REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Setelah merilis album debut Manuskrip pada 3 Juli 2026, band FILM. bersiap merayakan babak pertama perjalanan mereka melalui sebuah pertunjukan bertajuk PPM (Pesta Perayaan Manuskrip).
Acara ini akan digelar pada 10 September 2026 di Rossi Fatmawati, Jakarta, sebuah venue yang dikenal dengan atmosfer musik era 2000-an—era yang turut menjadi salah satu referensi musikal bagi FILM.
Digawangi oleh Pandu Priyanto (vokal), Johanes Abi (gitar), Anandya Kurniawan (bass), dan Dimas Poncodiwiryo (drum), FILM. mempertemukan empat kepala dengan satu visi musikal dan kecintaan yang sama terhadap musik pop.
Lewat PPM, mereka tidak hanya ingin membawa materi di album Manuskrip ke atas panggung, tetapi juga merayakan perjalanan yang telah mereka tulis bersama sejak awal terbentuk.
Manuskrip: Sebuah Naskah Kehidupan
Lebih dari sekadar album debut, Manuskrip hadir sebagai sebuah naskah kehidupan. Seperti membaca sebuah skenario film, album ini merekam jatuh-bangun seseorang dalam menghadapi berbagai dinamika hidup.
Dua belas lagu di dalamnya saling terhubung dan membawa pendengar melewati berbagai adegan emosional tentang perpisahan dan pertemuan, harapan dan kehampaan, penyesalan dan perayaan, hingga bagaimana setiap akhir selalu membuka ruang bagi sebuah awal yang baru.
Setiap lagu dalam Manuskrip berdiri sebagai sebuah adegan. Namun ketika didengarkan secara utuh, kedua belas lagu tersebut membentuk satu narasi tentang pengalaman menjadi manusia. Ada momen yang hangat dan penuh harapan, sekaligus ruang yang sunyi, rapuh, dan dipenuhi kehilangan.
Seluruh pengalaman tersebut kemudian dirangkai menjadi sebuah “manuskrip” yang lahir dari pengalaman, emosi, dan refleksi para personel FILM.
PPM: Merayakan Narasi di Atas Panggung
Lewat PPM, narasi tersebut akan diterjemahkan kembali ke dalam pengalaman yang lebih hidup dan kolektif. Bukan hanya sebagai pertunjukan album, tetapi sebagai sebuah pesta untuk merayakan awal perjalanan FILM. dalam “script” yang mereka tulis sendiri.
Selain menghadirkan special set dari FILM., PPM juga akan menampilkan sejumlah band yang menjadi bagian dari perjalanan dan referensi musikal mereka, yaitu MPQ, Statelines, dan Falaci.
“Benang merahnya, kami suka banget sama karya-karya dari ketiga artist ini. Kami berharap kehadiran mereka bisa bikin PPM jadi jauh lebih seru,” ucap Pandu, dikutip Reallist Media pada Senin, 7 September 2026.
Kehadiran ketiga band tersebut menjadi bagian dari perayaan yang lebih luas—tentang musik, pertemanan, dan komunitas yang tumbuh bersama FILM.
PPM turut didukung oleh Jabba Connection sebagai partner dalam penyelenggaraan acara, Microgram Entertainment sebagai manajemen FILM., serta teman-teman SINEFIL. yang terus menemani perjalanan band ini.
Energi Syukur dan Perayaan
Dengan semangat merayakan sebuah awal, PPM menjadi kesempatan bagi FILM. dan para pendengarnya untuk membuka kembali lagu-lagu di album Manuskrip, mendengarkan setiap adegannya dalam format yang lebih hidup, dan mungkin menemukan potongan cerita mereka sendiri di dalamnya.
Menurut Pandu, PPM menjadi momen untuk merayakan rasa syukur setelah berhasil merilis Manuskrip, sekaligus berterima kasih kepada semua pendengar yang telah menemani perjalanan album ini.
“Harapan utama kami adalah teman-teman yang datang ke PPM bisa merasakan energi dari Manuskrip secara utuh,” tuturnya.
“Kami juga ingin putting faces to the names, berkenalan langsung dengan para pendengar, sekaligus memperkenalkan wajah-wajah FILM. di balik lagu-lagu yang selama ini mereka dengarkan,” ucap Pandu.
Lebih dari Sekadar Konser
PPM bukan hanya sebuah konser, melainkan sebuah perayaan kolektif. Dengan menghadirkan band-band sahabat, dukungan komunitas, serta atmosfer Rossi Fatmawati yang lekat dengan semangat musik era 2000-an, PPM diharapkan menjadi ruang di mana musik, pertemanan, dan cerita saling bertemu.
Album Manuskrip sendiri telah mendapat perhatian karena konsepnya yang kuat. Setiap lagu menjadi adegan yang saling melengkapi, membentuk narasi tentang perjalanan manusia. Lewat PPM, narasi itu akan dihidupkan kembali, bukan hanya oleh FILM., tetapi juga oleh audiens yang hadir.
Dengan dukungan penuh dari Jabba Connection, Microgram Entertainment, dan komunitas SINEFIL., PPM menjadi simbol bagaimana musik bisa tumbuh bersama komunitas.
Baca juga: Fathia Izzati hingga Talbot Rio Bakal Ramaikan Gelaran 25/7 di Kota Peruri
Baca juga: Lomba Sihir Rilis Album Deluxe Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi, Berisi 5 Lagu
Lebih dari sekadar pertunjukan, PPM adalah pesta perayaan yang menandai awal perjalanan panjang FILM. di industri musik Indonesia. []




