Garap EP Garis Tegak, Lafa Pratomo Libatkan 12 Musisi Termasuk Hindia, Jason Ranti dan Banda Neira

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Setelah lebih dari satu dekade berkarya di balik layar, produser musik Lafa Pratomo akhirnya menempatkan namanya di sampul sebuah proyek besar, yakni dalam EP bertajuk Garis Tegak.

Kehadiran karya yang melibatkan 12 musisi Indonesia ini menjadi penanda perjalanan 12 tahun Lafa di industri musik sekaligus refleksi atas kegelisahan hidup di tengah dunia yang penuh ketidakpastian.

Kolaborasi Besar Bersama KithLabo

Diproduksi bersama KithLabo, mitra strategis pengembangan artis independen urban di Indonesia, EP Garis Tegak juga merayakan enam tahun perjalanan KithLabo membangun ruang kolaborasi bagi musisi.

EP ini berisi enam lagu yang mempertemukan 12 musisi dalam enam pasangan kolaborasi:

  • Feby Putri × Matter Mos
  • Nadhif Basalamah × Hursa
  • Bilal Indrajaya × The Jansen
  • Ari Lesmana × White Chorus
  • Isyana Sarasvati × Jason Ranti
  • Hindia × Banda Neira

Seluruh proses kreatif dipimpin langsung oleh Lafa, bukan hanya sebagai produser tetapi juga kolaborator dalam penulisan setiap lagu.

Filosofi di Balik Garis Tegak

Menurut Lafa, judul Garis Tegak lahir dari semangat kolektif dan kegelisahan yang sama-sama dirasakan banyak orang hari ini, yaitu bagaimana bertahan di tengah kehidupan yang terus berubah.

“Garis Tegak itu jadi lambang dari resiliensi. Gue melihat posisi gue, tim gue, dan teman-teman kolaborator ada di posisi yang sama,” ucap Lafa Pratomo, dikutip Reallist Media pada Senin, 3 Agustus 2026.

“Mungkin kita kelas menengah yang sekarang hidupnya ya bertahan aja. Cara gue melawan adalah bagaimana gue bisa bertahan dan gimana teman-teman di sekitar gue juga bisa bertahan. Setiap lagu akhirnya menyampaikan resiliensi dari sudut pandang yang berbeda-beda,” tuturnya.

Alih-alih menempatkan kolaborator sebagai “penyanyi tamu”, setiap lagu dibangun melalui proses workshop di Syaip Studio, studio yang didirikan Lafa sebagai ruang kolaborasi.

Tidak ada konsep yang ditentukan sebelumnya; setiap lagu lahir dari pertemuan ide dan energi kreatif yang setara.

Dukungan dari KithLabo dan Believe

Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Head of Artist Services Believe Indonesia, Ririe Cholid menegaskan komitmen KithLabo dalam proyek ini.

“Bagi kami, ‘playground’ yang KithLabo hadirkan adalah ruang aman bagi musisi untuk bebas berekspresi dan bersuara setulus mungkin. Di proyek EP Garis Tegak, keterlibatan kami adalah untuk memberdayakan, menghubungkan, dan mengangkat kolaborasi mereka secara holistik,” kata dia.

“Kami ingin memastikan karya ini terpromosikan dengan maksimal sehingga pesan dari ke-12 musisi ini benar-benar sampai dan beresonansi dengan pendengarnya,” ujar Ririe.

Sementara Dahlia Wijaya selaku Country Director Believe Indonesia, Malaysia, dan Singapura, menambahkan bahwa EP Garis Tegak adalah manifestasi nyata dari visi Believe untuk membangun ekosistem musik yang saling menghormati, adil, dan transparan.

“Believe melalui KithLabo mendobrak batasan label tradisional melalui layanan eksklusif yang membebaskan musisi ikonik dan talenta independen untuk sepenuhnya mengendalikan identitas kreatif mereka,” tuturnya.

Single Pembuka: Seperti Angka 8

Perjalanan menuju perilisan EP dimulai dengan single pembuka bertajuk Seperti Angka 8, kolaborasi antara Lafa Pratomo, Feby Putri, dan Matter Mos. Lagu ini dirilis di seluruh platform digital pada 4 Agustus 2026.

Feby Putri menuturkan pengalamannya bahwa saat pertama kali merantau ke Jakarta, ia merasa berjalan sendirian menuju tujuan yang ia pikir sudah jelas. Ternyata Feby harus melewati banyak jalan lain dulu hanya untuk bertahan hidup.

“Di perjalanan itu aku bertemu seseorang yang kemudian menemaniku hingga akhirnya kami jatuh hati dan menikah,” kata Feby.

“Bertahun-tahun bersama, rasanya kami sudah mengenal bagaimana kehidupan bisa sangat goyah. Tapi kami percaya semuanya akan baik-baik saja, selama kami tetap saling membersamai,” tuturnya.

Matter Mos menambahkan perspektifnya bahwa resiliensi baginya adalah posisi di mana kita berada.

“Kita memahami bahwa kita punya poros yang membuat kita terus berjuang. Di lagu ini, kami menerjemahkannya menjadi pemahaman bahwa sekarang pasangan kitalah yang menjadi akar yang membuat kita tetap bertahan. Resiliensi bisa hadir lewat komitmen,” tuturnya.

Identitas Visual dan Rencana Rilis

Selain KithLabo, proyek Garis Tegak turut menggandeng Gema Semesta sebagai creative partner yang mengembangkan identitas visual. Fotografer dan sutradara Yogi Koesoema dipercaya mengarahkan keseluruhan materi visual, mulai dari fotografi hingga video musik setiap single.

Video musik untuk lagu Seperti Angka 8 dijadwalkan tayang di YouTube pada 11 Agustus 2026, sepekan setelah perilisan digital.

Penanda Perjalanan 12 Tahun

EP Garis Tegak hadir serupa arsip perjalanan Lafa Pratomo selama 12 tahun berkarya. Dengan melibatkan musisi lintas generasi dan karakter musikal, proyek ini menjadi simbol keterbukaan terhadap berbagai kemungkinan kreatif. DNA setiap lagu mengandung jejak Lafa sekaligus energi kolaboratornya.

Baca juga: Party At Eden Perkenalkan Distopia Metal Lewat Album REV[E/O]LUTION

Baca juga: HIVI! Rilis Single Main, Tembang Pop Hangat Penuh Pesan Kehidupan

Dengan semangat resiliensi sebagai benang merah, EP Garis Tegak diharapkan menjadi karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi pendengar untuk bertahan dan terus melangkah di tengah ketidakpastian hidup. []

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *