Sinopsis Film Yang Disebut Nakal, Drama Komedi Soal Label Buruk Anak Muda

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Dunia perfilman Indonesia kembali bersiap menghadirkan sebuah tontonan segar yang sarat makna lewat film drama komedi keluarga berjudul Yang Disebut Nakal.

Disutradarai oleh sineas berpengalaman Benni Setiawan, film ini tidak sekadar menyuguhkan gelak tawa, melainkan sebuah refleksi mendalam mengenai bagaimana masyarakat kerap memberikan label negatif kepada anak muda tanpa berusaha memahami akar permasalahan yang mereka pendam.

Film yang diproduksi DLK Pictures ini, dibintangi Donny Damara, Boris Bokir, dan Aming yang beradu akting dengan jajaran bintang muda semisal El Putra Sarira, Fatih Unru, Giulio Parengkuan, Jeremie Moeremans, Andrew Baret, Richard Derick, hingga Rafi Sanjaya.

Mengambil latar tempat yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, film ini dijadwalkan menjadi salah satu rilisan yang paling dinantikan untuk memotret dinamika hubungan orang tua dan anak.

Cerita bermula ketika sekelompok remaja dengan latar belakang, tabiat, dan masalah yang sangat berbeda harus masuk ke dalam sebuah program pembinaan khusus selama 21 hari di sebuah tempat terpencil.

Jauh dari kenyamanan rumah dan kebiasaan lama mereka, hari-hari mereka diisi dengan aturan ketat, disiplin tinggi, serta tuntutan tanggung jawab yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Selama masa karantina tersebut, benturan antar-karakter tak terhindarkan. Suasana berubah menjadi cair, lucu, hangat, namun di sisi lain juga menyakitkan ketika mereka dipaksa menghadapi realitas hidup masing-masing.

Mulai dari rasa kehilangan, rasa malu, hingga luka dan persoalan keluarga yang selama ini terpendam dan tak pernah dibicarakan secara terbuka.

Di tempat inilah lapisan demi lapisan ego mereka mulai runtuh. Perlahan tapi pasti, mereka belajar melihat diri sendiri dan orang-orang di sekitar dengan sudut pandang yang jauh lebih jujur.

Film ini menyampaikan pesan kuat bahwa perubahan besar tidak pernah terjadi secara instan, bahwa sebuah langkah kecil untuk mau mendengarkan orang lain adalah awal dari pemulihan sejati.

Film Yang Disebut Nakal mengangkat isu sosial yang dekat dengan keseharian banyak keluarga di Indonesia. Aktor Fatih Unru, yang turut membintangi film ini, sempat menyampaikan pandangannya mengenai bagaimana label “nakal” kerap disematkan kepada anak-anak yang sebenarnya hanya kekurangan ruang komunikasi yang sehat dengan orang tua mereka.

Senada dengan hal tersebut, musikus sekaligus aktor Iwa K juga mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi pertama sebelum anak terjun ke dalam pergaulan luar.

“Keluarga adalah tempat pertama anak belajar bergaul, dan bekal utama itu sejatinya datang dari rumah,” ujar Iwa K, dikutip Reallist Media pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Dari sisi produksi, film ini menjanjikan kualitas akting yang memukau berkat keterlibatan deretan aktor lintas generasi.

Kehadiran komedian sekaligus aktor kenamaan seperti Boris Bokir dan Aming dipastikan bakal memperkuat unsur komedi situasi yang segar, mencairkan ketegangan emosional yang dibangun dalam alur cerita pembinaan para remaja tersebut.

Selain itu, film ini juga menjadi panggung debut layar lebar bagi talenta muda seperti Nicita Azzahra, yang beradu akting langsung dengan jajaran aktor senior berkaliber tinggi.

Dengan kombinasi antara narasi yang menyentuh, bumbu komedi yang pas, serta kritik sosial yang membangun, film Yang Disebut Nakal menawarkan sudut pandang alternatif bagi para orang tua dan remaja untuk saling memahami.

Baca juga: Bondan Prakoso & Fade2Black Rilis AI Music Film Bertajuk PRAFASA

Baca juga: Chris Pratt Bahas Kemungkinan Karakter Star-Lord Kembali ke Marvel Cinematic Universe

Film ini menjadi reminder bahwa di balik setiap tindakan anak yang dianggap memberontak, sering kali tersimpan keinginan sederhana untuk diakui dan didengarkan. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *