REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Pelatih kepala Persija Jakarta, Shin Tae-yong, akhirnya angkat bicara menanggapi isu santer mengenai potensi pengurangan poin yang dikabarkan bakal menghukum timnya. Hukuman tersebut dikaitkan dengan rentetan insiden kericuhan suporter yang belakangan ini mencuat di kancah sepak bola nasional.
Dalam keterangannya, juru taktik asal Korea Selatan tersebut menilai bahwa wacana sanksi pengurangan poin tidak sejalan dengan aturan standar yang berlaku di tingkat internasional. Menurut pemahamannya terhadap regulasi sepak bola dunia, hukuman pengurangan poin umumnya hanya dijatuhkan untuk pelanggaran berat yang bersifat administratif atau integritas kompetisi.
“Sebenarnya mengenai pengurangan poin, regulasi FIFA biasanya menerapkan hal tersebut untuk kasus seperti manipulasi pertandingan atau pengaturan skor,” ujar Shin Tae-yong, dikutip Reallist Media pada Rabu, 21 Oktober 2026.
“Sepengetahuan saya, dalam aturan tidak ada sanksi pengurangan poin hanya karena masalah suporter,” kata dia.
Wacana pengurangan poin ini kembali mencuat setelah pecahnya kericuhan antarsuporter pada laga antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Stadion Internasional Banten pada akhir pekan lalu.
Pertandingan yang berakhir dengan skor tipis 2-3 untuk kemenangan tuan rumah tersebut sempat diwarnai ketegangan hingga membuat kick-off babak kedua terpaksa tertunda selama kurang lebih 30 menit akibat situasi yang tidak kondusif di luar maupun dalam area stadion.
Sebelum insiden tersebut, atmosfer sepak bola Indonesia juga sempat diguncang oleh beberapa peristiwa kekerasan beruntun.
Mulai dari penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, hingga aksi penyerangan yang menargetkan suporter Persija (Jakmania) di ruas Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat.
Melihat rentetan kejadian yang melibatkan berbagai pihak ini, Shin Tae-yong berharap agar otoritas sepak bola dan pihak berwenang dapat melihat persoalan secara lebih jernih dan komprehensif.
Ia meminta agar penjatuhan sanksi tidak serta-merta dibebankan kepada klub, melainkan harus ditelusuri akar permasalahannya secara adil.
“Hal tersebut semestinya ditangani dan ditindak secara tegas oleh pihak kepolisian atau pihak yang berwajib,” tuturnya.
Selain menyoroti regulasi dan penegakan hukum, pelatih yang pernah membesut tim nasional Indonesia itu juga melayangkan pesan khusus kepada para suporter, khususnya pendukung setia Macan Kemayoran.
Ia mengingatkan agar para suporter bisa lebih dewasa dalam mengekspresikan kecintaan dan dukungan kepada klub kebanggaan mereka.
Shin mengingatkan bahwa tindakan-tindakan anarkis atau kericuhan justru pada akhirnya akan merugikan suporter itu sendiri. Sanksi lanjutan seperti larangan menggelar pertandingan tanpa penonton dikhawatirkan akan memutus kedekatan emosional antara pemain dan suporter di atas lapangan.
“Oleh karena itu, saya meminta kepada para penggemar yang bersemangat untuk dapat menahan diri, memberikan dukungan positif kepada para pemain agar bisa bermain lebih baik,” ucap Shin.
Baca juga: Juarai ASEAN CUP 2026, Peringkat FIFA Timnas Indonesia Melesat ke Posisi 116 Dunia
Baca juga: Persib Bandung Hadapi Port FC di ACC Shopee Cup 2026 Tanpa Beckham Putra
“Sekali lagi saya ingatkan, jika membuat masalah, dampaknya bisa berupa laga tanpa penonton sehingga kalian tidak bisa menikmati pertandingan secara langsung,” katanya. []




