Jakarta – Grup band alternatif rock, Barasuara kembali menyapa para penggemarnya dengan single terbaru berjudul Sementara, yang resmi dirilis pada 10 Juli 2026. Lagu ini menjadi karya pertama mereka sejak album ketiga Jalaran Sadrah yang dirilis pada pertengahan 2024 lalu.
Beranggotakan Iga Massardi (vokal, gitar), Asteriska (vokal), Puti Chitara (vokal), Gerald Situmorang (bas), Tj Kusuma (gitar), dan Marco Steffiano (drum), Barasuara menghadirkan pesan reflektif tentang rencana hidup yang tak selalu berjalan sesuai harapan, namun justru bisa membuka jalan menuju sesuatu yang lebih baik.
Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Iga Massardi selaku penulis lirik sekaligus produser bersama Barasuara, menjelaskan bahwa single Sementara berbicara tentang penerimaan atas kegagalan.
“Kita selalu punya rencana, keinginan, cita-cita. Tapi kadang itu enggak berjalan sesuai harapan,” kata Iga Massardi, dikutip Reallist Media pada Selasa, 14 Juli 2026.
“Kegagalan itu tanpa kita sadari bisa membuka jalan lain yang belum kita tahu. Intinya mengikhlaskan apa yang terjadi, sambil berusaha menemukan jalan yang lebih baik,” ucapnya.
Sementara Asteriska menambahkan bahwa penerimaan adalah tahapan akhir dari proses emosional seseorang setelah harapan pupus atau kehilangan. Menurutnya, lagu ini mengajak pendengar untuk percaya bahwa dari runtuhnya ekspektasi bisa muncul harapan baru.
Bukan penghapusan rasa, melainkan cara baru untuk melangkah,” ujarnya.
Proses kreatif lagu ini sendiri cukup panjang. Iga sudah menulis draf awal single Sementara sejak 2022, namun lagu tersebut tidak masuk ke album Jalaran Sadrah.
Barulah di awal 2026, ketika Barasuara mulai mengerjakan materi baru, lagu ini diajukan kembali dan mendapat sambutan positif dari rekan-rekannya. Puti Chitara mengaku langsung merasa lagu ini catchy, dengan lirik dan melodi yang lebih matang serta dewasa.
Berbeda dengan kebiasaan Barasuara yang biasanya menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menggarap satu lagu, kali ini proses rekaman berlangsung relatif cepat.
Dalam kurun April hingga Mei 2026, mereka menyelesaikan rekaman vokal dan instrumen, termasuk menghadirkan musisi tamu Bass G pada baritone dan tenor saxophone serta Ami Purba pada terompet.
Mixing dilakukan oleh Stevano dan mastering oleh Dimas Pradipta pada Juni. Gerald turut menambahkan sentuhan synthesizer dan gitar, sementara Marco menekankan bahwa mereka sengaja tidak terlalu banyak berpikir agar proses lebih spontan.
Setelah 14 tahun berkarier, Barasuara telah melalui banyak pasang surut. Salah satu puncak popularitas mereka terjadi pada 2025 ketika lagu Terbuang dalam Waktu dan Pancarona digunakan dalam film layar lebar Sore: Istri dari Masa Depan, membuat keduanya viral dan mendongkrak nama Barasuara.
Momentum itu menjadi bukti bahwa karya mereka mampu menembus batas komunitas dan menjangkau khalayak luas.
Namun bagi Barasuara, tujuan utama tetaplah musik itu sendiri. Iga menegaskan bahwa mereka tidak menjadikan viralitas sebagai target.
“Kalau lagunya viral, itu bonus dari kerja keras. Kalau tidak, kami berharap lagunya akan menemukan tempatnya sendiri. Kalau belum berhasil, kami tidak menganggap itu kegagalan. Itu proses saja,” kata Iga.
Single Sementara kini sudah bisa didengarkan oleh Penunggang Badai – sebutan untuk para penggemar Barasuara – maupun siapa saja yang membutuhkan teman perjalanan di tengah situasi yang tidak sesuai dengan rencana.
Tj Kusuma berharap lagu ini bisa menjadi pengingat bahwa meski jalan hidup tak selalu sesuai ekspektasi, selalu ada cara untuk melangkah kembali.
Baca juga: Good Morning Everyone Umumkan Rencana Perilisan EP Kalah
Baca juga: Man Sinner Kejutkan Skena Skate-punk Lewat Single Kembali
“Semoga lagu ini bisa dinikmati dan menjadi pengingat bahwa meski jalan hidup tak sesuai ekspektasi, selalu ada cara untuk melangkah kembali,” ujarnya. []
