REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Penyanyi pop muda berbakat ADÉLA akhirnya merilis album debut yang telah lama dinantikan, berjudul PRIMA, di bawah naungan Capitol Records. Album ini diproduseri bersama oleh Blake Slatkin dan Dylan Brady.
Album ini menghadirkan perjalanan seorang perempuan muda yang melangkah penuh percaya diri menuju impian seumur hidupnya sebagai bintang pop, sekaligus mendokumentasikan setiap langkah itu melalui lagu.
Peluncuran album PRIMA juga dibarengi dengan perilisan video musik untuk lagu Nicole Kidman, yang digarap oleh sutradara ternama Hannah Lux Davis.
Video tersebut dipenuhi referensi dari beberapa peran ikonik aktris pemenang Oscar, Nicole Kidman, dalam film Eyes Wide Shut, Moulin Rouge, Birth, Babygirl, hingga iklan AMC Theatres.
Dalam wawancara dengan W Magazine, ADÉLA menceritakan inspirasi di balik lagu ini, yakni sewaktu ia diundang menghadiri ajang penghargaan film Golden Globes, meskipun ia bukanlah seorang sineas atau pun aktris.
“Entah bagaimana, aku diundang ke acara Golden Globes. Aku belum pernah main film, tapi aku berdandan total, memakai gaun, rambut ditata, dan aku merasa sangat percaya diri,” tutur ADÉLA, dikutip Reallist Media pada Kamis, 17 September 2026.
“Rambutku mengembang, korsetku begitu ketat sampai aku berpikir, ‘Aku merasa seperti Nicole Kidman sekarang’. Setelah itu aku menonton Eyes Wide Shut dan langsung terobsesi dengannya. Bagiku, dia adalah bintang film sejati,” katanya.

Materi album PRIMA menampilkan sisi tiga dimensi dari musikalitas ADÉLA. Jika EP debutnya The Provocateur dikenal dengan dentuman industrial pop yang keras, kali ini ia menghadirkan keseimbangan antara sisi rapuh dan sisi penuh percaya diri.
“Aku ingin album ini terdengar persis seperti seorang gadis berusia 22 tahun. Banyak hal terjadi dalam hidupku—itulah sifat menjadi perempuan muda. Di usia ini, orang bisa bilang ‘Dia dalam banget’ atau ‘Dia lucu dan nggak serius’,” katanya.
“Aku mencoba mengekspresikan keduanya. Aku mencampur yang keras dengan yang lembut, yang rapuh dengan yang penuh gaya, beat yang kuat dengan energi feminin. Aku melakukan persis apa yang aku inginkan,” ucap ADÉLA.
Dalam lagu I’m The Man yang diproduseri oleh Cashmere Cat, ADÉLA menggunakan intro yang mengingatkan pada produksi awal Ariana Grande, namun liriknya justru membalikkan konstruksi gender tradisional.
“Semakin sukses aku, semakin sulit menemukan pria yang nyaman dengan kesuksesanku. Dibutuhkan laki-laki yang matang dan percaya diri untuk membiarkan perempuan jadi bos,” katanya.
Sementara itu, pada lagu Fantasize, ia menghadirkan bisikan percaya diri ala Britney Spears untuk menegaskan afirmasi positif tentang seksualitas.
Di sisi lain, ADÉLA juga menyisakan ruang untuk momen penuh kelembutan, seperti pada single Red Bottoms, lagu Hitachi, dan Therapy yang ditulis saat ia sedang sakit parah di tengah jadwal tur dan rekaman yang padat.
Bulan lalu, ADÉLA mencetak pencapaian besar dengan masuk pertama kali ke Billboard Hot 100 lewat single Ain’t In LA, sebuah lagu penuh semangat yang terinspirasi era Bangerz. Lagu ini ditulis setelah ia kembali ke kampung halamannya di Bratislava dan menemukan foto ibunya saat berusia 18 tahun, berpose di depan dinding penuh poster budaya pop.
“Kakekku menyelundupkan poster-poster itu dari Jerman. Itu membuatku berpikir, ‘Ada begitu banyak gadis cantik dengan mimpi yang mungkin tidak pernah mendapat pengakuan seperti ibuku’. Aku menulis lagu ini untuknya dan untuk jutaan perempuan lain yang mungkin lebih keren dariku,” kata ADÉLA.
Nama album “PRIMA” yang memiliki arti “Pertama” memiliki makna khusus bagi ADÉLA. Lantaran itu, ia menyematkan kata tersebut menjadi judul.
“PRIMA berarti ‘pertama’, cocok karena ini album debutku. Dalam dunia balet, prima ballerina berarti yang terbaik di panggung. Aku ingin menjadi prima ballerina di dunia pop, dan ini adalah langkah pertamaku untuk mencapainya,” ujar ADÉLA.
Usai perilisan album ini, ADÉLA akan memulai tur headline pertamanya di Amerika Utara, yang tiketnya terjual habis hanya dalam hitungan menit. Tur ini akan membawanya ke Detroit, Toronto, New York, Nashville, Atlanta, Seattle, Los Angeles, hingga Meksiko.
Setelah itu, ia akan melanjutkan tur Eropa dan Inggris pada 2027, dengan jadwal konser di Dublin, London, Berlin, Praha, Oslo, dan Warsawa.
Sejak merilis EP debut The Provocateur tahun lalu, ADÉLA telah mendapat pujian dari berbagai media internasional seperti Vogue, Interview Magazine, The FADER, Harper’s Bazaar, NYLON, Rolling Stone, Cosmopolitan, i-D, dan PAPER Magazine.
Popularitasnya semakin meningkat setelah ia membuka tur Demi Lovato di Amerika Utara, di mana ia pertama kali membocorkan beberapa lagu dari album debutnya.
Baca juga: Whisnu Santika dan Tiara Andini Kolaborasi di Single Sumpah Percuma
Baca juga: Mafia Pemantik Qalbu Ubah Nama Jadi mpq, Umumkan Rencana Rilis Album Baru
Saat ini, seluruh materi dalam album PRIMA milik ADÉLA sudah tersedia di seluruh platform pemutar musik digital. []




