REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Musisi Bondan Prakoso bersama kelompok hip-hop legendaris Fade2Black secara resmi meluncurkan sebuah karya audio-visual bertajuk PRAFASA. Karya yang dikemas dalam format AI Music Film ini tayang perdana melalui kanal YouTube resmi Bondan Prakoso & Fade2Black.
Proyek ini menandai langkah inovatif para kreatornya dalam memadukan narasi fiksi ilmiah, tata suara musik yang kuat, serta pengaplikasian teknologi generative AI untuk membangun dunia sinematik yang futuristik.
Secara premis, PRAFASA membentangkan latar dunia di masa depan yang berada di bawah cengkeraman kekuasaan absolut.
Di dalam tatanan tersebut, setiap gerak langkah manusia berada di bawah pengawasan ketat, seluruh inovasi teknologi dikendalikan sepihak, dan eksistensi mesin dipaksa untuk tunduk mutlak tanpa reserve kepada otoritas penguasa.
Kendati sistem dirancang sedemikian rupa untuk membungkam ruang kebebasan, selalu ada celah bagi benih-benih perlawanan. Sebuah penciptaan baru hadir untuk menentang hukum dasar penguasa, mampukah mesin melampaui batas perintah dengan memiliki memori, tujuan hidup, serta kedaulatan atas pilihannya sendiri?
Pusat narasi film ini mengikuti perjalanan R-73, seorang cyborg paruh baya yang menyimpan lembaran masa lalu penuh misteri.
Berlatar di kota Jakarta pada tahun 2066—sebuah lanskap urban masa depan yang memisahkan garis demarkasi antara manusia dan mesin secara tegas—R-73 menapaki perjalanan panjang ditemani empat peti misterius dan jejak-jejak kenangan yang tertinggal.
Lebih dari sekadar tontonan berbalut ketegangan sinematik, film pendek ini menyuarakan refleksi mendalam mengenai nilai kebebasan, identitas kemanusiaan, hingga persoalan lingkungan.
Keunikan lain yang ditawarkan dalam PRAFASA terletak pada penggabungan dua era karya musik yang dianyam ke dalam satu kesatuan alur cerita. Musik di dalam film ini tidak sekadar berfungsi sebagai elemen pelengkap latar, melainkan menjadi pilar utama dalam membangun atmosfer emosional penonton.
Dua repertoar penting yang menjadi nyawa cerita ini adalah lagu SOS yang dirilis pada tahun 2010 dan lagu PRAFASA dari tahun 2024. Bertemunya kedua lagu tersebut menciptakan jembatan perjalanan musikal yang memperkaya kedalaman makna cerita.
Di balik layar pembuatannya, proyek ambisius ini diketuai oleh Bondan Prakoso dan Tito Budi Dwinanto yang bertindak ganda sebagai kreator sekaligus sutradara. Pemanfaatan teknologi generative AI dipilih secara sadar untuk memvisualisasikan detail dunia masa depan, pembentukan karakter, hingga rangkaian adegan sinematik di dalam PRAFASA.
Baca juga: Tampil di Synchronize Fest 2026, Maia Estianty Kenang Kejayaan Industri Musik Masa Lalu
Baca juga: Kangen Band Hibur Penonton Synchronize Fest 2026 dengan Setlist Nostalgia
Melalui karya inovatif ini, Bondan Prakoso & Fade2Black menyampaikan pesan tersirat agar masyarakat senantiasa meninjau ulang relasi antara manusia, perkembangan teknologi, serta tanggung jawab moral terhadap dunia yang kelak diwariskan kepada generasi masa depan. []




