REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Keriaan musik tahunan, The Sounds Project kembali mencatat sejarah dengan suksesnya penyelenggaraan festival terbesar tahun ini.
Selama tiga hari sepanjang 7–9 Agustus 2026, Ecovention & Ecopark Ancol menjadi saksi perhelatan The Sounds Project Vol. 9 bertema Beyond Memories. Lebih dari 120 musisi Indonesia dan internasional tampil di tujuh panggung berbeda, dengan total penonton mencapai ratusan ribu orang.
Festival ini sukses menjelma sebagai sebuah perayaan musik yang mempertemukan orang dari berbagai latar belakang dalam satu ruang dan pengalaman. Antusiasme terlihat sejak gerbang dibuka, dengan penonton rela datang lebih awal demi menikmati festival dari menit pertama.
Dari Kampus ke Festival Raksasa
The Sounds Project berawal dari sebuah acara kampus kecil pada 2015. Kini, setelah sembilan volume dan sebelas tahun perjalanan, festival ini tumbuh menjadi salah satu ajang musik paling berpengaruh di Indonesia.
Lewat keterangan tertulisnya, Festival Director TSP, Gerhana Banyubiru (Ghana) menegaskan semangat yang dibawa sejak awal tidak pernah hilang.
“Berawal dari sebuah acara kampus kecil, The Sounds Project terus tumbuh hingga menjadi festival berskala besar tanpa meninggalkan semangat untuk memberikan ruang bagi generasi muda. Dengan niat baik, semangat itu yang terus kami bawa hingga sekarang,” ujar Ghana, dikutip Reallist Media pada Rabu, 23 September 2026.
Ruang untuk Generasi Muda
Tahun ini, kolaborasi dengan Extra Joss Ultimate membuka kesempatan bagi hampir 300 band dan komunitas dari seluruh Indonesia untuk tampil di TSP Squad Stage. Festival juga menghadirkan program volunteer dan internship selama enam bulan, memberi mahasiswa pengalaman langsung dalam perencanaan hingga eksekusi festival.
Selain itu, TSP Academy menjaring fotografer kampus hasil kolaborasi dengan Live Avenue untuk mendokumentasikan momen festival.
Kolaborasi dengan Pop Hari Ini lewat Kolom Kampus juga memberi kesempatan mahasiswa menulis tentang musik lokal dan kehidupan kampus. Dari 50 tulisan yang masuk, tiga penulis terpilih meliput langsung festival, termasuk wawancara dengan musisi internasional.
Komitmen Lingkungan
The Sounds Project Vol. 9 juga menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan. Bersama Matters Project, festival menjalankan inisiatif pengelolaan sampah.
Sampah yang terkumpul dikirim ke RDF Plant Rorotan untuk diolah menjadi bahan bakar dalam proses waste-to-energy (WTE).

Line-Up Musisi Lokal dan Internasional
Festival menghadirkan headliner internasional seperti Neck Deep (UK), Nusantara Beat (Belanda), dan JET (Australia). Mereka berpadu dengan deretan musisi Indonesia terbaik semisal Tulus, Bernadya, Hindia, Raisa, Yura Yunita, Efek Rumah Kaca, The Adams, dan puluhan nama lain.
Kolaborasi spesial juga hadir, seperti Pee Wee Gaskins dengan Rocket Rockers, J-Rocks dengan Tribute to L’Arc-en-Ciel, hingga Rizky Febian berduet mendadak dengan Mahalini dan Adrian Khalif. Special set dari Barasuara, Raisa, dan Isyana Sarasvati memberi pengalaman berbeda dari penampilan reguler mereka.
Kolaborasi dan Special Performance
Dengan lebih dari 120 musisi yang tampil bergantian di 7 panggung nyaris tanpa cela selama tiga hari, The Sounds Project Vol. 9 berhasil memuaskan dahaga penonton akan beragam musik dan pengalaman pertunjukan.
Deretan hits era 2000-an dibawakan The Changcuters, Nidji, dan Vierratale. Kolaborasi Pee Wee Gaskins dan Rocket Rockers menghidupkan kembali semangat pop-punk, sementara Teenage Death Star berduet dengan The Panturas menghadirkan kejutan tak terduga.
Monkey Boots tampil bersama Wancoy dari Grindboys, dan Bilal Indrajaya bersama G-Pluck mengajak penonton bernyanyi lagu-lagu The Beatles. Semua kolaborasi ini menambah warna dan energi festival, menjadikan setiap panggung penuh kejutan.
Evaluasi dan Rencana ke Depan
Gerhana Banyubiru yang juga merupakan Founder & CEO The Sounds Project, menyampaikan rasa syukur sekaligus evaluasi sekaligus ungkapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibar.
“Tidak ada festival yang sempurna. Tahun ini The Sounds Project Vol. 9 telah selesai. Terima kasih untuk seluruh audience yang sudah datang, luar biasa dan benar-benar di luar ekspektasi kami selaku promotor,” kata dia.
“Kami akan beristirahat sejenak, mengevaluasi festival tahun ini, dan mulai mempersiapkan sesuatu yang lebih baik untuk tahun depan. Kayanya sih, line-up lokal maupun internasional lebih banyak untuk tahun depan,” ucap Ghana.
Sebagai festival musik, The Sounds Project Vol. 9 membuktikan bahwa perjalanan panjang tentang mimpi yang berpadu dengan konsistensi, kerja keras, dan semangat grassroots akhirnya dapat menuai kesuksesan.
Dari sebuah acara kampus kecil hingga menjadi festival raksasa, The Sounds Project telah menjadi bagian dari ingatan banyak orang. Tahun ini, ia kembali membuktikan bahwa musik memiliki kekuatan untuk mempertemukan, menghubungkan, dan menciptakan memori yang tak terlupakan.
Baca juga: Daftar Line Up Pestapora 2026, Ada Sheila on 7, Bernadya hingga God Bless
Baca juga: Daftar Lengkap Line Up Final Synchronize Fest 2026
Dengan total lebih dari 120 musisi, tujuh panggung, ratusan ribu penonton, serta program grassroots yang melibatkan mahasiswa, komunitas, dan musisi pendatang baru, The Sounds Project Vol. 9 layak disebut sebagai salah satu festival musik paling berkesan di Indonesia. []




