REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Adriano Qalbi merupakan salah satu komika yang sudah cukup lama berada di dunia hiburan Indonesia. Selain lewat stand up comedy, dirinya juga cukup lekat dengan dunia podcast melalui Podcast Awal Minggu.
Lewat podcast tersebut, Adriano banyak membicarakan perspektif dan opini pribadinya mengenai berbagai situasi atau isu terkini yang tengah berkembang di Indonesia, khususnya Jakarta.
Berawal sebagai siniar, Podcast Awal Minggu kemudian dibuat dalam format video melalui kanal YouTube Majelis Lucu Indonesia. Memulai siniar sejak 2015, Adriano menjadi salah satu pelopor industri podcast di Indonesia dan bahkan kerap disebut sebagai “Bapak Podcast Indonesia.”
Di dunia stand up comedy, Adriano juga telah menggelar tiga pementasan komedi, yakni Lo Pikir Lo Keren (2017), Tau Deh yang Pinter (2019), dan Lo Semua Sama Aja (2022).
Dalam wawancaranya bersama Reallist Media, Adriano Qalbi memilih lima nama komika favoritnya. Menariknya, alasan di balik setiap pilihannya cukup variatif. Ada yang ia lihat dari kontribusinya terhadap perkembangan stand up, perjalanan panjang di industri kreatif, hingga keberanian bermain dengan materi yang ekstrem.
Berikut lima komika favorit Adriano Qalbi:
1. Pandji Pragiwaksono
Nama pertama yang disebut Adriano adalah Pandji Pragiwaksono. Menurut Adri, Pandji merupakan salah satu pionir stand up comedy Indonesia yang punya pengaruh cukup besar terhadap perkembangan komedi di Indonesia.
“Pandji adalah salah satu pionir stand up Indonesia yang memiliki berbagai show yang luar biasa dan cukup revolusioner menurut saya,” ujar Adriano dalam wawancaranya bersama Reallist Media pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Adriano sendiri mengenal Pandji lewat seorang seniornya ketika masih bekerja di sebuah creative agency. Keduanya ternyata memiliki relasi yang sama sehingga Adri kemudian bisa mengenal Pandji secara lebih dekat.
Baginya, berbagai pertunjukan yang dibuat Pandji menjadi salah satu hal yang membuatnya layak masuk ke dalam daftar ini.
2. Raditya Dika
Raditya Dika menjadi nama kedua yang dipilih Adriano. Menariknya, hubungan keduanya ternyata sudah ada sejak masih sekolah karena Radit merupakan adik kelas Adriano ketika mereka duduk di bangku SMA.
Meski begitu, alasan Adriano memilih Radit bukan semata karena hubungan tersebut. Ia justru melihat perjalanan Raditya Dika yang sudah cukup panjang di industri kreatif.
“Melihat longevity Raditya Dika yang berkarier di industri kreatif sejak tahun 2005 mungkin menjadi salah satu poin kenapa dia masuk komika favorit saya,” ujarnya.
Radit sendiri mulai dikenal lewat tulisan di blog pada pertengahan 2000-an sebelum kemudian masuk ke berbagai bidang lain, mulai dari menulis buku, stand up comedy, bermain film, hingga menjadi sutradara.
Bagi Adri, kemampuan Radit untuk tetap bertahan di industri kreatif selama lebih dari dua dekade menjadi salah satu hal yang menarik.
3. Ernest Prakasa
Berikutnya ada Ernest Prakasa. Kalau Pandji dipilih karena perannya sebagai salah satu pionir stand up, Ernest justru mendapat perhatian Adriano karena apa yang ia lakukan setelah keluar dari panggung stand up.
“Dengan peran Ernest yang bisa ngebawa komika masuk ke industri film,” kata Adri.
Ernest memang kemudian punya perjalanan yang cukup panjang di industri film. Ia tidak hanya bermain sebagai aktor, tetapi juga terlibat sebagai penulis dan sutradara.
Menurut Adri, kemampuan Ernest untuk membawa komika masuk ke dunia film menjadi salah satu hal yang membuatnya menarik.
4. Arif Brata
Nama berikutnya adalah Arif Brata. Adriano melihat Arif sebagai komika yang punya kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai jenis panggung.
“Arif Brata menurut saya sangat fleksibel. Dia bisa dan cocok bermain di tempat-tempat yang berbeda kayak di TV, korporat, bahkan sampai pemerintahan,” katanya.
Menurut Adri, kemampuan tersebut membuat Arif punya ruang yang cukup luas untuk tampil. Ia tidak hanya bisa bermain di panggung stand up, tetapi juga cocok ketika harus berhadapan dengan karakter penonton yang berbeda.
Televisi, acara korporat, sampai pemerintahan menjadi beberapa tempat yang disebut Adri sebagai contoh fleksibilitas Arif.
5. Coki & Muslim
Pilihan terakhir Adri adalah Coki & Muslim. Berbeda dari nama-nama sebelumnya, alasan yang diberikan Adri lebih banyak berkaitan dengan keberanian mereka dalam membawa materi komedi.
“Menurut saya Coki Muslim dengan dia bermain di ranah yang cukup ekstrem atau pinggir jurang dan berhasil buat impact sebesar itu di industri cukup buat saya,” imbuh Adri.
Coki & Muslim memang dikenal lewat komedi yang sering bermain di wilayah ekstrem dan kontroversial. Bagi Adri, keberanian untuk mengambil posisi di “pinggir jurang” tersebut justru menjadi sesuatu yang menarik.
Baca Juga: Priska Baru Segu Bakal Gelar Stand Up Comedy Show Bertajuk Pertigapuluhan
Baca Juga: Arie Kriting Bakal Gelar Spesial Show Stand Up Comedy Bertajuk Mungkin Ada Benarnya
Apalagi, menurutnya, mereka tetap berhasil memberikan impact yang besar terhadap industri meskipun bermain di wilayah komedi yang tidak selalu aman.
Magang
Kahfi Reihan
Jurnalistik, UIN Syarif Hidayatullah
Rabu, 9 September 2026




