REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Franchise ikonik adaptasi gim video horor legendaris kembali menghentak layar lebar melalui film reboot terbaru bertajuk Resident Evil (2026).
Disutradarai oleh sineas horor ternama Zach Cregger yang turut menulis naskah bersama Shay Hatten, film ini membawa angin segar dengan menanggalkan formula lama yang berpusat pada karakter seperti Alice ataupun Leon S. Kennedy.
Mengusung genre survival horror yang dikombinasikan dengan elemen body horror ala sinema Cronenberg, film garapan Columbia Pictures dan Constantin Film ini sukses mendulang pendapatan box office global yang fantastis sekaligus memicu perbincangan hangat di kalangan penikmat sinema.
Cerita bermula pada suatu malam musim dingin yang bersalju di pegunungan Colorado. Fokus utama berada pada Bryan, seorang kurir medis biasa yang menerima tawaran pekerjaan dengan bayaran ganda demi mengantar paket penting secara mendesak ke Rumah Sakit Umum Raccoon City.
Di balik tugas tersebut, pikiran Bryan sebenarnya sedang kalut. Ia baru saja terlibat perdebatan sengit lewat sambungan telepon dengan kekasihnya, Michelle, yang baru saja memberitahu kabar kehamilannya.
Alih-alih menyambut gembira, Bryan yang dilanda rasa takut dan belum siap memikul tanggung jawab besar mencoba menghindari topik tersebut.
Di tengah perjalanan sunyi yang diselimuti kabut dan salju, petaka bermula ketika mobil Bryan tak sengaja menabrak seorang wanita misterius yang tiba-tiba muncul di tengah jalan.
Tanpa sinyal ponsel untuk meminta pertolongan, Bryan berinisiatif membawa wanita tersebut menggunakan mobilnya sebelum akhirnya dihentikan oleh Deputi Polisi Wilson.
Tak lama berselang, situasi berubah menjadi mimpi buruk tatkala sang polisi tewas dalam kecelakaan, dan wanita yang mereka evakuasi mendadak menyerang Bryan secara brutal.
Tanpa disadari oleh Bryan, paket medis berharga yang ia bawa, yang ternyata berisi bahan penstabil esensial untuk pengembangan penawar infeksi, menjadi incaran utama pihak laboratorium Umbrella di rumah sakit.
Kota Raccoon City sendiri telah berubah menjadi zona merah akibat wabah virus mematikan. Sepanjang perjalanan melarikan diri, Bryan harus berjuang mati-matian di tengah kelangkaan amunisi serta ancaman makhluk mutan yang mengerikan.
Ia sempat berpapasan dengan beberapa personel penegak hukum dan ilmuwan Umbrella seperti Maxine dan Paul, namun teror yang masif membuat satu per satu dari mereka tewas secara mengenaskan, bahkan tubuh Paul sempat diserap oleh gumpalan monster amalgamasi yang terus memburunya.
Memasuki paruh akhir film, ketegangan semakin memuncak saat Bryan berhasil menembus area rumah sakit yang telah berubah menjadi fasilitas horor penuh dengan bangsal bersalin mengerikan berisi mutasi bayi serta staf medis yang tergantung di dalam kantung-kantung darah.
Sesampainya di laboratorium pusat, para ilmuwan Umbrella langsung bergegas meracik penawar wabah menggunakan komponen yang dibawa Bryan. Namun, ironi besar terjadi. Luka gigitan yang sempat diterima Bryan di sepanjang pelariannya ternyata telah mencapai tahap akhir.
Infeksi tersebut mengambil alih tubuh Bryan sepenuhnya, memicu mutasi dahsyat berupa kemunculan tentakel dan organ tubuh asing dari dalam dirinya. Dalam kesadaran yang mulai hilang dan rasa sakit yang luar biasa, Bryan menyerang para ilmuwan di dalam fasilitas tersebut.
Menjelang detik-detik akhir, sebelum ia sepenuhnya kehilangan kendali dan berubah menjadi monster sepenuhnya, pertarungan berdarah di atas jembatan penghubung gedung membuat wadah berisi penawar infeksi tersebut jatuh terhempas ke bumi.
Film ditutup dengan pemandangan yang suram. Helikopter militer National Guard tiba di lokasi kejadian, sementara Bryan yang kini telah bermutasi sempurna menjadi makhluk mengerikan, mengaum di atas reruntuhan kota, menyisakan akhir cerita yang kelam dan menggantung tanpa adanya penawar.
Berbeda dari film-film pendahulunya yang menampilkan jagoan tangguh berseni bela diri tinggi, Resident Evil (2026) memilih menempatkan orang biasa sebagai protagonis.
Aspek kepanikan, ketidaktahuan cara menggunakan senjata api, serta kerentanan fisik membuat unsur survival terasa jauh lebih hidup dan membumi.
Baca juga: Sinopsis Film Yang Disebut Nakal, Drama Komedi Soal Label Buruk Anak Muda
Baca juga: Sinopsis Film Seribu Bayang Purnama, Dibintangi Marthino Lio dan Tayang di Vidio
Sutradara Zach Cregger dipuji berani menghadirkan desain monster yang unik, grotesk, dan kental dengan nuansa body horror ala era delapan puluhan dan sembilan puluhan, memberikan pengalaman visual yang menegangkan bagi para penonton dewasa. []




