REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Grup band rock asal Surabaya, ElectricBird kembali menegaskan eksistensi artistiknya di industri musik tanah air melalui peluncuran album kedua yang diberi tajuk Odyssey.
Karya terbaru ini dirilis menyusul serangkaian peluncuran single pendahulu yang telah diperkenalkan kepada publik secara bertahap, meliputi Aurora pada Mei 2025, Belantara pada Agustus 2025, entah/bagaimana? pada Oktober 2025, Power pada April 2026, serta Tuju Pencarian pada Mei 2026.
Secara konseptual, album Odyssey merepresentasikan akumulasi pengalaman dan perjalanan kreatif yang ditempuh oleh para personel selama kurun waktu lima tahun masa penggarapan. Album ini menawarkan eksplorasi musikal bernuansa rock yang mendalam, menyoroti dinamika perjalanan hidup manakala seseorang dihadapkan pada persimpangan serta pilihan-pilihan sulit.
Lebih dari itu, karya ini juga memuat manifestasi kemarahan atas berbagai persoalan struktural, seperti ketimpangan sosial-politik, praktik penindasan, degradasi alam yang kian mengkhawatirkan, penyalahgunaan wewenang, hingga arogansi pihak-pihak yang mengutamakan keuntungan pribadi di atas kepentingan bersama.
Seluruh keresahan kolektif tersebut diterjemahkan ke dalam energi musikal yang bertenaga di sepanjang album.
Trek utama yang menjadi identitas album ini, yakni lagu Odyssey, memuat refleksi filosofis mengenai eksistensi kehidupan manusia yang diibaratkan sebagai sebuah pelayaran berkelanjutan tanpa arah definitif.
Lagu tersebut merekam potret psikologis individu di tengah turbulensi emosional, saat mereka harus melakukan kalkulasi ulang atas kegagalan masa lalu, berkompromi dengan keadaan, dan berupaya menavigasi masa depan di tengah ketidakpastian zaman. Narasi inilah yang kemudian menjadi fondasi tematik bagi keseluruhan isi album.
Dari perspektif produksi dan penataan suara, album ini menghadirkan variasi eksplorasi akustik, genre, serta latar ruang (ambience) yang terangkum utuh ke dalam sepuluh trek pilihan. Dengan menyatukan visi kemarahan yang serupa, album ini diproyeksikan mampu merefleksikan kompleksitas perjalanan hidup secara utuh.
Penggarapan album ini dikomandoi oleh Rahmana Wiradanu yang bertindak sebagai vokalis sekaligus bassist, serta Julio Mulya pada gitar sebagai produser, dengan pelibatan aktif personel lainnya seperti Vicky Aslam selaku gitaris dan Kurniawan Prasetyo pada instrumen drum yang turut berkontribusi dalam penulisan materi lagu.
Sebanyak sepuluh trek yang tersusun rapi dalam daftar putar album ini meliputi Odyssey, Power, Entah//bagaimana?, Belantara, Mind, Senin, Black Widow Devil Dice, Tuju Pencarian, Tiba, dan Aurora.
Baca juga: Grup Vokal Anak, DAYDRM Bawa Nuansa Pop Dance di Single SHINE!
Baca juga: Avhath Lepas Album Penuh Perdana dalam Format Fisik dan Digital
Saat ini, seluruh materi dalam album Odyssey milik ElectricBird sudah bisa didengarkan di berbagai peron pemutar musik daring. []




