Rayhan Noor hingga Will Mara Terlibat di Album Bittersweet Milik Sheryl Sheinafia

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Penyanyi dan penulis lagu Sheryl Sheinafia resmi merilis album studio terbarunya bertajuk Bittersweet.

Album ini berisi sembilan lagu yang menjadi wadah bagi Sheryl untuk membagikan perjalanan emosionalnya, mulai dari proses membuka diri, menghadapi ketidakpastian, hingga belajar memahami kapan harus bertahan dan kapan harus melepaskan.

Berbicara dalam keterangan resminya, Sheryl mengatakan bahwa penggarapan album Bittersweet lahir dari kesadaran bahwa tidak semua pengalaman hidup harus berujung sempurna. Dalam satu cerita, hal-hal indah dan berat bisa hadir bersamaan.

“Album ‘Bittersweet’ bercerita tentang proses membuka diri, sampai akhirnya belajar kapan harus melepaskan,” tutur Sheryl Sheinafia, dikutip Reallist Media pada Rabu, 9 September 2026.

“Ada cinta, ketidakpastian, rasa bersalah, kelembutan, dan bagaimana kita tetap bertahan di antara semua hal yang sedang terjadi,” katanya.

Penyanyi solo, Sheryl Sheinafia. (Foto: Istimewa)
Penyanyi solo, Sheryl Sheinafia. (Foto: Istimewa)

Album ini bagi Sheryl terasa seperti sebuah perjalanan pulang, karena musik selalu menjadi ruang untuk memahami apa yang sedang ia alami.

“Aku nggak membuat album ini untuk menceritakan apa yang ku rasakan. Aku membuat album ini agar aku bisa jujur dengan perjalanan hidupku. Dimana hidup kadang bisa indah, tapi bisa menyakitkan. Itulah ‘Bittersweet’,” ujar Sheryl.

Proses kreatif album ini melibatkan banyak kolaborator. Refo dan Fauna membantu produksi di beberapa lagu, Petra Sihombing turut mendampingi pada Lepas Kendali, Rendy Pandugo menjadi produser untuk Tenggelam, sementara Will Mara memproduksi Cara Pandang dan Siapa Suruh Jatuh Cinta.

Sheryl juga berkolaborasi dengan Jo Soegono untuk lagu Babibu, serta Rayhan Noor yang memproduksi lagu fokus trek berjudul Nikmatilah.

Lagu Nikmatilah merepresentasikan sisi manis dari perjalanan hidup Sheryl, yakni kebebasan untuk bergerak, rasa antusias ketika mengejar sesuatu, serta keputusan untuk tetap menikmati proses di tengah perjalanan.

Kehadiran lagu ini melengkapi spektrum emosi yang telah diperkenalkan Sheryl melalui single-single sebelumnya.

Jika lagu Siapa Suruh Jatuh Cinta? menangkap spontanitas dan kegembiraan ketika perasaan datang tanpa rencana, Sendiri menghadapi riuhnya isi kepala, sementara Tenggelam memberi ruang untuk mengakui ketika berada di titik yang berat, maka Bittersweet mempertemukan seluruh perasaan tersebut dalam satu perjalanan yang lebih utuh.

Pada akhirnya, album Bittersweet adalah tentang menerima bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada hal-hal yang terasa indah, ada juga yang berat, dan keduanya bisa terjadi bersamaan. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang tetap memilih untuk terus berjalan.

Baca juga: Lomba Sihir Siapkan 20 Lagu untuk Konser Ujung Dunia 2026

Baca juga: Atiya Purnomo Lepas Single Sinarku Takkan Sirna Karya Bemby Noor

Saat ini, seluruh materi dalam album Bittersweet milik Sheryl Sheinafia sudah dapat didengarkan di seluruh platform pemutar musik digital. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *