Padukan Premium Beans Gayo dan Temanggung, Roemah Koffie Rilis Cublak Suweng

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Roemah Koffie, bagian dari Royal Agro Industri (RAI), memperkenalkan roastery beans premium terbaru bertajuk Cublak Suweng. Produk ini memadukan biji kopi dari Gayo, Aceh dan Temanggung, Jawa Tengah, sekaligus menjadi wujud komitmen dalam melestarikan warisan budaya nusantara melalui kopi.

Nama Cublak Suweng diambil dari lagu sekaligus permainan tradisional Jawa yang mengajarkan kebersamaan dan kebahagiaan sederhana.

Filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam konsep kopi dengan tiga lingkaran makna, yakni Inner Circle (relasi dengan diri sendiri), Shared Circle (relasi dengan sesama), dan Eternal Circle (relasi dengan alam).

Cita Rasa Seimbang dan Harmonis

Berbicara dalam keterangan tertulisnya, CEO Roemah Koffie, Felix TJ, menjelaskan bahwa karakteristik biji kopi Gayo yang khas berpadu dengan sentuhan karamel, hazelnut, dan cokelat dari Temanggung menghasilkan cita rasa seimbang dan harmonis.

Proses pengolahan, kata Felix, dilakukan dengan metode giling basah (wet hulled) dan alami (natural), sehingga menghasilkan kopi dengan keasaman rendah, rasa earthy, manis alami, serta body yang padat.

“Dengan kurasi rasa ini, kami berharap Cublak Suweng bisa menjadi pintu bagi lebih banyak masyarakat domestik maupun internasional untuk menikmati kopi premium khas Indonesia,” ujar Felix, dikutip Reallist Media pada Minggu, 26 Juli 2026.

Fleksibilitas untuk Pecinta Kopi

Sementara Commercial Director Roemah Koffie, Ryo Limijaya, menambahkan bahwa Cublak Suweng dirancang untuk menjawab minat masyarakat terhadap premium roastery yang semakin meningkat.

Produk ini mempertahankan karakter kopi Indonesia yang kuat, namun tetap fleksibel untuk dinikmati sebagai black coffee maupun dieksplorasi sebagai base espresso untuk latte dan kreasi kopi lainnya.

Kemasan Bernuansa Cerita Rakyat

Keunikan Cublak Suweng juga hadir lewat kemasan yang menampilkan ilustrasi cerita rakyat kancil dan kura-kura, dengan falsafah Jawa kuno “alon-alon asal kelakon”.

Roemah Koffie berharap kemasan klasik ini dapat menjadikan Cublak Suweng sebagai oleh-oleh khas Indonesia bagi turis internasional, sekaligus memperkuat jalur ekspor.

Apresiasi Pemerintah

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, turut menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, storytelling budaya yang melekat pada produk ini merupakan unique selling point yang hanya dimiliki Indonesia.

“Jika dikemas dengan tepat, narasi seperti ini bisa membawa produk kreatif kita menjadi pemenang di panggung global,” ujarnya.

Irene juga menekankan filosofi permainan tradisional Cublak Suweng sebagai pengingat untuk tetap belajar dan melangkah demi diplomasi kopi Indonesia di ranah internasional.

Pengalaman Interaktif dan Sensorik

Peluncuran Cublak Suweng juga menghadirkan sesi Tasting & Sensory Experience. Para tamu diajak mengeksplorasi profil rasa melalui presentasi Kopi Walik, serta kolaborasi dengan Boemi Botanical yang menghadirkan aroma kopi dalam bentuk botanical room fragrance.

Ekosistem Kopi Berkelanjutan

Roemah Koffie memiliki ekosistem kopi 360° dengan bekerja sama langsung bersama petani lokal dari berbagai daerah. Bahan baku diolah melalui fasilitas roastery di bawah PT Dewa Kopi Indonesia dengan standar internasional.

Selain Cublak Suweng, Roemah Koffie juga telah merilis varian lain bertema warisan budaya nusantara seperti Anak Daro dari Kerinci, Jambi, dan Rambadia dari Gayo, Aceh.

Cublak Suweng tersedia dalam pilihan whole beans dengan grind size variatif (coarse, medium, fine) dalam ukuran 200 gr dan 500 gr, serta ground coffee dalam kemasan capsule 10 x 5,5 gram.

Produk ini dapat ditemukan di seluruh outlet Roemah Koffie di Jakarta dan Tangerang, serta di gerai ritel premium seperti Grand Lucky, Kem Chicks, dan Papaya.

Baca juga: Biskuit OREO dan BTS Rilis Limited Edition Cookies Rasa Hotteok

Baca juga: Indonesia Coffee Expo 2026 Bakal Digelar di Surabaya

Ke depan, Roemah Koffie juga tengah menyiapkan program dukungan bagi petani kopi di Temanggung sebagai bentuk komitmen terhadap industri kopi berkelanjutan. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *