMTH melalui single terbaru mereka, Dehumanized.

“Perusahaan-perusahaan raksasa menggunakan kekuatan mereka untuk membungkam artis, dengan cara mengancam untuk mematikan sumber penghidupan mereka. Inilah wujud asli dari ‘Dehumanized’,” tulis Oli.

Dalam unggahan lainnya, Oliver turut mengutip lirik Dehumanized yang menggambarkan kondisi ketika empati terhadap persoalan sosial justru dipandang sebagai bentuk pengkhianatan.

“Kunci rapat hatimu agar aman, atau bersiaplah menghadapi pisau eksekusi. Karena empati kini dianggap pengkhianatan, dan harapan tak lebih dari sebuah penyakit,” katanya.

BMTH dan Dukungan terhadap Palestina

Bring Me The Horizon sebelumnya juga pernah menunjukkan dukungan terhadap Palestina. Pada penampilan mereka di Reading Festival 2025, BMTH mengibarkan bendera Palestina di atas panggung saat membawakan lagu Throne.

Oliver mengungkap bahwa pihaknya sempat mendapat peringatan agar tidak mengibarkan atribut Palestina.

“Ada yang sempat mengatakan kepada saya bahwa mengibarkan bendera Palestina bisa membuat karier gue tamat,” tuturnya.

Dampak Polemik terhadap Industri Musik

Polemik pencoretan Macklemore dari Loop Tour kini berkembang menjadi isu yang lebih luas, menyangkut kebebasan berekspresi musisi di panggung internasional. Sikap Oliver Sykes memperlihatkan solidaritas lintas genre terhadap sesama musisi yang memilih menyuarakan isu sosial.

Dengan keterlibatan nama besar seperti BMTH, perdebatan ini semakin menyoroti benturan antara kepentingan komersial perusahaan hiburan dengan kebebasan artistik.

Baca juga: Penyanyi dan Komposer Duncan Sheik Meninggal Dunia dalam Usia 56 Tahun

Baca juga: Kenapa Avenged Sevenfold Disebut Band Zionis

Lagu Dehumanized milik BMTH kini dianggap relevan sebagai simbol perlawanan terhadap praktik pembungkaman di industri musik global. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *