REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Perkembangan industri musik tanah air dari masa ke masa selalu menyimpan cerita dan dinamikanya tersendiri. Di tengah gempuran era digital yang serba instan saat ini, musisi senior sekaligus produser, Maia Estianty, melontarkan pandangan yang cukup menarik perhatian publik terkait sistem royalti musik di masa lalu dibandingkan dengan era modern.
Menurut pelantun lagu-lagu hits era 2000-an tersebut, sistem royalti musik pada masa kejayaan penjualan fisik seperti kaset dan Compact Disc (CD), serta era awal Ring Back Tone (RBT), jauh lebih seru dan memberikan kesejahteraan yang nyata bagi para musisi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Maia ketika disinggung mengenai rencana perilisan karya terbarunya. Ibu tiga anak ini mengaku belum memiliki rencana untuk mengeluarkan karya dalam waktu dekat.
Bukan karena kehabisan materi lagu, melainkan karena ia merasa lanskap industri musik saat ini tidak lagi semenarik dan seberkelanjutan seperti dahulu, khususnya dari aspek finansial dan royalti.
“Sebenarnya karya-karya masih banyak, cuma hanya menjadi bank data aja. Karena memang menurut aku bekerja di dunia musik tuh sudah enggak seasik dulu,” ucap Maia Estianty, dikutip Reallist Media pada Rabu, 21 Oktober 2026.
“Jadi aku selalu ngomong di podcast atau di mana bahwa mungkin royaltinya zaman dulu kita masih area ring back tone masih seru ya,” ujar dia.
Lebih lanjut, musisi kelahiran Surabaya ini mengenang kembali bagaimana penjualan fisik mampu menjadi tumpuan ekonomi yang sangat menjanjikan bagi para pelaku seni musik di tanah air.
Pada masanya, setiap keping album fisik yang terjual memberikan dampak finansial yang langsung dirasakan oleh musisi dan pencipta lagu.
“Kalau zaman sekarang tuh bener-bener digital, itu royaltinya tidak semanis zaman dahulu. Zaman kita masih ring back tone, masih main di fisik, belum ada digital. Jadi masih dapat jual kaset, jual CD, itu masih nyata. Musisi tuh makmur gara-gara itu. Menurut aku sekali lagi begitulah,” tuturnya.
Kendati memiliki pandangan kritis terhadap sistem royalti di era digital, semangat bermusik Maia Estianty sama sekali tidak luntur. Ia mengaku masih sangat menikmati momen-momen interaksi langsung dengan para penggemar melalui panggung-panggung festival musik berskala besar.
Bagi Maia, energi yang diberikan oleh penonton di area festival memberikan kebahagiaan tersendiri yang sulit ditemukan di tempat lain. Suasana yang cair, penuh kegembiraan, dan kebersamaan menjadi alasan utamanya untuk tetap aktif tampil di atas panggung.
“Jadi kalau yang kayak begini-begini yang festival yang rame, itu suasana posisinya seru, yang kita ketawa-ketawa, bergembira bersama, bisa nyanyi bareng rame-rame, enggak perlu tegang. Nah, ini kita mau,” katanya.
Dalam kesempatan di Synchronize Fest 2026 tersebut, Duo Maia yang beranggotakan Maia Estianty dan Mey Chan turut hadir menyapa para penikmat musik tanah air.
Baca juga: Vierratale Kolaborasi Bareng Kaka dan Bimbim Slank di Synchronize Fest 2026
Baca juga: Afgan Kolaborasi Bareng Trio ART di Panggung Synchronize Fest 2026
Penampilan mereka di panggung festival sukses mengobati kerinduan para penggemar setia yang ingin menyaksikan aksi panggung duo legendaris tersebut secara langsung di Gambir Expo Kemayoran. []




